Abstract:Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang mempunyai resiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan industri manufaktur…
i manufaktur pembuatan mesin. Tujuan utama adanya keselamatan dan kesehatan kerja ialah agar tenaga kerja merasa aman, nyaman dan tenang dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja sangat diutamakan sebagai peranan dalam penyelesaian sebuah pekerjaan industri manufaktur pembuatan mesin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja di bidang manufaktur pembuatan mesin.Metode studi literatur. Studi literatur sendiri merupakan kegiatan pengumpulan data baik data pustaka maupun dokumentasi.Data-data tersebut bersumber dari riset dan kajian yang terkait dengan pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja di bidang Manufaktur pembuatan mesin. Dapat disimpulkan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mempunyai pengaruh yang besar dan positif terhadap kinerja pekerja, sehingga semakin baik penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di bidang manufaktur pembuatan mesin maka akan meningkatkan kinerja pekerja.
Abstract:ini menganalisis dampak fasilitas pelayanan dan keamanan di bandara terhadap tingkat kepuasan pelanggan, mengingat peran strategis bandara sebagai pintu gerbang utama bagi suatu daerah atau negara. Bandara tidak hanya berfungsi…
rfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai titik pertama dan terakhir yang berinteraksi dengan pelanggan, sehingga kualitas pelayanan dan keamanan yang ditawarkan sangat mempengaruhi persepsi pelanggan. Melalui metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai teori yang relevan serta hubungan antara berbagai variabel yang menjadi fokus kajian. Analisis literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana fasilitas dasar, keamanan, dan fasilitas pendukung di bandara mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas dasar seperti ruang tunggu yang nyaman, area check-in yang efisien, dan petunjuk arah yang jelas memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Keamanan juga merupakan faktor krusial; keberadaan perangkat keamanan seperti X-ray, detektor logam, dan personel keamanan yang terlatih menambah rasa aman bagi pelanggan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, dan akses bagi penyandang disabilitas juga memainkan peran penting. Faktor keamanan juga mencakup prosedur dan kebijakan yang diterapkan untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks, bandara harus dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai, keamanan yang terjamin, dan fasilitas pendukung yang sesuai. Meskipun tidak ada bandara di dunia yang mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan, peningkatan terus-menerus terhadap fasilitas dan layanan merupakan kunci dalam upaya memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus berkembang. Hal ini mencakup investasi dalam teknologi baru, peningkatan kualitas layanan, dan pelatihan berkelanjutan bagi staf bandara.
Abstract:Riset terdahulu atau riset yang relevan sangat penting dalam suatu riset atau artikel ilmiah. Riset terdahulu atau riset yang relevan berfungsi untuk memperkuat teori dan fenomena hubungan atau pengaruh antar variabel. Artikel…
rtikel ini mereview faktor-faktor yang mempengaruhi Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, yaitu Optimalisasi Penerapan Standar Operating Prosedur dan Pembaharuan pada fasilitas pendukung operasional pada Petugas Aviation Security suatu studi literatur Aviation Security. Tujuan penulisan artikel ini guna membangun hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan pada riset selanjutnya. Hasil artikel literature review ini adalah: 1) Optimalisasi Penerapan Standard Operating Procedure pada Petugas Aviation Security berpengaruh terhadap Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta; dan 2) Pembaharuan pada fasilitas pendukung operasional Petugas Aviation Security berpengaruh terhadap Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Abstract:Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun…
keselamatan manusia dan lingkungan sekitar yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman pelaksanaan SMK3 di Indonesia diatur dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PG DJOMBANG BARU. Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan beberapa petugas K3, hasil observasi langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi dari data - data SMK3 yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SMK3 di PG DJOMBANG BARU sudah sesuai dengan unsur K3 yang terdapat dalam peraturan pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, terlihat dari hasil Audit SMK3 tingkat pencapaiannya masuk dalam kategori memuaskan serta, mendapat sertifikat SMK3 dan Bendera SMK3.
Abstract:Setiap pegawai berhak mendapatkan jaminan untuk keamanan, kesehatan, dan keselamatan di tempat kerja. Karena itulah semua perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, atau yang sering disingkat SMK3. …
ingkat SMK3. Penerapan sistem manajemen K3 ini sudah diinstruksikan oleh pemerintah dan diatur di dalam undang-undang. Selanjutnya perusahaan tinggal mengikuti dan mengimplementasikan ketentuan yang sudah diatur. Dalam artikel kali ini akan dibahas lengkap dan ringkas mengenai apa itu sistem manajemen K3, dasar hukum, tujuan, dan cara penerapannya. Berdasarkan PP nomor 50 tahun 2012, sistem manajemen keselamata dan kesehatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penerapan Sistem Manajeman Kesehatan dan Keselamatan (SMK3) di PG Djombang Baru. Melalui cara-cara pencegahan kecelakaan kerja, termasuk penyakit yang dapat timbul akibat pekerjaan. Selain melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja, penerapan aturan K3 ini dapat meningkatkan efektifitas dan menjaga aktivitas produksi perusahaan. Pengaturan K3 berlangsung di berbagai negara, dengan pedoman yang diberlakukan oleh masing-masing otoritas. Jadi penerapan aturan ini bersifat normatif dan harus dipatuhi setiap perusahaan.
Abstract:Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ulang kiprah “Tiga Serangkai” sebagai agen-agen penyebar Islam Wasthiyyah yang memimpin Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang terkenal akan tradisi pengajaran dan pendidikan hafalan…
afalan Alquran sepeninggal KH. M. Munawwir dengan memanfaatkan teori sosiologi milik Pierre Bourdieu. Konsep Wasathiyyah menjadi dasar dari konsep “al-Muhafdhotu ‘ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah” yang bisa diartikan sebagai sikap toleran yang menerima perkembangan dan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi luhur. Konsep ini juga diterapkan dalam pondok-pondok pesantren beraliran Ahlusunnah Wal Jamaah seperti Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Setelah wafatnya KH. M. Munawwir (Muassis Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak) pada 1942 M, kepemimpinan pesantren Al-Munawwir dipegang oleh “tiga serangkai”: 1) KH. R. Abdullah Afandi Munawwir, 2) KH. R. Abdul Qodir Munawwir, dan 3) KH. Ali Maksum (yang baru pindah dari Lasem ke Krapyak di tahun 1943 M). Konsep-konsep dalam teori sosiologi milik Pierre Bourdieu yang digunakan dalam tulisan ini adalah habitus, modal, ranah, dan praktik. Melalui pembacaan ulang terhadap kiprah “Tiga Serangkai” sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, didapatkan beberapa hipotesis sebagai berikut: 1) habitus yang terdapat dalam kisah “Tiga Serangkai” sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak adalah habitus “pesantren” yang memegang akidah (doksa) Ahlusunnah Wal Jamaah, 2) Modal yang dimiliki “Tiga Serangkai” sebagai agen penyebar Islam Wasathiyyah adalah modal simbolik, modal ekonomi, modal akademis, modal politik, dan modal kultural, 3) Ranah yang menjadi tempat berkiprahnya “Tiga Serangkai” adalah pondok pesantren, lembaga masyarakat luar pesantren, dan lembaga nasional, dan 4) kiprah yang berarti praktik dalam kacamata Bourdieu di sini mengarah pada kiprah “Tiga Serangkai” di sisi internal (pesantren) dan sisi eksternal (masyarakat dan nasional)
Abstract:Pasar modal telah mengalami pertumbuhan yang stabil. Namun, masih ada beberapa hambatan, termasuk kurangnya pengetahuan keuangan, volatilitas pasar yang disebabkan oleh faktor eksternal, dan kesulitan dengan peraturan dan…
n transparansi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali, memahami, dan mengembangkan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi pasar modal konvensional dan syariah di Indonesia. Selain menjadikan pasar modal Indonesia lebih kompetitif di dunia internasional, hal ini juga akan mendorong inklusi keuangan yang adil dan berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pertumbuhan masa depan yang sehat dan berkelanjutan, studi ini bermaksud untuk menyelidiki kemungkinan dan kesulitan yang dihadapi pasar modal konvensional dan syariah di Indonesia serta memberikan solusi yang terkait. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Data diperoleh melalui studi pustaka dari berbagai sumber Tantangan pasar modal Indonesia, baik konvensional maupun syariah, mencakup kurangnya investor lokal, minimnya produk investasi, serta regulasi yang tidak sinkron. Pasar modal syariah juga menghadapi kendala pengetahuan dan kurangnya dukungan. Untuk mengatasinya, dibutuhkan edukasi intensif, kolaborasi antara regulator dan pelaku bisnis, pengembangan produk baru, penyederhanaan peraturan, serta peningkatan transparansi dan tata kelola. Penguatan platform fintech dan infrastruktur pasar modal juga penting untuk memperluas jangkauan investor dan mendorong pertumbuhan pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan
Abstract:Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki peran krusial dalam mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengumpulkan zakat dari masyarakat. Melalui berbagai inisiatif yang mereka luncurkan, BSI menunjukkan komitmennya…
ya untuk meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia. Pada tahun 2024, BSI berhasil menyalurkan zakat sebesar Rp222,77 miliar, meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Kerja sama strategis antara BSI dan BAZNAS, termasuk penandatanganan nota kesepahaman, memfasilitasi optimalisasi pengumpulan zakat melalui layanan digital seperti mobile banking dan ATM. Selain itu, BSI berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat melalui edukasi dan sosialisasi. Dengan pendekatan yang transparan dan akuntabel, BSI tidak hanya menjalankan fungsi perbankan syariah Namun, mereka juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial komunitas Muslim di Indonesia.
Abstract:Keunggulan kompetitif berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan jangka panjang suatu organisasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Artikel ini menguraikan konsep keunggulan kompetitif berkelanjutan, dengan fokus pada…
ada Resource Based View (RBV) yang menekankan peran sumber daya manusia (SDM) sebagai elemen kunci. RBV menyoroti nilai, kelangkaan, ketidakmampuan untuk ditiru, dan ketidakutuhan substitusi sebagai indikator keunggulan kompetitif. Keberlanjutan keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui inovasi, keunggulan ekonomi, dan ketidakmampuan pesaing untuk meniru strategi. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menjadi fokus strategis dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Praktik MSDM, seperti keamanan pekerjaan, seleksi karyawan, pembentukan tim mandiri, pelatihan ekstensif, dan pengurangan perbedaan status, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Perusahaan perlu mengembangkan, melibatkan, dan memanfaatkan sumber daya manusia secara efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif yang bersifat jangka panjang. Melalui penerapan MSDM, organisasi dapat menciptakan tim yang memiliki keterampilan kritis dalam teknologi tertentu, menjadi sumber potensial bagi keunggulan kompetitif. Keseluruhan, artikel ini menyajikan wawasan komprehensif tentang peran MSDM dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan dan mengatasi tantangan di pasar yang dinamis
Abstract:Masa remaja ialah masa peralihan seseorang dalam masa perkembangannya dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam masa ini juga terdapat beberapa aspek yang berkembang mulai dari fisik, sosial, hingga emosi individu. Perkembangan…
mbangan inilah yang membuat sebagian besar remaja kesulitan dalam menampilkan kemampuan dirinya, sehingga diperlukan solusi untuk dapat meningkatkan self esteem atau bentuk penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Sehingga satu diantara usaha yang bisa dijalankan ialah melaksanakan workshop mengenai selft esteem. Metode yang dipakai pada pelaksanaan workshop berikut ialah melalui wawancara, kuesioner, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Bersumber pengisian Pre-test dan Post-test yang mengisi sebanyak 40 siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terkait dengan self-esteem itu sendiri, yang sebelumnya rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah M = 8,9 naik menjadi M = 9,6 setelah dilakukan pemberian materi dalam workshop mengenai self-esteem.