Search Articles & Publications

Showing 8857 articles found

Tourism as an Alternative Sector for Regional Economic Transformation in Kutai Kartanegara Regency: A Systematic Literature Review

Hayyun Hardika, Diana Lestari, Juliansyah Roy
Abstract: Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, has long depended on coal mining and petroleum as its primary economic drivers. This dependence creates structural vulnerability to global commodity price fluctuations… and long-term sustainability challenges. This article presents a systematic literature review examining tourism as an alternative sector for regional economic transformation in Kutai Kartanegara. Drawing on 15 peer-reviewed studies from 2016–2024, the review synthesizes evidence on: (1) the role of tourism-led growth and its multiplier effects on local economies; (2) community-based tourism (CBT) as an inclusive development model; (3) structural transformation theory as a framework for economic diversification; and (4) the specific potentials and constraints facing tourism development in resource-dependent regions. The review finds that tourism exhibits significant forward and backward economic linkages, stimulates SME growth and creative economy, and can meaningfully reduce reliance on extractive industries. Key barriers include infrastructure gaps, limited human resource capacity, and suboptimal governance coordination. The findings provide a theoretical and empirical foundation for the ongoing field research into tourism's transformative role in Kutai Kartanegara's regional economy.

Transformasi Pemaknaan Al-Ba’ah dalam Perspektif Marriage Readiness pada Generasi Z

Khoiriyah, Fadilla Nur, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Fenomena waithood pada generasi Z menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesiapan menikah (marriage readiness) di tengah dinamika sosial kontemporer. Jika dalam tradisi Islam kemampuan menikah dirumuskan melalui… lui konsep al-ba’ah, masyarakat modern cenderung mengembangkan konstruksi marriage readiness yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas hadits anjuran menikah tentang al-ba’ah, mengkaji pemaknaannya dalam literatur klasik, serta menjelaskan transformasi konstruksi marriage readiness pada Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui library research yang dianalisis menggunakan metode takhrij hadits, yakni kritik sanad dan matan, serta analisis fiqh al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran menikah mengenai al-ba’ah berstatus sahih dan dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Secara klasik, al-ba’ah dipahami sebagai kemampuan biologis dan kemampuan finansial yang menjadi prasyarat seseorang untuk memasuki kehidupan perkawinan. Sementara itu, konstruksi marriage readiness pada generasi Z berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup kesiapan ekonomi, emosional, psikologis, relasional, dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tersebut tidak menunjukkan pertentangan dengan substansi konsep al-ba’ah, melainkan berupa perluasan indikator operasional mengenai kemampuan menikah sebagai respons terhadap perubahan sosial pada era disrupsi. Dengan demikian, marriage readiness dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi kontemporer dari konsep al-ba’ah yang tetap berorientasi pada terwujudnya kemaslahatan keluarga.

Tasyabbuh dalam Perayaan Valentine: Kajian Hadis dan Persepsi Generasi Z Muslim Indonesia

Gabrani, Pastrian, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: This study examines the Islamic legal status of Valentine's Day celebrations through a hadith based approach and explores how Indonesian Muslims understand the phenomenon. The study addresses the tension between the prohibition… ibition of tasyabbuh in the hadith “Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” and the growing practice of Valentine's Day celebrations among young Muslims. Using a sequential mixed-methods design, the study combines desk research including analysis of the sanad, matn, and fiqh of hadith from six journal articles and one primary hadith source with an online survey of 47 Indonesian Muslims aged 16–28 selected through purposive and snowball sampling. The textual analysis found that the hadith is hasan (Islamic law) and that the prohibition of tasyabbuh specifically relates to the imitation of religious symbols and rituals, not all forms of cultural practices. The survey findings support this conclusion: most respondents understand the hadith (80.9%), have never actively celebrated Valentine's Day (89.3%), and believe the prohibition applies primarily to religious or symbolic imitation (55.3%). This study concludes that the primary concern among contemporary Indonesian Muslims is not the religious origins of Valentine's Day, but rather the associated practices, particularly khalwat, which risk violating sharia principles.

Telah Hadis Shahih Bukhari No. 1286 Tentang Menangisi Mayit

Sholihah, Nafi Atush, Nasrulloh Nasrulloh, Sodiq, Jafar
Abstract: Hadis tentang menangisi mayit khususnya riwayat Abdullah bin Umar, termasuk hadis yang mendapat perhatian khusus dalam khazanah studi hadis karena memuat keterangan bahwa mayit mengalami siksa akibat tangisan keluarganya,… , suatu persoalan yang kemudian memunculkan beragam interpretasi dan perdebatan di kalangan ulama. Riwayat ini menimbulkan perdebatan di kalangan ulama, terutama karena mendapat sanggahan dari Aisyah yang menilai pemahaman tersebut tidak sejalan dengan prinsip Al-Qur’an yang menegaskan bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. Perbedaan periwayatan antara Abdullah bin Umar dan Aisyah menunjukkan adanya dinamika dalam transmisi hadis yang memerlukan kajian kritis terhadap sanad, matan, serta konteks penyampaian hadis. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna hadis tersebut melalui pendekatan ilmu hadis dan analisis terhadap penafsiran para ulama. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelaah hadis-hadis terkait beserta syarah para ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa yang dimaksud dalam hadis bukanlah tangisan biasa, melainkan ratapan berlebihan (niyāhah) yang disertai keluhan, penyesalan terhadap takdir Allah Swt., atau kebiasaan yang dahulu diperintahkan maupun diridhai oleh mayit semasa hidupnya. Adapun tangisan yang bersifat wajar karena rasa sedih tidaklah dilarang dalam Islam, bahkan Nabi Muhammad Saw. sendiri pernah menangis ketika kehilangan orang-orang tercinta. Dengan demikian, hadis tersebut harus dipahami secara kontekstual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang rahmat, keadilan, dan sikap menghadapi musibah kematian. This research employs a library research approach by examining the relevant hadith narrations along with their commentaries (syarah) by classical scholars. The findings indicate that the hadith does not refer to ordinary weeping but rather to excessive lamentation (niyāḥah), characterized by expressions of complaint, objection to Allah's decree, or practices that were encouraged, approved, or tolerated by the deceased during their lifetime. In contrast, natural weeping as an expression of grief is not prohibited in Islam. Indeed, the Prophet Muhammad (peace be upon him) himself wept upon the loss of his loved ones. Therefore, this hadith should be understood contextually to avoid misconceptions regarding Islamic teachings on divine mercy, justice, and the proper response to the calamity of death.

Analisis Fikih Hadis Shahih (Sunan Abu Daud No 3571) Tentang Batasan Isbal Dan Larangan Memanjangkan Pakaian Dalam Berbusana Dengan Unsur Kesombongan Khuyala

Nanda Aidil Fitrah, Nasrullah Nasrullah
Abstract: Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, isbal diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun, bagi laki-laki masih menjadi… adi perbincangan di kalangan ulama karena praktik tersebut dapat berkaitan dengan sikap kesombongan. Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara isbal dengan berbagai bentuk redaksi dan penjelasan.Sementara itu, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa inti larangan tersebut bukan terletak pada panjang pakaian semata, melainkan pada unsur kesombongan yang melatarbelakanginya. Larangan memanjangkan pakaian melebihi batas isbal bagi laki-laki kerap menimbulkan perdebatan yang reduksionis karena hanya berfokus pada media celana atau sarung. pembahasan isbal dalam Hadis Sunan Abu Dawud nomor 3571 memberikan redaksi yang lebih komprehensif dengan memperluas cakupan isbal pada jenis pakaian lain serta mengaitkannya dengan aspek teologis berupa kesombongan (khuyala).Hadis tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam adalah sikap batin seseorang ketika berpakaian, bukan sekedar bentuk lahiriahnya.Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk memahami hubungan antara etika berpakaian, nilai moral, dan tujuan syariat Islam.Dengan demikian, kajian hadis tentang isbal tidak hanya relevan dalam fikih, tetapi juga dalam pembentukan karakter Muslim yang menjunjung nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari

Analsis Fiqh Al-Hadist Terhadap Larangan Bernafas Dan Meniup Dalam Bejana: Studi Hadist Riwayat Ibnu Abbas

Dwi Putri, Kris Suhartini, Nasrullah Nasrullah
Abstract: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadist yang membahas terkait larangan meniup dan bernafas dalam bejana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas serta relevansinya dengan praktik meniup makanan atau minuman panas di Masyarakat… yarakat melalui pendekatan fiqh al-hadist. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research) yang di dukung oleh data lapangan (field research) dengan cara melalakukan penyebaran kuesioner melalui google form. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam kajian ini bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad. Adapun data sekunder bersumber dari kitab syarah hadist, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan tahkrij hadist, kajian sanad, perbandingan matan, dan analisis fiqh al-hadist yang bertujuan untuk mengetahui kandungan hukum dan hikmah yang terkandung dalam hadist tersebut. Setelah dilakukan analisis data, kemudian diperoleh hasil bahwa hadist mengenai larangan meniup dan bernafas dalam bejana berstatus shahih dengan sanad yang bersambung dan seluruh perawinya dinilai tsiqah. Hadist tersebut mengandung nilai kebersihan, Kesehatan, kepedulian terhadap orang sekitar, serta kesabaran. Kemudian, hasil survei menunjukkan bahwa kebanyakan dari responden masih melakukan praktik meniup makanan atau minuman panas meskipun telah mengetahui adanya hadist larangan tersebut. Kebaruan yang di hasilkan dari kajian ini terletak pada penggabungan analisis fiqh al-hadist dengan data lapangan mengenai pemahaman Masyarakat sehingga dapat memberikan gamabaran secara jelas mengenai relevansi hadist dalam praktik kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya.  

The Effect Of Giving Manure Type Growth Regulators On The Vegetative Phase Of Chili Plants (Capsicum Frutescens)

Uni Savira, Hilda Pratiwi, Mizan Maulana
Abstract: Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticultural commodity with high economic value and continuously increasing market demand. The success of cayenne pepper production is largely determined by vegetative growth… in the early stages, which is influenced by the availability of nutrients and plant growth regulators. The use of manure as a source of organic matter and natural Plant Growth Regulators (PGRs) is expected to enhance vegetative growth. This study aimed to determine the effect of manure application and natural PGRs on the vegetative growth of cayenne pepper and to identify the treatment that produces the best growth.The research was conducted from December to January 2026 at the land of the Kopbun Suka Tani Sejahtera Business Research Center, Kota Juang District, Bireuen Regency. The study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with a 4 × 3 pattern and three replications. The first factor was the dosage of manure consisting of 0 kg (control), 1 kg, 1.5 kg, and 2 kg per plant. The second factor was the type of natural PGR, consisting of shallot extract, rice water, and coconut water. The observed parameters included plant height, number of leaves, leaf width, and number of branches at 15, 30, and 45 days after planting (DAP). Data were analyzed using the F-test and continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level if the results were significant.The results showed that manure application had no significant effect on all vegetative growth parameters up to 45 DAP. The application of natural PGRs also showed no significant effect at 15, 30, and 45 DAP, as well as on other parameters. There was no significant interaction between manure and natural PGRs on all observed parameters.

Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pengembangan Modul Ajar Interaktif Berbasis Artificial Intelligence dengan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kapasitas Pengajaran Berkelanjutan

Tustiyana Windiyani, Resyi Abdul Gani, Deddy Sofyan S, M.Zainal Arifin, Septiani, Khayla Shafia Abdillah
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan deep learning guna mendukung kapasitas… apasitas pengajaran berkelanjutan di era Society 5.0. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop menggunakan model pengembangan 4D (Define–Design–Develop–Disseminate) yang melibatkan 11 guru SDN Selakopi, Bogor Barat sebagai peserta. Tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan dan literasi AI guru; tahap design berupa perancangan modul ajar berbasis TPACK dan pendekatan deep learning; tahap develop melalui validasi, uji coba workshop, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat poin; dan tahap disseminate diarahkan pada potensi replikasi program. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan sebesar 3,72 dengan persentase capaian 93% dalam kategori sangat puas. Skor tertinggi terdapat pada aspek kejelasan materi (3,9), sedangkan skor terendah pada aspek keberlanjutan program (3,4). Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif meningkatkan literasi AI, kepercayaan diri, dan kemampuan desain pembelajaran guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan deep learning dalam desain bahan ajar interaktif berbasis AI melalui model 4D yang sistematis dan kontekstual pada level sekolah dasar. Implikasinya, model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

The Effect of Population and Investment on Gross Regional Domestic Product and Unemployment in East Kalimantan Province

Yuli Hardiyanti, Jiuhardi, Juliansyah Roy
Abstract: This study analyzes the effect of population and investment on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) and unemployment in East Kalimantan Province during the 2016–2025 period. The research employs a quantitative explanatory… planatory design using secondary time-series data obtained from Statistics Indonesia (BPS) of East Kalimantan. Path analysis was applied through two structural equations using SPSS 21, complemented by the Sobel test to examine the mediating role of GRDP. The results show that population and investment each have a positive and significant direct effect on GRDP, and jointly explain 97.4% of its variation. GRDP, in turn, has a negative and significant effect on unemployment, accounting for 76.3% of its variation. The Sobel test confirms that GRDP significantly mediates the indirect effects of both population (Z = 2.295) and investment (Z = 2.628) on unemployment. These findings indicate that economic growth, as reflected in GRDP, acts as a strategic transmission channel converting demographic potential and capital accumulation into employment opportunities, thereby reducing unemployment in the region.

Evaluasi Pengamanan Hutan Berbasis Risiko: Hubungan Intensitas Patroli, Pemantauan Satelit, dan Temuan Kayu Ilegal di Bolaang Mongondow

Hiola, Abdul Samad, Nabila Margareta Hakim, Abdul Alim, Daud Sandalayuk, Alexander Ruruh, Ernikawati, Dian Puspaningrum
Abstract: Operasi pengamanan hutan membutuhkan evaluasi berbasis data agar alokasi patroli, pemantauan satelit, dan respons penegakan hukum dapat diarahkan pada wilayah serta periode yang paling berisiko. Penelitian ini mengevaluasi&#8230; si hubungan antara intensitas patroli dan luas deforestasi, perubahan waktu respons penanganan kasus setelah pemanfaatan pemantauan satelit near-real-time, serta pola temporal dan indikasi konsentrasi spasial temuan kayu ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif evaluatif berbasis data operasional Balai Penegakan Hukum Kehutanan. Data mencakup 150 titik patroli dan temuan kayu ilegal selama 1 Januari-31 Desember 2023, 10 sektor pengamatan hasil agregasi titik patroli, serta 30 pasang kasus respons yang dipadankan antara periode manual Januari-Juni 2022 dan periode berbasis satelit Januari-Juni 2023. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji-t berpasangan, ukuran efek Cohen's d, uji Kruskal-Wallis, dan identifikasi outlier berbasis persentil ke-90. Hasil menunjukkan bahwa intensitas patroli berasosiasi negatif dan signifikan dengan luas deforestasi pada tingkat sektor (B = -1,05; R2 = 0,919; F(1,8) = 91,03; p < 0,001). Waktu respons rata-rata menurun dari 51,5 jam pada metode manual menjadi 23,6 jam setelah pemanfaatan pemantauan satelit, dengan selisih rata-rata -27,9 jam, t(29) = -14,72; p < 0,001; dan Cohen's d = 2,69. Volume temuan kayu ilegal tertinggi terjadi pada Q3 atau Juli-September (60,2 +/- 14,5 m3), dengan perbedaan signifikan antarkuartal (H(3) = 28,74; p < 0,001). Sebanyak 80% titik outlier berada pada wilayah berkerawanan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi patroli terarah, pemantauan satelit, dan evaluasi spasial-temporal sederhana dapat memperkuat pengamanan hutan berbasis risiko. Namun, seluruh hasil perlu ditafsirkan sebagai asosiasi operasional karena penelitian bersifat observasional, jumlah sektor regresi terbatas, dan analisis spasial belum menggunakan pemodelan hotspot formal.