Abstract:Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas digital, menjadikan perhatian publik sebagai komoditas bernilai tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara influencer, ekonomi perhatian,…
hatian, digital visibility, dan budaya flexing dalam membentuk performativitas diri di platform digital. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif dan tematik dari 53 artikel tahun 2016 hingga 2025. Proses analisis meliputi identifikasi artikel melalui basis data internasional, seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi, serta sintesis tematik untuk menyoroti tema dominan, kerangka teori, dan metode penelitian yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan tren peningkatan publikasi sejak tahun 2020, dengan distribusi disiplin ilmu sebagai berikut: 62% komunikasi, 15% sosiologi, 13% psikologi, dan 10% ekonomi digital. Sebagian besar penelitian berasal dari konteks Barat (70%), sedangkan 30% meneliti konteks Global South. Temuan tematik menegaskan bahwa influencer berperan sebagai produsen visibilitas digital; keterlihatan tersebut memunculkan perhatian publik yang dikonversi menjadi nilai ekonomi dan sosial melalui strategi flexing. Fenomena ini menimbulkan ketegangan antara otentisitas diri, ekspektasi sosial, dan logika algoritma, membentuk ekosistem baru dalam kapitalisme digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa digital visibility berfungsi sebagai modal sosial dan simbolik yang mempengaruhi status, peluang ekonomi, dan identitas digital individu. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memahami performativitas digital dan memberikan panduan praktis bagi influencer dan praktisi media sosial dalam manajemen konten, branding personal, serta pengelolaan ekspektasi audiens. Studi ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai konteks lintas budaya, authenticity paradox, dan dinamika algoritmik.
Abstract:Kajian mengenai hierarki ilmu menjadi pembahasan penting dalam filsafat ilmu dan khazanah keilmuan Islam, karena berkaitan dengan bagaimana struktur pengetahuan dibangun, disusun, dan dilegitimasi sebagai kebenaran. Artikel…
kel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, keselarasan, dan perbedaan konseptual antara hierarki ilmu dalam filsafat ilmu modern yang meliputi sumber kebenaran empirisme, rasionalisme, intuisi, otoritas, dan wahyu, metode ilmiah dan penalaran logis dengan hierarki ilmu dalam tradisi Islam berdasarkan pemikiran al-Ghazali dan al-Farabi. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu modern cenderung menempatkan pengalaman dan rasio sebagai legitimasi tertinggi dalam proses memperoleh kebenaran, sedangkan epistemologi Islam menjadikan wahyu sebagai sumber pengetahuan tertinggi yang membimbing rasio dan pengalaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua perspektif memberikan gambaran komprehensif bahwa ilmu tidak hanya berfungsi untuk pengembangan intelektual, tetapi juga sebagai sarana pembentuk moral dan spiritual manusia.
Abstract:Penelitian ini mengkaji Ayat Suci Lenyepaneun karya Hasim dengan tujuan mengetahui perspektifnya tentang ayat-ayat sosial dalam merespon kebijakan pemerintah saat itu. Untuk mengetahui bagaimana perspektifnya, kajian kepustakaan…
ustakaan (library research) digunakan untuk menelusuri penafsiran ayat-ayat yang terkait dengan merujuk langsung pada sumber-sumber yang berkaitan, khususnya tafsir Ayat Suci Lenyepaneun karya Hasim yang menjadi data primer dan sumber lain sebagai data sekunder. Setidaknya ada tiga segi yang dibahas oleh Hasim dalam karyanya Ayat Suci Lenyepaneun: adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan), (iqtishadi) ekonomi, (siyasi) politik. Pada segi sosial kemasyarakatan, Hasim menafsirkan surat Al-Baqarah ayat 10,14 tentang orang munafik. Pada segi ekonomi Hasim membahas surat Al-Baqarah 279 tentang riba. Dan di segi politik Hasim menafsirkan surat al- Kahfi ayat 79 tentang pemimpin yang otoriter. Dari berbagai penafsiran yang Misbah uraikan dapat difahami bahwa bahwa penafsirannya mengkritik pemerintahan orde baru.
Abstract:Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy; however, tax compliance, particularly related to Income Tax Article 21, remains relatively low. The main challenges faced by MSME…
E actors include limited tax literacy, complexity in tax calculations, and insufficient understanding of recent regulatory changes. To address these issues, the government introduced the Average Effective Rate (TER) scheme as an administrative simplification for calculating Income Tax Article 21. Nevertheless, the implementation of this scheme has not been fully understood by MSMEs at the village level. This study aims to conduct socialization and training on Income Tax Article 21 based on the TER scheme for MSMEs in Watesprojo Village and to evaluate its effectiveness in improving tax understanding and technical capability. The research method involved initial observation, regulatory socialization, practical tax calculation training, and participant evaluation. The results indicate a noticeable improvement in MSME actors’ understanding of the legal basis of Income Tax Article 21, the changes in the calculation scheme, and the practical application of the TER mechanism without disrupting business activities. Overall, the socialization and training activities proved effective in enhancing tax literacy and supporting sustainable tax compliance among MSMEs.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan sering menghadapi keterbatasan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam pemanfaatan media sosial untuk pemasaran dan penerapan manajemen produksi modern.…
odern. Permasalahan ini berdampak pada rendahnya daya saing produk, keterbatasan jangkauan pasar, dan efisiensi produksi yang kurang optimal. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas SDM UMKM di Desa Bakalan Gondang, Mojokerto, melalui pelatihan social media marketing dan manajemen produksi modern. Metode yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan tahapan: identifikasi masalah, perancangan materi pelatihan, implementasi, evaluasi, dan analisis hasil. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan peserta, antara lain: 90% peserta mampu membuat konten media sosial kreatif dan berinteraksi efektif dengan konsumen, serta 88% peserta menerapkan prinsip manajemen produksi modern, termasuk perencanaan produksi, pengendalian kualitas, dan pencatatan proses. Evaluasi integrasi pemasaran digital dan produksi menunjukkan bahwa peserta mampu menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperkuat daya saing produk. Pelatihan ini membuktikan efektivitas metode terpadu dalam meningkatkan kapabilitas SDM UMKM, mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif, serta memberikan model bagi program pengabdian masyarakat serupa di desa lain.
Abstract:Isu gender dan keadilan sosial dalam pendidikan merupakan persoalan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan. Meskipun berbagai kebijakan nasional telah menekankan…
kankan prinsip kesetaraan, praktik pendidikan di lapangan masih menunjukkan adanya bias gender dan ketidakadilan sosial yang bersifat struktural maupun kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kerangka teoritis gender dan keadilan sosial dalam pendidikan, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender, mengkaji upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mewujudkan pendidikan berperspektif gender, serta menguraikan tantangan implementasinya. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran, representasi dalam kurikulum, serta dampak jangka panjang terhadap kesempatan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan transformasi pendidikan yang sistemik, inklusif, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan perspektif gender dan keadilan sosial pada seluruh level kebijakan dan praktik pendidikan.
Abstract:Diplomasi panda merujuk pada praktik pemerintah Tiongkok yang meminjamkan panda kepada negara lain sebagai wujud niat baik dan persahabatan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan diplomatik antar negara. Hewan panda adalah…
alah salah satu representrasi yang paling dikenal dari negara Tiongkok dan berperan sebagai soft power yang cukup signifikan. Di Indonesia sendiri diplomasi panda ini dilaksanakan pada tahun 2017 sebagai hasil dari penandatangan MoU di Guiyang, Tiongkok pada tahun 2016. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan peran diplomasi panda pada beberapa sektor di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, media pemerintah dan artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan diplomasi yang dilakukan oleh Tiongkok membawa dampak positif pada berbagai sektor di indonesia, seperti sektor ekonomi, sosial budaya hingga konservasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap ekspor produk pertanian Indonesia ke negara-negara Asia Tenggara. Fluktuasi nilai tukar menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi…
daya saing produk ekspor di pasar internasional. Ketika nilai tukar rupiah mengalami depresiasi, harga produk Indonesia di pasar luar negeri menjadi relatif lebih murah sehingga berpotensi meningkatkan ekspor. Namun, volatilitas nilai tukar yang tinggi juga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku ekspor, terutama pada sektor pertanian yang sensitif terhadap perubahan harga dan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan nilai ekspor pertanian Indonesia ke Kawasan ASEAN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman empiris mengenai sejauh mana perubahan nilai tukar berpengaruh terhadap ekspor produk pertanian, serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan stabilitas makroekonomi dan peningkatan daya saing ekspor berkelanjutan sesuai prinsip keuangan islam.
Abstract:Tujuan penelitian ini yaitu untuk menelaah fungsi mediator hubungan industrial sebagai instansi yang menyelesaikan masalah sengketa hubungan industrial serta berhasil atau tidaknya mediator mediasi dalam merelai perselisihan…
isihan hubungan industrial di Kabupaten Bandung. Metode yang peneliti digunakan yaitu penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif serta bersifat deskriptif. Data yang didapat berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini dengan menggunakan studi lapangan melalui wawancara dan studi kepustakaan hingga mendapatkan data sekunder. Hasil penelitian di dapatkan fungsi mediator diatur berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 83 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan Pembinaan Hubungan Industrial, Pengembangan Hubungan Industrial serta Mediasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pelaksanaan Teknis Mediasi diatur berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Permenaker Nomor 17 Tahun 2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Mediator serta Tata Kerja Mediasi. Pelaksanaan Mediasi yang dilakukan oleh Mediator Hubungan Industrial cukup berhasil dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial baik dilihat melalui indikator substansi hukum, struktur hukum, atau budaya hukumnya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi digital dalam memperluas akses pasar internasional bagi produk halal global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dari berbagai…
i jurnal nasional, penelitian ini menemukan bahwa ekonomi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap penguatan industri halal di Indonesia. Pemanfaatan e-commerce, marketplace halal, sertifikasi halal digital, dan pembangunan Global Halal Hub mempercepat ekspansi produk halal di pasar internasional. Digitalisasi juga meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat branding, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal. Namun, tantangan masih muncul dari sisi literasi digital, kesiapan infrastruktur, dan regulasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor teknologi menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.