Search Articles & Publications

Showing 960 articles found for "Tuhan"

Komodifikasi Tubuh, Ruang Sosial: Kajian Sosiologis Fenomena Fun Run Perilaku Konsumtif di Kota Makassar

Parham Taufik
Abstract: Artikel ini menganalisis fenomena fun run di Kota Makassar melalui perspektif sosiologis dengan fokus pada komodifikasi tubuh dan ruang sosial. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dan observasi… ervasi partisipatif pada tiga event fun run besar di Makassar periode januari-desember 2024-2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fun run telah bertransformasi dari aktivitas olahraga menjadi arena konsumsi yang memanfaatkan tubuh sebagai medium representasi status melalui mekanisme limited edition merchandise, instagrammable moments, dan digital social validation. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomena fun run merepresentasikan bentuk baru ekonomi pengalaman yang mengkomodifikasi partisipasi olahraga masyarakat urban, didorong oleh kebutuhan akan pengakuan sosial di era digital.

Analisis Kebutuhan Konsumen Pada Pengembangan Produk Mie Gacoan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)

Fitriadi, Muhammad, Sitohang, Jhon Riski Saputra, Muhtadi, M. A’thof, Takari, Refskin, Pratama, Dimas Hardianto, Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan, Ghani, Fatkhan Ali, Rachman, Muhammad Zaky Anandhiya, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen terhadap produk Mie Gacoan serta menentukan prioritas pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan… nerjemahkan kebutuhan pelanggan (Voice of Customer) menjadi karakteristik teknis yang dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan produk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan meliputi rasa bumbu yang khas, kualitas bahan baku, kebersihan tempat, dan desain kemasan yang menarik serta ramah lingkungan. Melalui analisis House of Quality (HoQ), diperoleh lima atribut teknis dengan bobot prioritas tertinggi, yaitu kualitas bahan baku (23%), jenis wadah saji (13%), komposisi bumbu (11%), ukuran porsi (11%), dan komposisi bahan (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk Mie Gacoan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas bahan, formulasi bumbu, serta inovasi desain kemasan agar mampu memenuhi sekitar 68% kebutuhan konsumen yang telah teridentifikasi. Penerapan metode QFD terbukti efektif dalam membantu UMKM kuliner melakukan inovasi produk yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan daya saing pasar

Analisis Penerapan Tahapan Manajemen Proyek dalam Pengelolaan Proyek Teras Cihampelas Kota Bandung

Regita Ayu Agustin, Fisca Putri Rahdiana, Najwa Mayang Dayatri, Muhammad Azka Rozan, Shidqi Abdilla, Yayan Nuryanto
Abstract: Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata… enata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang. Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang.

Inovasi Pembelajaran Kemuhammadiyahan Di Era Digital: Analisis Proses Keputusan, Implementasi, Dan Difusi Dalam Pendidikan Islam Berkemajuan

Deri Putra, Ranti Firdaus, Peni Andesta, Ismail Syakban
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui empat dimensi utama: pengambilan keputusan inovasi, implementasi berbasis teknologi… dan nilai Islam, difusi melalui kolaborasi akademik, serta diseminasi hasil inovasi dalam konteks pendidikan Islam berkemajuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, panduan institusional, dan dokumen resmi Muhammadiyah untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi penguatan inovasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik yang kolaboratif, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta budaya berbagi pengetahuan antar dosen dan lembaga. Penerapan model student-centered learning dan pembelajaran berbasis proyek sosial memperkuat relevansi mata kuliah Kemuhammadiyahan terhadap kebutuhan mahasiswa era digital. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, pelatihan berkelanjutan dan kebijakan kampus yang adaptif terbukti efektif dalam memperluas difusi dan diseminasi inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pedagogis, tetapi juga sebagai strategi ideologis dan kultural untuk membentuk generasi Islam progresif yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global.

Analisis Kebutuhan Industri Terhadap Kemasan Plastik Biodegradable Untuk Produk Kopi Bubuk di Wilayah Lampung

Risma Widiastuti, Patria Insani, Sofy Eka Zalianti, Revita Nurfadhillah, Rahma Ismi Fadhillah, Alodia Gita Pratiwi, Nasywa Yasmin, Rizqi Wahyudi
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan… endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.

Fleksibilitas Peran Kesiswaan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Al-Muslih Telukjambe

Sa'adah, Naila Waridatus, Ihsan, Fatihul Noer, Mustafidah, Hidayatul, Arrayyan, Muhammad Faisal, Farida, Nur Aini
Abstract: Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal.… ptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.

Eco-Snack Innovation: Penerapan HOQ pada Produk Keripik Kulit Pisang dengan Kemasan Berkelanjutan

Beltsazar Putra Libertus Gustaf Dupe, Mizanul Khairi, Mohamad Nabiel Priatna, Ahmad Latif Aryo, Saputra, Muhammad Reza, Ray Natanael Jericho Pelawi, Syafran M.S, Malay, Izza Al Fawwaz aldi, Tungga, Syailindra Dwi, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong munculnya berbagai gagasan inovatif dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan… n produk keripik kulit pisang dengan kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap penerapan ekonomi sirkular. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan harapan konsumen terhadap produk keripik kulit pisang yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, serta menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk spesifikasi teknis sebagai dasar pengembangan produk. Pendekatan QFD dipilih karena mampu menghubungkan suara konsumen dengan desain produk secara sistematis, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen. Berdasarkan hasil analisis, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen meliputi rasa, kerenyahan, aroma, mutu bahan baku, serta kemasan yang ramah lingkungan. Hasil penilaian bobot prioritas menunjukkan bahwa unsur pemilihan bahan kemasan menempati posisi paling dominan dengan nilai 29%. Aspek kejelasan informasi pada kemasan berada di urutan kedua dengan nilai 19%, disusul oleh kepemilikan izin edar BPOM sebesar 13%. Harga menjadi faktor berikutnya dengan tingkat kepentingan 12%, sementara penentu cita rasa berupa komposisi bumbu serta pengaturan suhu dan durasi penggorengan memiliki pengaruh yang lebih kecil, masing-masing sebesar 8%. Sebagai rekomendasi pengembangan, produk keripik kulit pisang berkemasan ramah lingkungan dapat ditingkatkan melalui ekspansi pemasaran digital, kemitraan dengan umkm, dan peningkatan sertifikasi mutu untuk memperkuat daya saing pasar.

Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri Telagasari

Koto, Ghefira Sakina Koto, Aulia Fitria, Elvira Rismaya Putri, Hilman Alifianda, Nur Aini Farida
Abstract: Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 1 Telagasari dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial, akademik maupun karier. Penelitian… ini bertujuan untuk bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Telagasari, mencakup program yang berjalan, tantangan yang dihadapi, serta persepsi guru dan siswa terhadap layanan tersebut. Metode yang digunakan  adalah metode kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan guru BK serta dua orang siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari dilaksanakan secara sistematis melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, layanan klasikal, konsultasi, mediasi, hingga kunjungan rumah. Program disusun dengan pola mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Guru BK berperan penting dalam mendampingi siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, akademik, dan karir, serta bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan pihak sekolah untuk mendukung keberhasilan layanan. Siswa memberikan persepsi positif terhadap peran BK, meskipun terdapat harapan agar layanan lebih interaktif, terbuka, dan relevan dengan generasi saat ini.Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya serta dukungan dari pihak eksternal, termasuk orang tua. Kesimpulannya, layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari berperan signifikan dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier siswa, namun masih perlu peningkatan kualitas dan penguatan kolaborasi agar lebih optimal. Pengimplementasian layanan bimbingan konseling di  SMA Negri 1 Telagasari Karawang dilandasi oleh kebutuhan nyata dalam bimbingan siswa agar mampu menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial akademik, maupun karir yang mereka hadapi. Melalui layanan Bimbingan dan konseling, siswa mendapatkan ruang aman untuk menyampaikan keluhan mereka.  

Permasalahan Pendidikan di Tinjau Dari Kurikulum Pendidikan

Septa Sabbihisma, Yantoro, Hadiyanto, Eka Sastrawati
Abstract: Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu negara. Melalui pendidikan, seseorang akan mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan lebih luas yang dapat berguna baginya untuk menuju masa depan.… an. Seiring perkembangan zaman, kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan, dari tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka saat ini, yang bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK dan harapan masyarakat. Namun, perubahan yang sering ini justru menimbulkan permasalahan dan hambatan dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan membahas permasalahan pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari aspek kurikulum. Metode yang di gunakan adalah studi literatur seperti jurnal, buku, dan lain sebagainya. Hasil studi literatur yang didapatkan bahwa ada empat isu utama yang menghambat implementasi kurikulum yaitu infrasruktur pendidikan yang kurang memadai, ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa, kurangnya kualitas/kompetensi tenaga pengajar dan beban materi yang terlalu padat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis yang komprehensif, seperti peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyusunan kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan, serta penyederhanaan materi pembelajaran agar lebih fokus pada pencapaian kompetensi esensial. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih adaptif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang unggul sesuai dengan tuntutan zaman.

Analisis Inovasi Desain Kemasan Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kebab: Studi Kasus Mecca Kebab

Derina, Naila Muthi, Syalsyaira, Mariska, Anissa, Dwi Nur, Tahara, Tanthia Putri, Zahradian, Asyifa, Sagala, Caren Foebe Ancilla, Bakara, Christ Yessi Marlina, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi desain kemasan sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM, dengan studi kasus pada produk Mecca Kebab. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM tersebut terletak pada kemasan… masan yang kurang praktis, mudah rusak, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen dari segi higienitas serta kenyamanan penggunaan. Penelitian menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi atribut kemasan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka dan tertutup yang diolah menggunakan matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% responden sangat setuju dan 38,7% setuju terhadap inovasi kemasan dengan lapisan anti-minyak dan desain sleeve khusus. Aspek kebersihan, kehigienisan, dan kenyamanan menjadi faktor dengan prioritas tertinggi, sedangkan daya tarik visual memiliki pengaruh paling rendah. Atribut teknis yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kemasan adalah desain ergonomis (34,50%) dan bahan kemasan (29,80%). Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kemasan fungsional, higienis, dan praktis dapat meningkatkan citra serta daya saing produk UMKM di pasar yang kompetitif.