Search Articles & Publications

Showing 901 articles found for "Bangun"

Model Contektual Teacehing Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lampasio Semester 1 Tahun Pelajaran 2023/2024

I Putu Darmawan
Abstract: Tingkat kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, Tingkat kemajuan suatu negara memang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan secara umum, tetapi ketika kita membicarakan kualitas pendidikan… dalam konteks Agama Hindu atau agama manapun, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan Pendidikan agama, termasuk pendidikan Hindu, seringkali berfokus pada pembentukan karakter dan penyampaian nilai-nilai moral. Dalam konteks Hindu, nilai-nilai seperti dharma (kewajiban dan moralitas), karma (aksi dan akibat), dan ahimsa (non-kekerasan) bisa memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu. Pendidikan agama yang kuat bisa membantu membangun masyarakat yang lebih beretika dan berintegritas, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio dengan penerapan model Contektual Teacehing Learning.  Metode pengumpulan datanya berupa tes hasil belajar.   Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang diperoleh pada pra siklus baru mencapai nilai rata-rata 69,04, pada Siklus I meningkat menjadi 73,46 dengan ketuntasan belajar 69%, pada Siklus II meningkat menjadi 89,42 dengan ketuntasan belajar 88%, dengan demikian indikator kinerja telah tercapai dan tindakan dianggap berhasil. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penelitian dengan penerapan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio tahun pelajaran 2023/2024

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas V SD Negeri 5 Mayoa Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024

I Wayan Murdiana
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Negeri 5 Mayoa hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Negeri 5 Mayoa tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas V SD Negeri 3 Rianggede Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Nengah Dwi Indrayani
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Negeri 3 Rianggede hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Negeri 3 Rianggede tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Sosialisasi Pelaporan SPT Dan Prosedur Perhitungan Pajak Penghasilan Final Pada Umkm Ayam Geprek Nelo

Afifatur Rahmi, Meylani Pratiwi, Putri Hanifah, Putri Intan Permata Sari
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) serta prosedur perhitungan Pajak Penghasilan (PPh)… PPh) Final. Fokus utama kegiatan ini adalah UMKM Ayam Geprek Nelo di Kota Padang yang masih menghadapi kendala dalam melaporkan pajaknya secara mandiri. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pendampingan langsung kepada pemilik usaha. Materi yang diberikan mencakup tata cara pelaporan SPT secara elektronik melalui e-Form Direktorat Jenderal Pajak (DJP), perhitungan PPh Final berdasarkan omzet bulanan, serta pentingnya kepatuhan pajak bagi keberlanjutan usaha. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha dalam menghitung serta melaporkan pajak secara mandiri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Ayam Geprek Nelo dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam operasional bisnisnya, serta menjadi contoh bagi UMKM lain dalam menerapkan kepatuhan pajak yang baik. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya pajak sebagai kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Pemetaan dan Penyebaran Penyakit Stunting di Kota Ambon

Wahyu Pratama Ulath, Fadli H. Wattiheluw
Abstract: Stunting merupakan salah satu prasyarat terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak (di bawah 5 tahun). Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting antara lain pola asuh yang buruk, kurangnya pelayanan kesehatan bagi… agi ibu hamil, kurangnya pengetahuan keluarga tentang makanan bergizi, dan sulitnya memperoleh air bersih dan higienis. Dinas Kesehatan Kota Ambon merupakan salah satu lembaga yang melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap perencanaan program kesehatan, termasuk pencegahan penyebaran penyakit, khususnya perkembangan stunting. Saat ini Dinas Kesehatan Kota Ambon memiliki penderita stunting yang bisa dikatakan cukup rentan, Pada sistem pemetaan dan penyebaran stunting di kota ambon penulis menggunakan pemrogramam PHP dan MYSQL serta menggunakan fremwork codigniter untuk pengolahan data, metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif, observasi, wawancara,analisis,pustaka, perancangan sistem, pembangunan sistem dan uji coba. hasil dari penelitian ini adalah mengahasilkan rancang bangun sistem informasi geografis pemetaan dan penyebaran penyakit stunting di Kota Ambon.

Korupsi Dalam Bentuk Suap Menyuap Di Indonesia

Syahbana, Satrio, Hakim, Fajrul, Hafsoh, Hanifah, vinriani, meiyuri, yulanda, tri, Berutu, Nazwa Felinda, Andiyah, Tati Yalina, iskandar, intan cahya, Dahrani, Eza Fira
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mengenai bahaya game online melalui pendidikan hadis di Desa Padang Tualang. Maraknya penggunaan game online di kalangan anak-anak dan… an remaja telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan, penurunan prestasi akademik, dan gangguan kesehatan mental. Pendidikan hadis menjadi salah satu pendekatan efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai Islam terkait pengelolaan waktu dan perilaku positif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hadis dalam program pendidikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak buruk game online serta mendorong perilaku yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi peran tokoh agama, dukungan keluarga, dan pendekatan berbasis komunitas. Kendala yang dihadapi antara lain rendahnya minat belajar hadis di kalangan anak muda serta kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan program edukasi berbasis nilai-nilai Islam guna menekan dampak negatif game online.

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budhi Pekerti Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Catur Guru Kelas VI SD Inpres 5 Birobuli

Desak Ketut Rai Muriasih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Catur Guru di kelas VI SD Inpres 5 Birobuli.… Model PBL diterapkan untuk membangun pemahaman siswa secara aktif melalui eksplorasi dan pemecahan masalah dalam konteks nyata, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif terhadap nilai-nilai ajaran Catur Guru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Keberhasilan pembelajaran berbasis masalah ini ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata nilai siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, serta meningkatnya keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini juga membantu siswa memahami konsep Catur Guru secara lebih mendalam serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan model PBL dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, khususnya dalam mengajarkan nilai-nilai ajaran agama yang berbasis kearifan lokal.

Urgensinya Moral Pancasila Untuk Membangun Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Lingkungan 6 Kota Bangun Kecamatan Medan Deli

Subhan Misran, Sahil Sayri As Sani, Zahara Ramadani, Fatimah Zahro, Nadra Daulay, Cindy Sipahutar, Masrul Zuhri
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman. Ini membahas urgensi moral Pancasila dalam… membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menelusuri nilai-nilai dasar Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, penelitian ini menggali bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat moralitas generasi muda Indonesia. Di samping itu, pembahasan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menginternalisasi moral Pancasila serta pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Dengan demikian, penguatan moral Pancasila menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berkemajuan.

Pengaruh Nilai Wahdatul Ulum Dalam Membangun Etika Kesehatan Berbasis Tauhid

Ade Febriyanti Tambunan, Adilla fathimah azzahra, Fatimah Zahro, Kiki Anugrah, Lola Claudia, Meikesya Munthe, Nafisa Balqis Hrp, Noor Asninaeka Azzahra S Meliala, Rahma Yanti Lubis, Sartika Ramadani Srg, Syalwa Madani, Zahwa Aqila Maulida
Abstract: Artikel ini membahas pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam konteks kesehatan. Konsep Wahdatul Ulum, yang berakar pada prinsip tauhid, menekankan bahwa semua pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan,… esehatan, harus dipandang sebagai kesatuan yang harmonis,  di mana sains dan agama saling melengkapi dan tidak terpisahkan.Penerapan nilai Wahdatul Ulum dalam etika kesehatan bertujuan untuk menciptakan praktik kesehatan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual dan moral. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan, di mana pasien tidak hanya disembuhkan secara fisik tetapi juga mendapatkan kesejahteraan spiritual. Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Wahdatul Ulum, diharapkan para profesional kesehatan dapat mengembangkan karakter yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan dalam bidang kesehatan sejalan dengan prinsip moral dan etika yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan demikian, Wahdatul Ulum berperan sebagai fondasi dalam membangun etika kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan.

Implementasi Nilai Pawongan Dalam Kegiatan Membuat Canang Untuk Membentuk Karakter Gotong Royong Peserta Didik Kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo

Ni Wayan Suparni
Abstract: Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi… api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan." Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."