Abstract:Pemanfaatan lahan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga di Dusun Cangaan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, merupakan alternatif yang dapat memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat…
kat setempat. Banyaknya lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal menunjukkan potensi besar yang belum tereksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Dusun Cangaan mengenai teknik pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, penyuluhan mengenai pemanfaatan media tanam, pembibitan, pemupukan organik, dan teknik budi daya yang baik. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan, yang diikuti dengan peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan pertanian rumah tangga. Dengan demikian, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memberikan kontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Abstract:Siswa SD Negeri 01 Pasa Surian mengalami rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan kesulitan memahami materi yang disampaikan guru khususnya di kelas IV B. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa…
berapa faktor. Salah satunya, yakni kurangnya penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan model group investigation dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa di kelas IV B SD Negeri 01 Pasa Surian. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas IV B SD Negeri 01 Pasa Surian pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan. Setiap akhir pertemuan dilaksanakan tes tertulis dalam bentuk essay untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV B. Hasil penelitian siklus I terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa 71,43% dan pada siklus II meningkat 90,50%. Terjadi peningkatan siklus I ke siklus II 19,07%. Hasil observasi aktivitas guru siklus I 86% dan siklus II 94,44%. Terdapat peningkatan siklus I ke siklus II 8,44%. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I 76,82% dan siklus II 90,37%. Terdapat peningkatan siklus I ke siklus II 13,55%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation ini dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV B SD Negeri 01 Pasa Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok.
Abstract:Salah satu produk yang memberikan prningkatan perekonomian yang diperhitungkan di sektor pertanian peningkatan daya saing dan agribisnis terpadu yang dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga pekebun, salah satunya adalah…
ah komoditas kopi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk Memahami strategi pemasaran komoditas kopi untuk meningkatkan, memperluas pasar dan untuk menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha kopi di Desa Gombengsari, memahami tantangan dan peluang yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pemasaran kopi. Hasil penelitian ini merupakan suatu model Merancang strategi untuk pengembangan dan pemasaran komoditas kopi demi meningkatkan pasar produk pertanian akan menjadi acuan penting dalam menyususn kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi untuk masa depan. Memberikan harapan yang lebih baik untuk petani kopi.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik di kelas V SD Negeri 01 Pasa Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan…
n model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik di kelas V SD Negeri 01 Pasa Surian.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini peserta didik kelas V SD Negeri 01 Pasa Surian pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan data kualitatif berupa hasil lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik.
Hasil penelitian siklus I ketuntasan hasil belajar Matematika peserta didik 70% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,33% dengan peningkatan 23,33%. Proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 aktivitas guru diperoleh 55,56% dan pertemuan 2 diperoleh 72,22% dengan peningkatan 16,66%, aktivitas peserta didik pertemuan 1 diperoleh 54,54% dan pertemuan 2 diperoleh 72,72% dengan peningkatan 18,18%. Pada siklus II pertemuan 1 aktivitas guru diperoleh 80,56% dan pertemuan 2 diperoleh 91,67% dengan peningkatan 11,11%%, aktivitas peserta didik pertemuan 1 diperoleh 81,81% dan pertemuan 2 diperoleh 90,90% dengan peningkatan 9,09%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Matematika peserta didik di kelas V SD Negeri 01 Pasa Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok.
Abstract:Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat menggambarkan sebuah kebahagiaan dan kualitas hidup rakyat. Akan tetapi, terjadinya ketimpangan tingkat kesejahteraan pada masing-masing provinsi dibuktikan dengan perbedaan nilai indeks…
ndeks pengembangan manusia pada masing-masing provinsi di Indonesia. Pemilihan subjek penelitian di Provinsi Jawa Timur disebabkan karena Provinsi Jawa Timur memiliki sumber daya yang baik yang dapat mendorong potensi pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya, sehingga dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik data faktor-faktor yang diduga memengaruhi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Timur tahun 2023. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pada karakteristik data variabel AHH, IPM, persentase penduduk berpendidikan, persentase penerima KKS, dan jumlah tenaga kesehatan memiliki boxplot yang tidak simetris, sedangkan pada variabel persentase penduduk miskin memiliki boxplot yang simetris. Selain itu, terdapat outlier pada variabel persentase penduduk miskin terdapat pada Kabupaten Sampang, pada variabel persentase penduduk berpendidikan terdapat pada Kota Malang dan Kota Surabaya. Serta pada variabel jumlah tenaga kesehatan terdapat pada Kabupaten Sidioarjo dan Kota Surabaya. Pada pengujian asumsi menunjukkan bahwa data faktor-faktor yang diduga memengaruhi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Timur tahun 2023 memenuhi asumsi. Pada analisis faktor terbentuk menjadi dua komponen. Komponen pertama mampu menjelaskan sebagan besar variabilitas data. Pada komponen pertama terdiri dari variabel AHH, persentase penduduk miskin, IPM, dan persentase pengeluaran makanan. Komponen kedua terdiri dari variabel persentase penduduk berpendidikan, persentase penerima KKS, dan jumlah tenaga kesehatan. Faktor pertama diberi nama kemiskinan dan kerentanan sosial dan pada faktor kedua akses terhadap layanan dasar. Serta, korelasi yang tinggi pada komponen pertama menunjukkan bahwa faktor ini layak untuk merangkum ketujuh variabel yang dianalisis.
Kata Kunci: Analisis Komponen Utama, Analisis Faktor, Kesejahteraan Masyarakat
Abstract:Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga penjaga konstitusi memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Proses pengangkatan hakim konstitusi sebagai anggota lembaga ini pun diatur secara ketat dalam…
lam undang-undang, salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi. Undang-undang ini bertujuan untuk menjamin independensi, integritas, dan profesionalisme hakim konstitusi.Dalam praktiknya, proses pengangkatan hakim konstitusi seringkali menjadi sorotan publik. Keputusan ini menuai berbagai kritik, salah satunya terkait dengan dugaan cacat formil dalam proses pembentukannya. Cacat formil ini diindikasikan dari adanya ketidaktransparanan dan kurangnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi keputusan tersebut. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diketahui sejauh mana Keputusan Presiden tersebut telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku dan apa saja implikasi hukum dari adanya dugaan cacat formil dalam proses pembentukannya. Penelitian ini memiliki kontribusi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini dapat memperkaya khasanah ilmu hukum tata negara, khususnya mengenai pengawasan terhadap pelaksanaan kekuasaan membentuk peraturan perundang-undangan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala atau tantangan dalam pelaksanaan prosedur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai prosedur pembentukan keputusan tersebut. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota. dengan demikian maka suatu peraturan yang berada di bawah tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya. Berlakunya asas ini mencerminkan adanya hubungan antara superordinasi dan subordinasi antara satu peraturan dengan peraturan lainnya. Artinya, substansi dalam Ketetapan Presiden tersebut bersifat khusus konkrit, individual, dan final seperti pengangkatan hakim konstitusi. Apabila terjadi pelanggaran pada asas tersebut maka pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Pertimbangan Majelis Hakim pun menyatakan bahwa gugatan penggugat dikabulkan dengan amar putusan diterima sehingga dengan ini Majelis Hakim memutus untuk menyatakan batal Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 87/Tahun 2013 tertanggal 22 Juli 2013. Oleh karena itu, berdasarkan penjelasan yang telah penulis tuangkan dalam paragraf-paragraf sebelumnya dapat dicermati bahwa hubungan antara Keputusan Presiden No. 87/2013 dapat dinilai bertentangan terhadap UU No. 8/2011 karena tidak sesuai dengan asas lex superior derogat legi inferiori.
Abstract:Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Kepala desa dalam Optimalisasi Pelayanan Masyarakat pada Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Teknis Analisis Data dalam penelitian ini, baik…
baik data primer maupun data sekunder dianalisis secara deskriptif, dengan menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah sebuah cara atau metode penelitian yang lebih menekankan analisa atau deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini dapat disimpuilkan bahwa Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Optimalisai Pelayanan Masyarakat pada Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki Kab. Konawe ditinjau pada tiga aspek yakni pertama; Kemampuan Analitis. Kemampuan analitis kepala Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki dalam optimalisasi pelayanan menunjukan kemampun analitis yang baik, hal ini dapat dipahami dari proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala desa melalui beberapa tahapan dan pendalaman masalah. Kedua; keterampilan Komunikasi. Keterampilan komunikasi kepala desa dalam memberikan pelayanan di Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik, walaupun dari aspek komunikasi formal masih belum optimal. Sedangkan kemampuan kepala Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki pada aspek kemampuan mendengarkan dan adaptasi menunjukan bahwa kepala desa memiliki kemampuan yang mumpuni, hal tersebut dapat dilihat dari sikap kepala desa yang merespon dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, latarbelakang masyarakat yang heterogen di Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki. Ketiga;. Ketegasan. kepemimpinan kepala desa dari aspek ketegasan dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat belum mampu memberikan kepuasan dengan baik.
Abstract:Latar belakang dalam penelitian ini adalah terdapat permasalahan yakni mengenai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga perlu adanya evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mendorong peran BUMDes…
Des di Desa Walay Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi kebijakan pemerintah desa dalam mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan mengetahui bagaimana peran dari Badan Usaha Milik (BUMDes) dalam mencapai tujuan yang telah diamanatkan oleh kebijakan pemerintah desa di Desa Walay Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif. Adapun informan dari penelitian ini terdiri dari Sekretaris Desa Walay, Bendahara, pengurus BUMDes, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2017-2020 dan masyarakat Desa Walay. Untuk kunci informan dalam penelitian ini adalah Direktur BUMDes yang menjabat saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mendorong peran badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih kurang efektif hal ini dipengaruhi kurangnya (1) partisipasi masyarakat, (2) kurangnya keterlibatan pemerintah desa, dan (3) kurangnya keterlibatan Badan Pengawas BUMDes dalam membantu mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan BUMDes. Sehingga diharapkan pemerintah harus lebih berperan penting baik itu masyarakat, maupun Badan Pengawas BUMDes dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa Walay.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi, khususnya internet, membuka peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Namun, permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti fakir miskin, masih menjadi…
tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Bantuan Sosial yang efisien dan efektif, dengan fokus pada Kabupaten Banyuwangi. Sistem ini diharapkan dapat mengintegrasikan data penerima bantuan, jenis bantuan, dan jadwal penyaluran, sehingga dapat meminimalisir penyelewengan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Abstract:Perancangan sistem digitalisasi arsip dokumen berbasis web di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dilakukan untuk memberikan solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan pengelolaan arsip dokumen di Dinas Lingkungan…
gkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi informasi dan manajemen dokumen. Sistem digitalisasi arsip dokumen terdiri dari dua komponen utama: front-end sebagai antarmuka pengguna untuk dapat mengakses dan mencari dokumen yang dibutuhkan, serta back-end untuk pengelolaan dokumen dan penyajian dokumen oleh admin. Dengan adanya sistem digitalisasi arsip dokumen pegawai dapat mengelola dokumen arsip secara lebih efektif dan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi di Dinas Lingkungan Hidup.
Perancangan sistem menggunakan pendekatan model Software Development Life Cycle (SDLC) model ini menggunakan metode Prototype, yang memastikan setiap tahapan dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengumpulan kebutuhan hingga perancangan. Desain sistem ini juga didukung oleh berbagai diagram, seperti Use Case Diagram, Class Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai alur data dan interaksi dalam sistem. Hasil perancangan sistem digitalisasi dokumen arsip dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan pengelolaan dokumen arsip di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi informasi dan manajemen dokumen.