Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Existence and Uniqueness of Fixed Points In Complex Value Metric Space

Nurul Huda, Siti Nafisah
Abstract: Himpunan yang dilengkapi dengan suatu metrik disebut ruang metrik dan dituliskan dengan (X,d). memperkenalkan konsep ruang metrik yang lebih baru, yaitu ruang metrik bernilai kompleks. Ruang metrik bernilai kompleks merupakan… pakan perumuman dari ruang metrik klasik. Selain itu, juga membahas tentang teorema titik tetap pada ruang metrik bernilai kompleks. Titik tetap merupakan suatu titik yang dipetakan ke dirinya sendiri. Kemudian, titik tetap mengalami perluasan menjadi titik tetap berpasangan. Titik tetap berpasangan adalah sepasang titik yang dipetakan ke masing-masing elemen pasangan titik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan eksistensi dan ketunggalan titik tetap berpasangan pada ruang metrik bernilai kompleks. Penelitian dilakukan dengan membentuk barisan dari pemetaan F yang kontraktif di ruang metrik bernilai kompleks. Selanjutnya, membuktikan bahwa barisan tersebut adalah barisan Cauchy dan konvergen ke titik tetap berpasangan di F. Kemudian membuktikan bahwa F memiliki titik tetap berpasangan yang tunggal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemetaan F pada ruang metrik bernilai kompleks yang memenuhi salah satu dari tiga ketaksamaan dengan dua koefisien yang jumlahannya kurang dari satu memiliki titik tetap berpasangan yang tunggal.

Etika Dan Perilaku Moral

Syafri Fadillah Marpaung, Azwar Alamsyahdana, M. Rezi Syahbanda Nst, Jogi Pras
Abstract: Etika dan perilaku moral memegang peranan krusial dalam membentuk dasar nilai dan norma yang mengarahkan tindakan individu dan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki konsep etika sebagai landasan filosofis untuk mengevaluasi… uasi apa yang dianggap benar atau salah. Perilaku moral, sebagai bentuk praktis dari etika, mencakup keputusan sehari-hari yang memengaruhi hubungan interpersonal dan dinamika sosial. Diskusi melibatkan keterkaitan antara etika dan perilaku moral, dampaknya terhadap individu dan kelompok, serta peran pentingnya dalam membentuk karakter dan keberlanjutan masyarakat. Penekanan pada pemahaman nilai-nilai moral universal dan implementasi mereka dalam konteks kultural menjadi sorotan utama. Penelitian ini merangkum konsep-konsep kunci dan tantangan dalam menjaga integritas etika dan perilaku moral di tengah kompleksitas dunia modern

Perencanaan Sistem Manajemen Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Di Sekolah SMPN 35 Medan

Melati Br. Lubis, Marsyela, Putri Suci Ramadhani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan sistem manajemen strategi Pendidikan untuk meningkatkan mutu di sekolah SMPN 35 Medan. Metode yang digunakan peneliti adalah analisis data deskriptif kualitatif… itatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, dokumentasi, observasi dengan salah satu guru di SMPN 35 Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan sistem manajemen strategi di SMPN 35 Medan guna meningkatkan mutu Pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini akan fokus pada defenisi manajemen, implementasi manajemen strategik, defenisi mutu Pendidikan, model dan proses penyusunan perencanaan strategi dan yang terakhir implementasi perencanaan strategi dalam meningkatkan mutu Pendidikan  madrasah. Hasil penelitian mengenai perencanaan sistem manajemen strategi di sekolah SMPN 35 Medan menunjukkan bahwa perencanaan yang baik dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Dengan perencanaan yang baik, kepala sekolah dan tim manajemen dapat merencanakan dan mengimplementasikan kebijakan dan program yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, maka dengan ini dapat meningkatkan mutu dalam sebuah Lembaga Pendidikan.

Pendidikan Kewirausahaan Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Berwirausaha

Tarisa Munawwarah, Nur Khofifah Siregar, Intan Savitri, Melati Br.Lubis
Abstract: Pendidikan kewirausahaan adalah aktivitasaktivitas pengajaran dan pembelajaran tentang kewirausahaan yang meliputi pengembangan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan karakter pribadi sesuai dengan umur dan perkembangan siswa… wa Pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa. Minat wirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung risiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya tersebut. Minat wirausaha berasal dari dalam diri seseorang untuk menciptakan sebuah bidang usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal untuk meningkatkan minat berwirausaha generasi muda.

Penerapan Strategi Dan Perilaku Organisasi Dalam Pendidikan

Fathia Hanifah, Dinda Aulia Sani, Maidina
Abstract: Rendahnya produktivitas lulusan, faktor-faktor terkait isu value for money, dan faktor akuntabilitas pendidikan merupakan isu-isu strategis dalam dunia pendidikan saat ini. Cara berperilaku hierarkis menggabungkan beragam… m filosofi, gambaran, dan keyakinan mendasar yang rumit yang berlaku dalam suatu organisasi dan mempengaruhi cara organisasi tersebut mempertahankan tujuannya. Mengasah budaya hierarki adalah tugas utama dalam strategi penting yang kuat. Proses mewujudkan perubahan diawali dengan perubahan pola pikir (way of thought). Penelitian dengan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dengan teknik research, maka pembahasan jurnal ini lebih mengarah kepada strategi dan perilaku organisasi dalam pendidikan. Menciptakan strategi adalah salah satu hal penting dalam organisasi, memperhatikan hal-hal kecil hingga besar akan mempengaruhi perilaku dalam berorganisasi seseorang.

Optimalkan Potensi Bisnis: Pendampingan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia di UMKM Kota Balikpapan

Melda Aulia Ramadhani, Muhammad Rinaldi
Abstract: Pada era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan… Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. UMKM memberikan kesempatan bagi individu untuk mengembangkan keterampilan dan kapasitas dalam mengelola bisnis. Dengan demikian, UMKM berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kapasitas pengusaha di Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada UMKM Daengta Roti dan Kopi yaitu keterbatasan pengetahuan manajemen SDM, UMKM sering kali tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengelola SDM mereka. Kurangnya pemahaman tentang rekrutmen, pelatihan, pengembangan, dan pengelolaan kinerja dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Selain itu kurangnya pemahaman tentang konsep ekonomi kreatif. Banyak UMKM yang belum sepenuhnya memahami konsep ekonomi kreatif dan bagaimana menerapkannya dalam bisnis mereka. Hal ini dapat menghambat perkembangan UMKM dalam menciptakan produk atau layanan yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Keterbatasan sumber daya: UMKM sering kali menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dalam hal keuangan maupun tenaga kerja. Hal ini membuat sulit bagi mereka untuk menginvestasikan waktu dan uang dalam meningkatkan kompetensi manajemen SDM berbasis ekonomi kreatif Dari beberapa materi yang telah diberikan upaya transfer pengetahuan dalam bidang SDM dilakukan. Sehingga, diharapkan UMKM dapat mempersiapkan SDM unggul dalam peningkatan kompetensi SDM itu sendiri. Menghasilkan SDM yang memiliki keahlian melalui peningkatan dengan kualitas diri. Selain itu, berdasarkan tahapan aktivitas yang telah dilaksanakan, kegiatan pengabidan kepada masyarakat pada UMKM Daengta Roti dan Kopi telah dilaksanakan dengan baik. Peningkatan SDM dapat memperoleh hasil akhir yang baik jika dilaksanakan secara berkesinambungan. Karena keahlian dan kemampuan dalam pengelolaan SDM adalah pembelajaran yang berkelanjutan.

Pola Hidup Konsumtif Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kartu Kredit Syariah: Tinjauan Maslahah Mursalah

Dian May Syifa, Rena Zulfaidah, Muhammad Fahmi Nurani
Abstract: Perkembangan produk bank syaraiah sangat fleksibel mengikuti kebutuhan masyarakat, salah satu produk yang sangat berkembang saat ini adalah kartu kredit syariah. Semakin banyaknya transaksi yang menggunakan kartu kredit… mendorong bank syariah juga ikut berinovasi dalam produk kartu kredit, akan tetapi banyak pendapat yang mengatakan bahwa kartu kredit syariah lebih mendekatkan diri kepada sifat israf (berlebih-lebihan) sehingga mendorong umat Islam bersikap konsumtif, boros dan membiasakan untuk berutang. Tulisan ini hadir beranjak dari permasalahan perkembangan teknologi pada bidang ekonomi syariah. Melalui metode penelitian yuridis normatif, pendekatan deskriptif kualitatif, serta metode desk study sebagai teknik pengolahan data dan informasi mengenai hal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan sebagai penjelas, dengan cara mempelajari, mengkaji, menelaah secara mendalam hingga mendapatkan hasil yang memiliki keterkaitan terhadap permasalahan yang diteliti. Hasil penulisan menunjukkan bahwa terkait dengan pola hidup konsumtif masyarakat melalui pemanfaatan kartu kredit syariah, jika ditinjau dari perspektif maslahah mursalah, kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip ekonomi syariah karena pola hidup konsumtif merupakan suatu hal yang menyalahi aturan dalam ajaran Islam yang memerintahkan umatnya agar tidak menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat dan menghindari hal yang bersifat mendatangkan kemudharatan dikemudian hari, sebagaimana Fatwa DSN MUI Nomor 54/DSN-MUI/X/2006 yang menerangkan bahwa diperbolehkannya penggunaan daripada kartu kredit salah satunya adalah tidak menggunakannya untuk menunjang perilaku hidup yang bersifat konsumtif atau berlebih-lebihan (israf). Sehingga diperlukan edukasi dan imbauan agar masyarakat memanfaatkan kartu kredit syariah secara bertanggung jawab, dan tidak terjebak pola konsumtif yang merugikan.

Peran Akhlak Tasawuf Dalam Mengatasi Problematika Masyarakat Modern

Olivia, Olivia, Adha Anjeli, Abdul Hakim Pohan, Erman, Radhaiatul Hasnah
Abstract: Semakin pesatnya pertumbuhan dan perputaran globalisasi dalam kehidupan memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek seperti pergeseran pola hidup serta gaya hidup masyarakat pada saat ini dimana prinsip-prinsip moral… oral dan etika mulai ditinggalkan karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai modern. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran tasawuf dalam mengatasi permasalahan masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui tinjauan literatur dari sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan tema ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan prinsip-prinsip sufi ke dalam kehidupan sehari-hari akan berdampak pada ketenangan jiwa dengan lebih mendahulukan perintah Allah SWT dari pada Hawa nafsu akan kecintaan terhadap dunia. Karena Sufisme pada hakikatnya berupaya membimbing umat manusia menuju kedekatan yang lebih mendalam dengan Allah SWT. Tasawuf sangat penting bagi masyarakat modern karena dapat berupaya sebagai pengingat bagi manusia agar tidak lari dari fitrahnya, sehingga menjadikannya lebih manusiawi.

Tumpang Tindih Kewenangan dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah

Muhammad Zaini, Mariani
Abstract: Setelah diamandemennya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, kompetensi absolut peradilan agama diperluas. Pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan… rbankan Syariah memperkuat kewenangan peradilan agama dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah. Polemik muncul ketika Penjelasan Pasal 55 ayat (2) juga memberikan kewenangan kepada peradilan umum menyelesaikan sengketa perbankan syariah. Sehingga berdampak pada tumpang tindihnya kewenangan dalam penyelesaian sengketa perbankan syariah.  Masalah ini lalu diajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Mahkamah Konstitusi, Penjelasan Pasal 55 ayat (2) bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan Mahkamah Konstitusi masih menimbulkan perdebatan karena hanya menghapus Penjelasan Pasal 55 ayat (2), bukan menghapus pasalnya. Permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah lembaga peradilan manakah yang berwenang menyelesaikan sengketa perbankan syariah pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Putusan Nomor 93/PUU-X/2012 terkait kewenangan penyelesaian sengketa perbankan syariah dianggap sudah tepat, memutuskan bahwa penyelesaian sengketa perbankan syariah harus melalui peradilan agama sesuai dengan kompetensi absolutnya. Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut telah menghilangkan dualisme penyelesaian sengketa perbankan syariah.

Eksekusi Hak Tanggungan Syariah

Alfian Syukron, M. Ramadhani, Mariani
Abstract: Perkembangan perbankan syariah telah menjadi salah satu bagian penting dalam sistem keuangan global dengan pertumbuhan yang signifikan di banyak negara. Seperti munculnya Eksekusi hak tanggungan syariah, eksekusi hak tanggungan… ggungan syariah dilakukan ketika peminjam gagal memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian pinjaman yang telah disepakati. Ini bisa terjadi jika peminjam tidak dapat membayar pinjaman sesuai jadwal atau tidak memenuhi syarat-syarat lain yang telah disepakati dalam perjanjian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan. Sumber kajian artikel ini adalah buku, tesis, artikel atau jurnal, serta prosiding yang sesuai dengan tema atau topik yaitu eksekusi hak tanggungan syariah. kesimpulan dari penelitian ini pertama Hak tanggungan syariah adalah salah satu jenis jaminan yang sering diterapkan dalam akad pembiayaan perbankan syariah. Hak tanggungan ini memberikan rasa aman bagi kreditur dan perlindungan hukum dari kerugian. Hak Tanggungan sendiri diatur dalam Undang undang no. 4 tanggal 9 April 1996 pasal 1 ayat 1 adalah: “Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah, yang selanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.