Search Articles & Publications

Showing 3124 articles found for "Analisis"

Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien Mengenai Penggunaan Antibiotik di Ruang Rawat Inap RSUD Bahteramas

Rifa'atul Mahmudah, Rifa’atus Shalihah
Abstract: Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan terapi infeksi. Rendahnya pemahaman terkait indikasi, aturan pakai, serta risiko penggunaan antibiotik yang tidak… tepat dapat berkontribusi terhadap munculnya resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga pasien di ruang rawat inap infeksius RSUD Bahteramas mengenai antibiotik, termasuk hubungannya dengan usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner berisi 10 pernyataan benar–salah. Sebanyak 100 responden dengan rentang usia 20–59 tahun berpartisipasi dalam penelitian. Hasil menunjukkan bahwa 44% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 45% sedang, dan 11% rendah. Pernyataan dengan jawaban benar tertinggi adalah “Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri” (73% benar), sedangkan pernyataan dengan jawaban salah terbanyak adalah “Boleh memberikan antibiotik yang sama kepada anggota keluarga lain jika gejalanya mirip” (72% salah). Analisis karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 18–35 tahun memiliki pengetahuan lebih baik dibanding kelompok usia lebih tua, sedangkan responden berpendidikan SD–SMP cenderung memiliki pengetahuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat miskonsepsi signifikan terkait penggunaan antibiotik pada keluarga pasien di ruang rawat infeksius. Temuan ini penting sebagai dasar perencanaan program edukasi yang lebih terarah untuk mencegah penggunaan antibiotik secara tidak tepat.

Pluralisme Hukum dalam Layanan Publik: Model Perlindungan Kopi Indikasi Geografis Banyuwangi Berbasis Aturan Lokal Petani

Wahyudiono, Andhika, Supranoto, Supranoto, Wahyudi, Edy, Oktawirani, Panca, Khristianto, Wheny
Abstract: Rendahnya penerjemahan aturan lokal (petik merah) ke standar layanan publik formal, sehingga IG berisiko menjadi dokumen administratif tanpa kontrol kualitas riil. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model layanan… publik pluralistik yang mengharmonisasikan hukum negara dan living law komunitas petani untuk menjaga reputasi serta nilai ekonomi kopi. Metodologi menggunakan desain yuridis empiris kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informan purposif, dan dokumen legal. Analisis memakai triangulasi teori. Teori utama mencakup pluralisme hukum Griffiths, tata kelola komunal Ostrom, dan perspektif budaya kekayaan intelektual Coombe. Lokasi penelitian mencakup empat kecamatan produsen kopi seluas 9.959 Ha. Hasil menunjukkan formalisasi IG oleh DJKI berdampak pada kenaikan harga Green Bean hingga 62% dan harga petik merah menyentuh Rp90.000/kg karena kepatuhan SOP komunal yang dimonitor MPIG. Kesimpulan menegaskan model layanan publik pluralistik yang fasilitatif memperkuat legitimasi aturan lokal dan keberlanjutan kualitas. Rekomendasi mencakup institusionalisasi model LPP di Pemkab, penguatan MPIG, standar verifikasi substantif, dan replikasi kebijakan IG komoditas lokal secara nasional.

Desain Organisasi Dalam Mega Proyek Transportasi Perkotaan: Analisis Struktur Proyek MRT Jakarta Fase 1

Marvell Syauqi Rosyad Kairupan¹, Maygaza Anhara Putra Brata, Justin Nabil Alpasha, Muhammad Luthfi Naufal, Rahman Mulyawan, Agus Taryana, Yayan Nuryanto
Abstract: Megaproyek transportasi perkotaan seperti MRT Jakarta Fase 1 bukanlah sekadar proyek rekayasa; proyek ini melibatkan lapisan pekerjaan administratif, teknis, dan kelembagaan yang perlu diorganisasikan dengan cermat. Studi… i ini mengkaji bagaimana tim proyek menyusun organisasinya, apa yang membentuk pilihan-pilihan tersebut, dan model organisasi apa yang sebenarnya digunakan selama proses konstruksi. Untuk melakukan hal ini, penelitian ini memanfaatkan literatur akademis, dokumen proyek, dan laporan resmi MRT Jakarta. Sumber-sumber ini membantu menggambarkan bagaimana berbagai pengaturan proyek seperti kontrak tradisional, sistem turnkey, dan manajemen internal muncul dalam pengembangan Fase 1. Analisis ini juga menggunakan empat pertimbangan umum dalam desain organisasi: arah strategis proyek, skala keseluruhannya, teknologi yang diadopsi, dan orang-orang yang terlibat dalam menjalankannya. Selain itu, studi ini membandingkan struktur proyek dengan jenis manajemen proyek yang umum seperti struktur fungsional, matriks, dan lini-dan-staf. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 1 mengandalkan pengaturan hibrida, dengan struktur matriks memainkan peran terbesar. Pilihan ini tampaknya berkaitan erat dengan kompleksitas teknis proyek, jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, dan kebutuhan akan koordinasi lintas fungsi yang stabil. Pada akhirnya, studi ini menyoroti bahwa desain organisasi bukan sekadar elemen latar belakang – melainkan faktor kunci yang membentuk keberhasilan proyek infrastruktur publik berskala besar dan menawarkan beberapa wawasan untuk perencanaan proyek publik di masa mendatang di Indonesia.

Pengembangan Kemasan UMKM “Ayam Celup” Dengan Pendekatan Value Engineering

Beby Ferina Elisabeth Br Sinurat, Arya Akidnaram, Asyifa Zahradian, Abdi Risqullah Widodo, Raisa Sunniva, Maechael Juan D. Pakpahan, Rizqi Wahyudi
Abstract: Kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas, nilai jual, dan daya saing suatu produk pangan. UMKM Ayam Celup Eva Fried Chicken masih menggunakan kemasan sederhana yang belum memenuhi aspek estetika, identitas… tas merek, keamanan bahan, dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kemasan baru melalui pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan Value Engineering (VE). Metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam karakteristik desain teknis melalui House of Quality (HoQ) yang melibatkan 130 responden. Hasil HoQ menunjukkan bahwa ukuran kemasan yang sesuai isi, kejelasan logo dan label informasi, serta penggunaan material ramah lingkungan merupakan prioritas utama. Selanjutnya, pendekatan VE dilakukan melalui tahapan informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, hingga implementasi guna memilih alternatif kemasan yang memberikan nilai terbaik. Hasil akhir penelitian merekomendasikan penggunaan bahan kertas kraft food grade tahan minyak, desain mekanisme fold & lock, penyesuaian ukuran kemasan, serta penguatan identitas merek melalui visual kemasan. Rancangan ini dinilai mampu meningkatkan nilai produk tanpa menambah biaya signifikan serta memberikan kesan profesional pada UMKM. Penelitian ini menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam merancang kemasan efektif, estetis, fungsional, dan berkelanjutan.

Analisis Arsitektur dan Organisasi Komputer dalam Penggunaan dan Pengembangan AI

Gisca Vioretta Manullang, Tiovany A. Siregar, Dita Agnes Tamba, Indra Gunawan
Abstract: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan ini tidak lepas dari peran penting arsitektur dan organisasi komputer yang… ang menjadi dasar sistem komputasi modern. Arsitektur komputer menentukan rancangan logis sistem, sedangkan organisasi komputer menjelaskan cara elemen-elemen perangkat keras bekerja secara efisien untuk mendukung proses pemrosesan data yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arsitektur dan organisasi komputer terhadap efektivitas penggunaan serta pengembangan AI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komparatif terhadap arsitektur CPU, GPU, dan TPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur paralel, efisiensi sistem memori, dan optimalisasi jalur data merupakan faktor utama yang menentukan performa sistem AI. Inovasi seperti TPU dan NPU menandai arah perkembangan baru dalam dunia komputasi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.

Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut BeeClo Pembungkus Ramah Lingkungan Menggunakan Pendekatan Multiatribut Fishbein

Najwa Anandita Fatimah, Marsya Nur Shaqinah, Naqiyya Najla Ibrahim, Pramudia Aqsa Azizi, Dewi Puspitasari
Abstract: Penggunaan pembungkus sekali pakai seperti plastik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat modern, namun menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. BeeClo, sebagai pembungkus ramah lingkungan, hadir… r sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk BeeClo dengan menggunakan pendekatan Multiatribut Fishbein, melalui penilaian tingkat kepentingan (eᵢ) dan kepercayaan (bᵢ) pada atribut aroma, daya rekat, ramah lingkungan, estetika, dan harga. Data diperoleh melalui survei terhadap 80 responden yang merupakan konsumen potensial produk BeeClo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah lingkungan memiliki pengaruh terbesar terhadap sikap konsumen dengan skor tertinggi, diikuti oleh estetika, aroma, harga, dan daya rekat. Secara keseluruhan, konsumen menunjukkan sikap positif terhadap BeeClo, terutama karena nilai keberlanjutan dan tampilan visualnya. Oleh karena itu, strategi pengembangan BeeClo perlu difokuskan pada penguatan nilai keberlanjutan, inovasi pada aspek estetika, serta peningkatan edukasi konsumen terhadap fungsi dan manfaat produk BeeClo yang masih belum banyak diketahui masyarakat.

Reaktualisasi Fungsi Surau Dalam Menguatkan Peradaban Islam Dan Moral Keumatan Di Minangkabau

Deri Putra, Ranti Firdaus
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi… rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.

Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran dan Pembentukan Karakter Peserta Didik

Deri Putra, Julhadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik di era transformasi pendidikan… dikan modern. Fokus kajian diarahkan pada konsep, tujuan, ruang lingkup, langkah-langkah, prinsip, serta tantangan evaluasi kurikulum PAI melalui pendekatan systematic qualitative review berbasis analisis literatur internasional dan dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait efektivitas penerapan model evaluasi Tyler, CIPP, dan taksonomi Bloom dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi tujuan, materi, pelaksana, proses pembelajaran, hasil belajar, serta dampak terhadap penguatan nilai religius dan karakter peserta didik. Evaluasi berbasis prinsip kesinambungan, objektivitas, komprehensivitas, dan akuntabilitas serta berlandaskan nilai Islam terbukti mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih bermakna dan transformatif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan utama evaluasi kurikulum PAI mencakup keterbatasan kompetensi profesional guru, keterbatasan waktu, heterogenitas karakter peserta didik, dan pengaruh budaya digital, yang menegaskan perlunya reformasi evaluasi berbasis data serta inovasi metodologis. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kurikulum yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia di tengah dinamika perkembangan global.

Hakikat Peserta Didik Dalam Perspektif Pendidikan Modern Dan Teknologi Digital

Vici Ananda Putri, Aida Nurindah Silalahi, Dian Ayu Cahyaningrum, Linardo Pratama
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat peserta didik dalam perspektif pendidikan modern yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Dengan menggunakan metode literatur review, penelitian ini menganalisis… alisis berbagai teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan untuk memahami posisi peserta didik dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik tidak lagi dipandang sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki potensi, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan literasi digital yang penting dalam proses pembelajaran. Teknologi digital juga membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, gaya belajar, serta akses peserta didik terhadap sumber belajar yang lebih luas dan fleksibel. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik peserta didik menjadi dasar penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, relevan, dan selaras dengan tuntutan pendidikan modern.

Komodifikasi Tubuh, Ruang Sosial: Kajian Sosiologis Fenomena Fun Run Perilaku Konsumtif di Kota Makassar

Parham Taufik
Abstract: Artikel ini menganalisis fenomena fun run di Kota Makassar melalui perspektif sosiologis dengan fokus pada komodifikasi tubuh dan ruang sosial. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dan observasi… ervasi partisipatif pada tiga event fun run besar di Makassar periode januari-desember 2024-2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fun run telah bertransformasi dari aktivitas olahraga menjadi arena konsumsi yang memanfaatkan tubuh sebagai medium representasi status melalui mekanisme limited edition merchandise, instagrammable moments, dan digital social validation. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomena fun run merepresentasikan bentuk baru ekonomi pengalaman yang mengkomodifikasi partisipasi olahraga masyarakat urban, didorong oleh kebutuhan akan pengakuan sosial di era digital.