Abstract:Eco-print adalah teknik cetak daun yang diimplementasikan ke atas permukaan kain. Teknik yang dipergunakan dalam kasus ini adalah teknik pounding. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana proses penciptaan eco-print dengan…
engan menggunakan teknik pounding. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi batik eco print sebagai bentuk kegiatan kreatif dalam dunia pendidikan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi, eksperimen dan dokumentasi. Sampel dari penciptaan adalah hasil karya penciptaan dengan metode eksperimen yang dilakukan oleh lima orang perupa yang menggunakan berbagai macam daun dan bunga. Hasil dari penelitian penciptaan menunjukan karya yang dibuat diatas kain katun yang menghasilkan cetak daun berwarna hijau kontras adalah daun pepaya jepang. Sedangkan hasil karya cetak bunga yang berwarna terang adalah bunga telang. Batik eco-print ini dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, dapat dilakukan dengan mudah, aman, menyenangkan, dan ramah lingkungan karena hanya membutuhkan alat dan bahan yang sederhana, tanpa melibatkan bahan kimia berbahaya. Batik kreatif dapat di implementasikan menjadi alternatif media pembelajaran seni rupa yang menarik dan efektif. Bidang pendidikan menggunakan batik eco-print ini sebagai jembatan dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa dengan mengeksplorasi variasi motif, warna dan juga segi estetika. Tingkat kegagalan yang rendah akan membuat masyarakat lebih percaya diri untuk mengeksplor design yang diinginkan. Batik eco print ini juga memiliki potensi menjadi produk UMKM berbasis masyarakat yang mudah dilakukan.
Abstract:Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun…
un pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas
Abstract:Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi…
sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.
Abstract:Banyak objek-objek di sekitar kita yang luput dari mata publik, padahal jika diamati lebih lanjut, banyak nilai estetika yang dapat diusung dalam karya seni lukis. Permasalahan dalam penelitian ini, bagaimana cara mengeksplorasi…
splorasi still life dari komposisi yang terdiri atas susunan benda pakai dan flora. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui konsep dari karya seni lukis yang digagas dari tema musim semi; mendokumentasikan gagasan visual dari objek tiga dimensi menjadi dua dimensi di media kanvas. Untuk mencapai sasaran dari tujuan penulisan artikel ini, maka dibutuhkan strategi penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam pembahasan ini adalah lima karya seni lukis yang dibuat di atas kanvas. Hasil dari penulisan ini adalah karya seni lukis yang dibuat didominasi dengan komposisi asimetris sedangkan warna yang digunakan adalah cool tone atau ‘warna dingin’ seperti biru tosca, hijau kebiruan, gradasi ungu, dan kuning oranye. Kelima lukisan ini menarik untuk diteliti karena teknik-teknik yang digunakan beragam dan autentik. Keragaman teknik ini mencerminkan keterampilan artistik dan kepribadian senimannya melalui penggunaan medium, gaya lukis, dan tekstur yang bervariasi. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam karya-karya lukis ini adalah teknik impasto yang mengaplikasikan cat secara tebal pada permukaan kanvas. Oleh karena itu, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan wawasan yang luas mengenai teknik-teknik dan gaya lukis yang bervariasi dan inovatif serta kreativitas yang digunakan untuk menciptakan karya-karya lukis ini.
Abstract:Sisa makanan yang menempel pada bagian interproksimal terutama pada gigi berjejal sulit dijangkau dan dibersihkan menggunakan sikat gigi saja. Sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya…
nya penumpukan plak, terbentuknya karang gigi (kalkulus), dan dapat memicu terjadinya penyakit gusi (gingivitis) dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontitis), benang gigi merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak di bagian interproksima. Penggunaan Benang gigi merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di celah-celah gigi, menggunakan benang gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga Kesehatan mulut agar terhindar dari karang gigi (kalkulus), penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan benang gigi pada mahasiswa dan bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggambarkan respon mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi seperti alasan tidak menggunakannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mau menggunakan benang gigi 44,8% alasan responden menggunakan benang gigi dominannya karena responden merasa penggunaan benang gigi itu penting responden mengatakan bahwa responden merasa nyaman saat menggunakan benang gigi dan benang gigi membuat celah-celah gigi lebih bersih dibandingkan menggunakan tusuk gigi. Dominan responden yang tidak mau menggunakan benang gigi 55,12% alasan responden tidak menggunakan benang gigi dominanya yaitu karena biaya yang mahal sehingga responden tidak mampu membeli benang gigi, dan lingkungan yang tidak terbiasa menggunakan benang gigi, dan responden mengatakan penggunaan benang gigi membutuhkan waktu yang lama sehingga responden malas menggunakan benang gigi.
Kesimpulan penelitian yaitu Sebagian besar Responden tidak menggunakan benang gigi, responden tidak menggunakan benang gigi dikeranakan kurangnya pemahaman tentang teknik penggunaan benang gigi yang benar, dan belum terbiasa untuk menggunakan benang gigi sehingga responden merasa sulit saat menggunakan benang gigi ini dikarenakan kurangnya promosi.
Abstract:Fakta menunjukan setiap tempat pasti ada perbuatan melawan hukum. Khususnya para pejabat daerah yang melanggar asas transparasi dan akuntabilitas. Serta melanggar etika dan hukum, berpotensi merugikan masyarakat dan menciptakan…
iptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instunsi pemerintah. Penegakan hukum harus tegas menangani tindak gratifikasi. Perbuatan melawan hukumnya yaitu gratifikasi masalah yang sering terjadi berupa memberikan hadiah untuk niat yang tidak baik. Penerima gratifikasi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan UU Tipikor serta menuntut pengembalian kerugian yang dialami negara. Pertanggungjawaban hukum bagi pejabat daerah yang menerima gratifikasi dalam pelayanan publik sanagt penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban pejabat daerah yang terlibat gratifikasi serta peran penegak hukum dalam meminimalisir adanya gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Actual Approve). Hasil penelitian menunjukkan gratifikasi sudah dianggap sebagai bentuk suap. Lemahnya pengawasan secara internal juga menjadi faktor utama gratifikasi terjadi. Pelanggaran seperti ini mengakibatkan prinsip good governance menjadi tercoreng. Dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa peraturan yang sudah ada terkait gratifikasi masih terdapat kelemahan atau celah yang dimanfaatkan pelaku. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran menjadi kunci untuk mencipatakan penegakan hukum yang lebih adil dan efektif. Dalam penelitian ini untuk mengatasi gratifikasi dalam pelayanan publik dengan memperkuat sitem pengawasan di setiap instansi pemerintah serta meningkatkan pelatihan bagi pejabat daerah mengenai hukum antikorupsi.
Abstract:Tindakan mempublikasi informasi pribadi seseorang tanpa seizin pemilik data pribadi (Doxing) yang marak terjadi dalam interaksi digital termasuk dalam kegiatan jual beli melalui sistem jasa titip online (Jastip). Tujuan…
dari penelitian ini adalah guna menganalisis pertanggungjawaban hukum atas tindakan doxing yang diperbuat oleh pemilik layanan jasa titip online sebagai bentuk penghakiman atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelanggan. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali permasalahan ini, yang berfokus pada pemahaman dan analisis aturan dan doktrin-doktrin hukum di Indonesia yang sudah ada dengan berpusat pada peraturan perundang-undangan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan doxing dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan Pasal 27A dan Pasal 27B UU ITE yang mengatur tentang pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang melanggar hukum. Selain itu, pada kasus penipuan yang terjadi dalam sistem jasa titip online, Pasal 28 ayat (1) UU ITE dapat menjadi landasan hukum yang lebih relevan menggantikan ketentuan umum dalam Pasal 378 KUHP. Penyedia layanan jasa titip online disarankan untuk menetapkan peraturan yang jelas mengenai kewajiban dan sanksi, serta kebijakan pembatalan sepihak atau tindakan hukum jika pelanggan gagal melunasi. Bentuk penyelesaian masalah yang dipertimbangkan secara matang tidak hanya mengakhiri masalah secara menyeluruh, tetapi juga mencegah munculnya permasalahan baru.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan penggunaan Kvisoft Flipbook Maker untuk membuat sumber belajar elektronik pada subtema 1 benda tunggal dan campuran pada tema 9 “Benda di Sekitar Kita” di kelas V SDN Loji…
DN Loji 2 Kota Bogor. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Examine, Plan, Development, Implementation, Assessment), namun konsentrasi ini sama dengan execution. Penelitian ini menghasilkan buku digital penyajian materi pokok dengan menggunakan Kvisoft Flipbook Maker dengan responden sebanyak 19 siswa. Untuk menguji kepraktisan digunakan lembar validasi oleh ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi dengan hasil yang diperoleh kelas layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil review dari instrumen validator ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi memperoleh rata-rata 92,45% dan hasil angket tanggapan siswa memperoleh rata-rata 90,63%. Mengingat konsekuensi dari tinjauan tersebut, peningkatan materi pertunjukan buku digital yang memanfaatkan produsen flipbook kvisoft dapat diatur agar sesuai untuk digunakan oleh mahasiswa dalam pengalaman yang berkembang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan Sektor Energi yang terdaftar…
rdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2023. Indeks Corporate Social Responsibility mengikuti pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI)-G4. Tobin’s Q digunakan sebagai proksi untuk nilai perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regrsi data panel dengan jumlah sampel sebanyak 11 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori hukum dalam konteks kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta perlindungan…
indungan hukum terhadap demonstran yang menjadi korban kekerasan oleh aparat kepolisian. Relevansi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami penerapan teori pemidanaan dalam hukum pidana, serta kaitannya dengan hak asasi manusia, khususnya dalam konteks demonstrasi yang dijamin oleh undang-undang.Relevansi lebih lanjut muncul dari kebutuhan untuo meningkatkan pemahaman terhadap peran dan batasan diskresi kepolisian dalam situasi tertentu, seperti aksi unjuk rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori pemidanaan seperti teori absolut, relatif dan gabungan memiliki dampak langsung terhadap penegakan hukum terhadap tindakan pidana, termasuk kekerasan oleh aparat. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa meskipun hukum menjamin kebebasan berpendapat, pelanggaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap demonstran, terutama melalui tindakan kekerasan yang berlebihan, dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini menyarankan perlunya penetapan batasan yang jelas dalam penerapan diskresi oleh aparat kepolisian dan pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap hak-hak demonstran agar tercipta keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan evaluasi yerhadap implementasi kebijakan dan peraturan yang ada guna mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh aparat kepolisian dalam pengamanan demonstrasi yang berlebihan.