Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Pengaruh Pemberian Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (Kie) Keluarga Berencana (Kb) Terhadap Perubahan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Unmet Need Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam

Laras Nabila, Anisya Selvia, Mona Rahayu Putri
Abstract: Unmet Need dalam program Keluarga Berencana (KB) adalah kondisi Dimana pasangan usia subur memiliki keinginan untuk menunda atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan metode kontrasepsi. Berdasarkan data Badan… Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Batam tahun 2024, terdapat 202.403 pasangan usia subur (PUS). Tiga kecamatan dengan angka unmet need tertinggi adalah Batu Aji sebesar 16,66%, Nongsa sebesar 13,88%, dan Batam Kota sebesar 9,23%. Secara khusus, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang menempati posisi tertinggi dengan prevalensi 21,20%, disusul Puskesmas Batu Aji sebesar 14,43%. Tingginya angka tersebut menegaskan perlunya intervensi tepat sasaran, salah satunya melalui pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KB. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh KIE terhadap perubahan perilaku ibu dengan kejadian unmet need. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan two-group pretest posttest control group, melibatkan 32 responden. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapatkan KIE dan booklet) serta kelompok kontrol (hanya mendapatkan booklet). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku signifikan pada kelompok intervensi, berupa peningkatan pengetahuan serta partisipasi dalam penggunaan kontrasepsi. Kesimpulannya, pemberian KIE terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus mengubah perilaku ibu, sehingga berpotensi menurunkan angka unmet need di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam.

Hubungan Pola Makan Dan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025

Azharia Lathifah, Hidayatul Rahmi, Willady Rasyid
Abstract:   Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat… pat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola makan yang kurang baik dan rendahnya kepatuhan minum obat. Berdasarkan survei awal di Puskesmas Belimbing Padang, sebagian besar pasien masih mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, memiliki jadwal makan yang tidak teratur, serta belum patuh dalam mengonsumsi obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 197 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada Desember 2024–Januari 2025, dengan sampel sebanyak 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan, kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), dan lembar observasi kadar gula darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 responden, sebanyak 41 orang (62,1%) memiliki pola makan kurang baik, 45 orang (68,2%) memiliki kepatuhan minum obat yang rendah, dan 42 orang (63,6%) memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025. Disimpulkan bahwa pola makan dan kepatuhan minum obat berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Oleh karena itu, Puskesmas Belimbing Padang diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, melibatkan keluarga dalam pengelolaan penyakit, serta menyediakan media edukasi yang efektif untuk membantu pasien mengontrol kadar gula darah.  

Asuhan Kebidanan Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. N Di Tempat Praktik Jumiati, SST Kota Batam

Reysa Lamis, Catur Yulinawati
Abstract: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah melalui… ui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care), yaitu asuhan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), hingga pemilihan metode kontrasepsi keluarga berencana (KB). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N usia 29 tahun G3P2A0H2 di TPMB Jumiati Kota Batam. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. N mulai tanggal 26 Januari 2026 sampai dengan pelaksanaan keluarga berencana. Asuhan kehamilan dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 25 Februari 2026 dan berlangsung normal dengan laserasi perineum derajat I. Bayi lahir spontan, menangis kuat, bergerak aktif, dan segera mendapatkan perawatan bayi baru lahir. Asuhan masa nifas dilakukan empat kali kunjungan dan asuhan neonatus sebanyak tiga kali kunjungan berlangsung normal tanpa komplikasi. Pada pelayanan keluarga berencana dilakukan tiga kali kunjungan, dan ibu memilih kontrasepsi pil laktasi setelah konseling. Hasil asuhan kebidanan Continuity of Care, seluruh rangkaian asuhan dari kehamilan hingga keluarga berencana berlangsung dengan baik tanpa komplikasi. Diharapkan asuhan berkesinambungan dapat terus diterapkan dan meningkat untuk mendeteksi dan menangani kegawatdaruratan secara dini.

Hubungan Status Gizi, Asupan Protein, dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Hemoglobin Pada Calon Pendonor Di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya

Rr. Nasyanda Callista Zacire, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kadar hemoglobin sebagai salah satu parameter dalam menentukan kelayakan calon pendonor darah. Kadar hemoglobin diketahui dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya… ya status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 170 calon pendonor yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui pengukuran antropometri, asupan protein dinilai menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), sedangkan kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas PMI Surabaya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,207) maupun antara asupan protein dengan kadar hemoglobin (p=0,196). Sebaliknya, aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin (p=0,011) dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r=0,195). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di UTD PMI Surabaya, sedangkan status gizi dan asupan protein tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar hemoglobin.   Kata Kunci : aktivitas fisik, asupan protein, donor darah, hemoglobin, status gizi

Hipertensi Tidak Terkontrol pada Pasien Lansia di Pelayanan Kesehatan Primer: Systematic Literature Review

Septian Arinda, Moses Steven Tanto Prasetyo, Alif Aditya Farandila Saedi, Cyntia Tanujaya, Dewi Indah Lestar
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan hipertensi tidak terkontrol pada pasien lansia di pelayanan kesehatan primer, menggambarkan penatalaksanaan kasus secara klinis, serta memetakan perkembangan… bangan topik penelitian melalui analisis bibliometrik. Metode yang digunakan memadukan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020, laporan kasus, dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Penelusuran dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel tahun 2020–2025. Sebanyak 25 artikel dengan total 48.762 responden memenuhi kriteria inklusi. Desain penelitian didominasi studi potong lintang, sedangkan pemetaan kepengarangan memperlihatkan kolaborasi lintas institusi dan negara yang mendukung pertukaran pengetahuan serta pengembangan pendekatan multidisiplin dalam pengendalian hipertensi lansia di pelayanan primer. Laporan kasus melibatkan laki-laki berusia 72 tahun dengan hipertensi derajat II, nyeri kepala, hiperkolesterolemia, dan kondisi prediabetes yang dipantau di Puskesmas Gembong selama 28 Juli–16 Agustus 2025. Hasil sintesis menunjukkan lima tema utama, yaitu faktor risiko hipertensi tidak terkontrol sebesar 88%, kepatuhan minum obat 80%, pola hidup 72%, komorbiditas 68%, dan peran pelayanan kesehatan primer 64%. Pada laporan kasus, tekanan darah awal 170/110 mmHg tetap berada di atas target meskipun keluhan nyeri kepala membaik. Ketidakpatuhan minum obat memicu peningkatan tekanan darah, sedangkan edukasi berulang, modifikasi gaya hidup, keterlibatan keluarga, penyesuaian antihipertensi, dan terapi hipolipidemik memperbaiki kepatuhan serta gejala klinis. Analisis VOSviewer menempatkan hypertension, diabetes, dan cardiovascular disease sebagai pusat jaringan, disertai munculnya telemedicine dan digital health sebagai arah penelitian baru. Disimpulkan bahwa hipertensi tidak terkontrol pada lansia bersifat multifaktorial dan memerlukan pengelolaan terpadu melalui optimalisasi terapi, pengendalian komorbiditas, perubahan perilaku, pemantauan berkelanjutan, penguatan layanan primer, serta dukungan keluarga.

Pengaruh Edukasi Phbs Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar Di Madrasah Raudatul Ulum

Siti Huriyatul Maulidiyah, Achmad Lutfbis, Adi Dwi Susanto
Abstract: Pendahuluan: PHBS merupakan salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui kesadaran pribadi, salah satu bentuk PHBS adalah cuci tangan 6 langkah. Cuci tangan merupakan&#8230; salah satu langkah penting untuk mengurangi penularan penyakit dan mencegah infeksi selama lebih dari 150 tahun (Fidorova, et al, 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Edukasi PHBS Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar di Madrasah Raudatul Ulum. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental menggunakan metode one group pre-test dan post-test. Teknik Sample: Teknik pengambilan sample penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 81 orang. Analisis Data: Analisis data menggunakan Uji wilcoxon signed rank test. Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kemampuan cuci tangan setelah diberikan edukasi sebesar 63 anak (65,4%). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000<0,05, maka dinyatakan Ho di tolak, dapat diartikan adanya pengaruh edukasi PHBS tentang cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada anak sekolah dasar di Madrasah Raudatul ulum.

Hubungan Kepatuhan Konsumsi Zat Besi (Fe) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di Sekolah Smas Bina Bhakti Kronjo

Dede Nurmah, Achmad Lutfbis, Adi Dwi Susanto
Abstract: Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga mengganggu kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Prevalensi anemia masih tinggi secara global&#8230; al maupun nasional, terutama pada remaja yang rentan akibat peningkatan kebutuhan zat besi dan kehilangan darah selama menstruasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sampel: Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non-probabilitas dengan pendekatan purposive sampling. Sampel berjumlah 116 responden. Analisa Data: Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki kepatuhan mengonsumsi zat besi dan anemia normal sebesar 41 responden (53,2%). Hasil Uji Chi Square didapatkan nilai signifikan sebesar 0,004<0,05, maka dinyatakan Ho ditolak, dapat diartikan adanya hubungan kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja di sekolah SMAS bina bhakti kronjo.    

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA MONO HAKWA (MONOPOLI HAK DAN KEWAJIBAN) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD

Saputri, Jaekyin Nanda, Malyuna, Sita Isna, Fatimah, Iis Daniati
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.&#8230; casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG UNTUK MENGURANGI RISIKO STOCKOUT DENGAN METODE REORDER POINT (ROP) DI KOPERASI PEGAWAI PEMPROV JABAR, KOTA BANDUNG

Wildayanti, Wildayanti, Takwim, R. Iim
Abstract: Koperasi Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat (KPPP Jabar) menghadapi masalah stockout berulang pada unit usaha niaga barang, meskipun sistem informasi SmartCoop telah tersedia sejak tahun 2024. Pengendalian persediaan&#8230; yang berjalan masih bersifat intuitif dan reaktif, sehingga data historis penjualan pada SmartCoop belum pernah dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan pemesanan ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sistem pengendalian persediaan yang berjalan, mengidentifikasi kendala dalam menjaga ketersediaan barang dagang, serta merumuskan penerapan metode Reorder Point (ROP) dan Safety Stock. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan, dan studi dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 barang yang mengalami stockout selama periode Januari sampai Maret 2026, perhitungan ROP dan Safety Stock berhasil dirumuskan untuk enam barang prioritas, dengan nilai ROP berkisar 10 sampai 36 unit dan total Safety Stock 65 unit. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan ROP dan Safety Stock berbasis data SmartCoop yang sudah ada layak diadopsi tanpa memerlukan investasi teknologi tambahan.

UPAYA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI BANJIR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 111 BURAU PANTAI

Ningsih, Rizky Surya, Taqwa, Taqwa, Firmansyah, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi SD Negeri 111 Burau Pantai yang berada di wilayah rawan banjir sehingga berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan keselamatan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk&#8230; k mendeskripsikan upaya sekolah dalam menghadapi banjir di SD Negeri 111 Burau Pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, siswa, dan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Timur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilakukan pada tahap pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesiapan warga sekolah melalui pemberian arahan dan pembiasaan menghadapi banjir, pelaksanaan tindakan tanggap darurat dengan mengutamakan keselamatan peserta didik dan pengamanan aset sekolah, serta rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembersihan lingkungan, perbaikan fasilitas, dan perbaikan sarana pendukung setelah banjir. Namun demikian, pelaksanaan upaya tersebut belum didukung oleh sistem kebencanaan yang terstruktur, seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi kebencanaan secara berkala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilaksanakan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui penyediaan sarana pendukung, peningkatan kapasitas warga sekolah, dan kerja sama dengan instansi terkait agar pelaksanaannya lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.