Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura

Titi Iswanti Afelya, Fitriani Fitriani
Abstract: Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati… opati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Analisis Penerapan Standar Audit Intern Pemerintah Pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara

Nurul Afifah, Ishak Awaluddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, hambatan dan upaya yang dilakukan Inspektorat dalam penerapan Standar Audit Intern Pemerintah (SAIP) pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan dalam… am penelitian ini adalah data kualitatif yang tidak dapat diukur dengan skala numerik atau data yang disajikan dalam bentuk deskriptif atau berbentuk deskripsi. Pendekatan kualitatif lebih menekankan pada proses dan makna (perspektif subjek) dalam memahami suatu fenomena yang diteliti. Topik yang diangkat memerlukan analisis berdasarkan keadaan/fakta/fenomena alam dan tidak dapat diukur dengan angka. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa penerapan standar audit internal pemerintah pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara yang belum sesuai dengan Peraturan Nomor: PER-01/AAIPI/DPN/2021 tentang Standar Audit Internal Pemerintah Indonesia.

Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Cindy Patricia Ramli, Alexander Joseph Putra, Djala, Arya Yosafati Montoya
Abstract: Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun… un pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas

Respon Mahasiswa Terhadap Penggunaan Benang Gigi

Manginar Sidabutar, Simamora, Friska D., Azriel D.M.G Tupitu
Abstract: Sisa makanan yang menempel pada bagian interproksimal terutama pada gigi berjejal sulit dijangkau dan dibersihkan menggunakan sikat gigi saja. Sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya… nya penumpukan plak, terbentuknya karang gigi (kalkulus), dan dapat memicu terjadinya penyakit gusi (gingivitis) dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontitis), benang gigi merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak di bagian interproksima. Penggunaan Benang gigi merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di celah-celah gigi, menggunakan benang gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga Kesehatan mulut agar terhindar dari karang gigi (kalkulus), penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan benang gigi pada mahasiswa  dan bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi.        Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggambarkan respon mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi seperti alasan tidak menggunakannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mau menggunakan benang gigi 44,8%  alasan responden menggunakan benang gigi dominannya karena responden merasa penggunaan benang gigi itu penting responden mengatakan bahwa responden merasa nyaman saat menggunakan benang gigi dan benang gigi membuat celah-celah gigi lebih bersih dibandingkan menggunakan tusuk gigi. Dominan responden yang tidak mau menggunakan benang gigi 55,12%  alasan responden tidak menggunakan benang gigi dominanya yaitu karena biaya yang mahal sehingga responden tidak mampu membeli benang gigi,  dan lingkungan yang tidak terbiasa menggunakan benang gigi, dan responden mengatakan penggunaan benang gigi membutuhkan waktu yang lama sehingga responden malas menggunakan benang gigi.   Kesimpulan penelitian yaitu Sebagian besar Responden tidak menggunakan benang gigi, responden tidak menggunakan benang gigi dikeranakan kurangnya pemahaman tentang teknik penggunaan benang gigi yang benar, dan belum terbiasa untuk menggunakan benang gigi sehingga responden merasa sulit saat menggunakan benang gigi ini dikarenakan kurangnya promosi.

Konsep Tabayyun dalam Surat Al-Hujurat: Menyikapi Berita Hoax di Zaman Sekarang dari Perspektif Tafsir Ibnu Katsir

My Love Faizah Putri, Nasrullah Nasrullah, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud, Naura Nadhifah
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tabayyun dalam menyikapi berita hoax dari perspektif tafsir Ibnu Katsir. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan teknik pengumpulan… engumpulan data berupa analisis tafsir yang sumber utamanya adalah Al-Qur’an terutama surat Al-Hujurat dan tafsir Ibnu katsir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabayyun adalah kewajiban bagi umat Islam untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima. Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa tabayyun merupakan etika dasar yang sangat penting dalam komunikasi dan hubungan sosial. Memastikan kebenaran informasi adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga persaudaraan dan mencegah terjadinya perselisihan yang mungkin muncul akibat kesalahpahaman atau fitnah. Selain itu, menerapkan konsep SMarT yaitu menyebarkan kedamaian antar sesama pengguna media sosial (salam), berbicara dengan perkataan yang baik (ma’ruf), dan selalu memverifikasi informasi yang diterima (tabayyun) dapat mencegah tersebarnya berita hoax dan mencegah timbulnya prasangka buruk antar pengguna media sosial. Novelty dalam penelitian ini terdapat pada konsep tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir, yang mana pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada yang membahas secara spesifik bagaimana tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk senantiasa meningkatkan literasi infomasi, mengembangkan etika komunikasi dan meningkatkan kesadaran sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengeksplorasi berbagai aspek pendidikan, seperti pengaruhnya terhadap perilaku siswa dalam menggunakan media sosial, efektivitas program literasi media, serta penerapan etika komunikasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan dapat berperan dalam memerangi hoax dan meningkatkan kualitas informasi di masyarakat.

Upaya Pelestarian Angklung Sebagai Warisan Budaya Di Jawa Barat

Crysti Crysti, Arie Alpiana, Oktaviani, Alya fitri, Kesya Maretha Putri Sutanto, Rivaldo Anastasius Putra Sutanto
Abstract: Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, yang dimainkan secara berkelompok dengan cara digetarkan, mencerminkan kebutuhan akan sinkronisasi dan kerjasama di antara para pemain. Angklung menjadi… enjadi simbol kearifan lokal, sarana hiburan, memegang nilai budaya dan sejarah yang mendalam dalam masyarakat Sunda, serta memiliki peran penting sebagai warisan budaya Indonesia. Permasalahannya, di era modern ini, upaya pelestarian terhadap angklung yang adaptif belum dimiliki oleh masyarakat secara keseluruhan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pelestarian angklung yang telah dilakukan, khususnya di Jawa Barat, dari masa lalu hingga saat ini. Dengan metode deskriptif kualitatif dengan sampel angklung yang dibuat dari saung Mang Udjo di Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa angklung tetap bertahan serta dilestarikan sebagai warisan budaya indonesia, dapat digunakan dalam kehidupan sosial budaya, dan upaya pelestarian yang dilakukan telah berhasil menjaga nilai budaya angklung dalam masyarakat.

Judicial Review Peninjauan Kembali Yang Dilakukan Oleh Badan Atau Pejabat Tata Usaha Negara

Fajar Rachmad Dwi Miarsa, Hardi Anugrah Santoso, M. Zamroni, Wahyu Ariadi
Abstract: Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait adanya putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Peninjauan kembali upaya hukum oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang sudah tidak diperbolehkan lagi… i setelah dikeluarkan putusan tersebut. Meskipun pada Undang-undang sebelumnya pengajuan PK telah menjadi kewenangan PTUN yang tertera dalam UU Peratun No. 5 tahun 1986. Metodologi penulisan yang dipakai berbentuk yuridis normatif. Metode penelitian adalah disiplin ilmu yang mempelajari langkah-langkah dalam proses penelitian, atau ilmu yang terkait dengan metode ilmiah yang digunakan untuk mengambil, membeberkan, dan mengevaluasi keakuratan informasi. Dalam penelitian ini dilakukan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan analitis (analitycal approach). Upaya hukum adalah suatu jalan hukum yang diberikan kepada seseorang atau badan hukum oleh undang-undang, yang merasa belum mendapat keadilan dari putusan hakim di pengadilan. Upaya hukum yang demikian ada dua bentuknya, yaitu upaya hukum biasa terdiri dari dua jenis upaya hukum: Banding, Kasasi. Upaya hukum Luar Biasa: Peninjauan Kembali. Arti demikian ini tentunya tidak terkecuali bagi siapapun dapat mengajukan upaya hukum ke pengadilan, asal sesuai dengan ketentuan dan tidak berlawanan dengan undang-undang yang berlaku. Sama halnya dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berhak mengajukan upaya hukum berdasarkan dengan undang-undang yang menjadi pedomannya dalam beracara

Analisis Konsep Pendidikan Jasmani Dan Rohani Anak Perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Susi Faridatul Khasanah, Abudzar Al-Jauziyyah, Arizqi Ihsan Pratama
Abstract: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memandang antara hati, akal, ilmu terdapat kaitannya yang sangat erat. Hal ini terjadi karena manusia terdiri dari beberapa unsur yaitu ruh, akal dan badan. Menurut Ibnu Qayyim Anak yang sehat jasmaninya… smaninya belum tentu sehat ruhaninya, maka dari itu perlu adanya penyeimbang antara Pendidikan ruhani dan Pendidikan jasmani, Merujuk pada hal tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengkaji lebih dalam tentang Analisis Konsep Pendidikan Jasmni Dan Rohani Anak Perspektif Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Hasil dari penelitian ini adalah Menurut Ibnu Qayyim pendidikan jasmani adalah kesehatan dan afiat yang merupakan nikmat Allah yang paling besar dan mulia yang diberika kepada hamba-Nya, dengan cara a) menjaga kesehatan, b) mengenal macam-macam permainan olahraga, c) mengerti akan waktu-waktu yang tepat untuk olahraga, d) mengetahi tentang kurikulum pendidikan jasmani, dan manfaat olahraga. Sedangkan pendidikan rohani menurut Ibnu Qayyim yaitu tujuan pendidika hati atau rohani mencangkup berbagai dimensi yang berkaitan dengan pengembangan spiritual, dan moralitas individu.

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di SDIT Bahrul Fikri Depok

Assnia Aprilya Zahra, Heri Darmawan, Aal jalaludin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri Depok, khususnya di kelas 1 dan 4. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk mengikuti standar pendidikan… kan nasional, dengan fokus pada pengembangan potensi siswa melalui proyek pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, serta bagian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri belum maksimal, terutama karena masih kurangnya pelatihan yang diterima oleh guru. Meskipun demikian, kurikulum ini telah diterapkan secara bertahap di kelas 1 dan 4. Hambatan dalam implementasi mencakup kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan antara teori dan praktik dalam pembelajaran. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan media pembelajaran dan pelatihan bagi guru menjadi faktor pendukung yang signifikan. Peran kepala sekolah juga sangat penting dalam proses ini, dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi. Pelatihan dan pendampingan yang berjenjang diharapkan dapat membantu guru lebih memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Kesimpulannya, meskipun implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri masih menghadapi berbagai tantangan, hambatan ini dapat diatasi dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Manajemen Mutu Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa SMK Darunnajah 2 Cipining

Unayah, Abdul Saipon, Mahmun
Abstract: Pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengukur kemajuan masyarakat. Penerapan manajemen mutu pendidikan di sekolah dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.… belajaran. Gangge (1997) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Di SMK Darunnajah, terdapat masalah dalam pemahaman materi oleh siswa yang perlu diatasi melalui penelitian tentang manajemen penjamin mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlandaskan filsafat positivisme menurut Sugiono. Metode ini bertujuan menginterpretasikan fenomena dalam kondisi alami dengan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball, serta pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menekankan makna daripada generalisasi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK Darunnajah memerlukan kerjasama jangka panjang dengan lembaga terkait bidang TKJ (Teknologi Jaringan Komputer), bukan hanya selama praktik kerja industri (prakerin), tetapi untuk periode yang lebih lama, seperti lima tahun. Langkah-langkah yang diterapkan termasuk MGMP, Bimtek, Tafsify I’gdad, Ta’hil, In House Training (IHT) dan Khutbatul ‘Arsy, serta supervisi guru. Namun, ada beberapa faktor penghambat seperti rendahnya kesadaran siswa, jumlah mata pelajaran kejuruan yang sedikit, kurangnya dana, dan gangguan fasilitas. Kerja sama jangka panjang antara SMK Darunnajah dan lembaga terkait sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung seperti tim pengawas dan evaluasi rutin berkontribusi pada perbaikan, sementara penghambat seperti kesadaran siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan dukungan dana yang masih bergantung pada pesantren perlu diatasi. Dengan implementasi langkah-langkah perbaikan dan dukungan berkelanjutan, kualitas pembelajaran di SMK Darunnajah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.