Abstract:Motivated by the decline in the number of new students and the foundation's desire to modernize, this program targets constraints such as restrictions on the use of electronics, limited technological facilities, and the…
technical ability of educators that still need to be improved. The program used theoretical presentation and interactive discussions to provide a new perspective on learning transformation while maintaining pesantren values. The evaluation results show that although the introduction of technology has been in accordance with management needs, it is still necessary to improve digital literacy and develop a more attractive learning platform. This PKM program has a desire to carry out future cooperation in the form of knowledge exchange for the development of pesantren to become more modern, structured and advanced.
Keywords: digital literation; islamic boarding school; technology
Abstrak: Dilatarbelakangi oleh penurunan jumlah santri baru dan keinginan yayasan untuk modernisasi, program ini menyasar kendala-kendala seperti pembatasan penggunaan elektronik, keterbatasan fasilitas teknologi, dan kemampuan teknis pendidik yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan yang dilaksanakan ini menggunakan metode pemaparan teoritis, dan diskusi interaktif untuk memberikan pandangan baru tentang transformasi pembelajaran dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meski pengenalan teknologi telah sesuai dengan kebutuhan manajemen, masih diperlukan peningkatan literasi digital dan pengembangan platform pembelajaran yang lebih atraktif. Program PKM ini memiliki keinginan yaitu dapat melaksanakan kerjasamkdepannya dalam bentuk pertukaran ilmu untuk pengembangan pesantren menjadi lebih modern, terstruktur dan maju.
Kata kunci: literasi digital; pesantren; teknologi
Abstract:Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped…
d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art.
Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding
Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.
Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital
Abstract:Hydroponic farming is gaining popularity in urban areas due to its efficient resource usage and high, clean yields. However, systems like the Nutrient Film Technique (NFT) rely on electric pumps for continuous nutrient circulation,…
irculation, making them vulnerable to extended power outages that can disrupt plant nutrition and lead to crop failure. The purpose of this activity is to address the issue of power outages that impacted the hydroponic gardens of the Women Farmers Group (KWT) Sepinggan Raya, Balikpapan, by implementing a solar-powered water pump and a water quality monitoring system. The program consisted of an initial survey, system development and installation, and training sessions on system operation and maintenance. Results indicate that the implementation of the solar pump and monitoring system improves hydroponic productivity while reducing operational costs previously dependent on the national electricity grid. Additionally, the project empowered the local women's group with renewable energy knowledge and modern farming technologies, promoting sustainable urban agriculture practices.
Keywords: application of technologies; hydroponic; renewable energy; urban farming; water quality monitoring
Abstrak: Pertanian hidroponik semakin populer di area perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang karena efisiensi sumber daya dan hasil panen yang tinggi. Namun, sistem hidroponik seperti Nutrient Film Technique (NFT) sangat bergantung pada pompa listrik untuk sirkulasi air nutrisi secara berkelanjutan. Pemadaman listrik yang berkepanjangan dapat mengganggu suplai nutrisi dan berpotensi menyebabkan kegagalan panen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan padamnya listrik yang terjadi di kebun hidroponik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sepinggan Raya, Balikpapan dengan menerapkan pompa air tenaga surya dan sistem pemantauan kualitas air. Kegiatan meliputi survei awal, pengembangan dan instalasi sistem, serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan teknologi bagi para petani. Hasil menunjukkan bahwa sistem ini meningkatkan produktivitas kebun hidroponik dan mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik nasional (PLN). Selain itu, proyek ini memberdayakan kelompok tani dengan pengetahuan tentang energi terbarukan dan teknologi pertanian modern, mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan di lingkungan urban.
Kata kunci: energi baru terbarukan; hidroponik; monitoring kualitas air; penerapan teknologi; urban farming
Abstract:Pasar Rawa Village has diverse natural potential, namely horticulture, fisheries to tourism, especially mangrove forests that promise as tourist destinations. Potential needs to be identified in depth to determine sustainable…
nable agroecotourism development. The problem in managing the potential of mangrove tourism is the management, involvement and support of local communities. The purpose of Community Service activities is to provide understanding, knowledge, about agroecotourism and the management and development of agroecotourism in Pasar Rawa Village. The methods carried out are field surveys, socialization, training using refractometers and mangrove planting. The socialization activity was carried out with participants being members of the LPHD group totaling 27 people. In the socialization presentation, the community was very enthusiastic in exploring the existing potentials such as local culture and typical food of the region. Training on the use of refractometers was carried out so that group members could find out the exact value of the sweetness in melons that could be sold and used as an attraction for tourists to try melons that have a unique taste so that they became the selling point of ecotourism and agro-tourism. One of the conservation efforts is mangrove planting.
Keywords: agro-ecotourism; community empowerment; mangrove forest
Abstrak: Desa Pasar Rawa memiliki potensi alam beragam, yaitu hortikultura, perikanan hingga pariwisata, terutama hutan mangrove menjanjikan sebagai destinasi wisata. Potensi perlu diidentifikasi secara mendalam untuk menentukan pengembangan agroekowisata berkelanjutan. Permasalahan dalam mengelola potensi wisata mangrove yaitu pengelolaan, keterlibatan dan dukungan masyarakat lokal. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, tentang agroekowisata dan pengelolaan serta pengembangan menjadi agroekowisata di Desa Pasar Rawa. Metode yang dilakukan adalah survei lapangan, sosialisasi, pelatihan menggunakan refraktometer dan penanaman mangrove. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan peserta adalah anggota kelompok LPHD yang berjumlah 27 orang. Dalam presentasi sosialisasi, masyarakat sangat antusias dalam menggali potensi yang ada seperti budaya lokal dan makanan khas daerah tersebut. Pelatihan penggunaan refraktometer dilakukan agar anggota kelompok dapat mengetahui nilai pasti dari rasa manis pada melon dapat dijual dan dijadikan daya tarik bagi wisatawan mencoba melon yang memiliki rasa unik sehingga menjadi nilai jual ekowisata dan agrowisata. Salah satu kegiatan upaya konservasi adalah penanaman mangrove.
Kata kunci: agro-ekowisata; hutan mangrove; pemberdayaan masyarakat
Abstract:Halal certificate existence is a legal certainty particularly for Muslim consumers on product halal assurance. However, many entrepreneurs in Pasirjambu Village, Bandung Regency, have not applied for halal certification…
due to difficulties and limited knowledge. Therefore, PKM Team from Universitas Islam Jakarta provided training and assistance in registering halal certificates for entrepreneurs who are members of the SEMABU MSME group. This activity uses the Rapid Rural Appraisal (RRA) method to understand the local situation through direct observation and interviews with the target community. In implementing the program, the PKM Team carried out several activities: Counseling, Training, Assistance, Monitoring and Evaluation. The activity results show an increase in the number of products of the SEMABU MSME group that are halal-certified, from only 13 products to 31 halal-certified products. This activity has succeeded in helping business actors in providing halal assurance for the products they sell.
Keywords: Halal certification; legal certainty; MSME product.
Abstrak: Keberadaan sertifikat halal merupakan salah satu legal certainty khususnya bagi konsumen muslim terhadap jaminan halal produk. Namun banyak pelaku usaha di Desa Pasirjambu Kabupaten Bandung yang tidak mengajukan sertifikasi halal karena kesulitan dan keterbatasan pengetahuan. Oleh karena itu, Tim Pelaksana PKM dari Universitas Islam Jakarta memberikan pelatihan dan pendampingan pendaftaran sertifikat halal untuk para pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok UMKM SEMABU. Kegiatan ini menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) untuk memahami situasi setempat melalui observasi dan wawancara langsung kepada masyarakat sasaran. Dalam pelaksanaan program, Tim PKM melaksanakan beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut: Penyuluhan, Pelatihan, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah produk kelompok UMKM SEMABU yang tersertifikasi halal, yaitu yang semula hanya 13 produk meningkat menjadi 31 produk tersertifikasi halal. Kegiatan ini telah berhasil membantu para pelaku usaha dalam memberikan jaminan halal produk yang diperjualbelikan.
Kata kunci: Kepastian hukum; produk UMKM; sertifikat halal
Abstract:This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce…
uce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency.
Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.
Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan.
Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.
Abstract:Abstracts The Covid-19 pandemic that hit Indonesia is still leaving an impact on society. One of the sectors affected by the Covid-19 pandemic is the economic sector, especially at the Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
MKM) level. Based on these conditions and the spirit of togetherness, through this community service activity the author wants to make a positive contribution to a group of UMKMs so they can bounce back after Covid-19. One of the efforts the author wants to achieve in this activity is the creation of integrated marketing communications for UMKMs. By collaborating with the Unit Pengumpul Zakat (UPZ) from the Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), the author targeted 20 UMKMs spread across the Jakarta, Bogor and Karawang areas. The results of this activity show that after attending the training, UMKMs' understanding of the concept of effective marketing communication has increased so that they can be more optimal in developing their business in the future. Apart from that, through this activity a number of capital assistance was also provided for UMKMs.
Keywords: communication; HIPMI; marketing; training; UMKM
Abstrak: Pandemi covid 19 yang sempat menghunjam Indonesia masih meninggalkan dampak di masyarakat. Salah satu sektor yang terkena imbas dari pandemi covid 19 adalah sektor ekonomi khususnya pada level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan berangkat dari kondisi tersebut dan adanya semangat kebersamaan maka melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini penulis ingin memberikan kontribusi positif pada sekelompok UMKM untuk bisa bangkit kembali pasca covid-19. Salah satu upaya yang ingin dicapai penulis dalam kegiatan ini adalah terciptanya komunikasi pemasaran terpadu bagi UMKM. Dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), penulis menyasar 20 UMKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor dan Karawang. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, terlihat adanya peningkatkan pemahaman dari UMKM mengenai konsep komunikasi pemasaran yang efektif sehingga mereka dapat lebih optimal dalam mengembangkan usahanya di masa mendatang. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diberikan sejumlah bantuan modal bagi UMKM.
Kata kunci: HIPMI; komunikasi; pelatihan; pemasaran; UMKM
Abstract:The National Schools Debating Championship (NSDC) is among the most popular debate competitions. Schools in Indonesia strive to prepare their best students for this prestigious competition. One high school in Palangka Raya,…
ya, Central Kalimantan, also prepares its students to participate in this prestigious event. To this end, the school formed an English Debate Club (EDC). However, the enthusiasm of EDC members in practising tends to be inconsistent, which impacts the effectiveness of their preparation. In response to this problem, a team of lecturer and students from the English Education Study Program, Palangka Raya University, implemented a coaching program to increase the enthusiasm, confidence, and debating skills of EDC members. The coaching activities were conducted in four sessions, covering motion analysis training, case studies, and debate practice, with guidance from an outstanding student representing the university in the National University Debating Championship (NUDC) at the national level. Qualitative questionnaire results indicated increased enthusiasm and self-confidence among EDC members during training sessions and improved understanding of debate strategies. This initiative demonstrates that coaching based on the direct experience of a high-achieving debater can serve as an effective strategy for developing debate clubs in secondary schools.
Keywords: enthusiasm; coaching program; debate strategy; self-confidence; debate club
Abstrak: National Schools Debating Championship (NSDC) merupakan salah satu kompetisi debat yang paling populer. Sekolah di Indonesia berusaha mempersiapkan potensi terbaiknya untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini. Salah satu sekolah menengah atas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga mempersiapkan para siswanya untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Untuk itu, sekolah membentuk English Debate Club (EDC). Namun, antusiasme anggota EDC dalam berlatih cenderung tidak konsisten, yang berdampak pada efektivitas persiapan mereka. Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya melaksanakan program pendampingan guna meningkatkan antusiasme, percaya diri dan kemampuan debat para anggota EDC. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam empat sesi pertemuan, yang mencakup pelatihan analisis mosi, pembedahan kasus, serta praktik debat, dengan bimbingan dari mahasiswa berprestasi yang pernah mewakili universitas dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) tingkat nasional. Hasil survei menunjukkan peningkatan antusiasme dan kepercayaan diri anggota EDC dalam mengikuti latihan, serta pemahaman yang lebih baik terhadap strategi debat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis pengalaman langsung dari mahasiswa debat berprestasi dapat menjadi strategi efektif dalam membina klub debat di sekolah menengah.
Kata kunci: antusiasme; program pendampingan; strategi debat; percaya diri; klub debat
Abstract:The "CITRA" Hot Spring in Teluk Sibayan, Batu Bara Regency, North Sumatra, holds significant potential as a tourist destination. However, the main challenges faced by the management include a lack of digital promotion, limited…
imited tourist visits from outside the region, and a shortage of human resources skilled in using information and communication technology (ICT). The community service project by the STMIK Royal Faculty aimed to address these issues through mentoring, training, and technology development. The methods employed included workshops and training on digital tourism promotion, the creation of a web-based ticketing application, and a smart tourism application based on Progressive Web Apps (PWA) with push-notification features. Additionally, social media accounts on Instagram and Facebook (@sibayan.pemandian) were established as online promotion platforms. The results of this initiative indicate an improvement in the staff’s capacity to utilize technology, along with the provision of digital systems that streamline visitor management and promotion efforts. As a result, Pemandian Citra now has stronger digital infrastructure to support tourism promotion and attract more visitors.
Keywords: community service; hot springs; PWA; smart tourism; promotion
Abstrak: Pemandian Air Panas "CITRA" di Teluk Sibayan, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Namun, permasalahan utama yang dihadapi pengelola adalah kurangnya promosi digital, minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen STMIK Royal bertujuan untuk mengatasi masalah ini melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan teknologi. Metode yang digunakan mencakup workshop dan pelatihan terkait promosi wisata digital, pembuatan aplikasi tiket berbasis web, serta aplikasi smart tourism berbasis Progressive Web Apps (PWA) dengan fitur push-notification. Selain itu, akun media sosial Instagram dan Facebook dengan nama pengguna @sibayan.pemandian juga dibuat sebagai sarana promosi online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas staf pemandian dalam memanfaatkan teknologi, serta penyediaan sistem digital yang mempermudah pengelolaan kunjungan dan promosi. Dampaknya, Pemandian Citra kini memiliki infrastruktur digital yang lebih kuat untuk mendukung promosi wisata dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan..
Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Pemandian Air Panas; PWA; Smart Tourism; Promosi
Abstract:CV. Hamzah Tech Development is located on Mekar Sari village road, hamlet 2, Pulau Rakyat Asahan sub-district, when this company was formed, it was a community a gathering place for people who have abilities and are deep…
in the IT field. The aim of this community service activity is to develop the company in a way promote his company to look for potential new students while managing existing resources CV. Hamzah fits his era. What CV does. Hamzah still uses promotional banners and experiences from students who have studied the CV. The methods used in this activity are observation, training and assistance in digital use. Through an interview with Mr. Hamza as the owner of CV. Hamza has received information in building a promotion for the CV. Then through this observation it was found that after the training activities students studying at CV. Hamza can help promote through social media well. The results of carrying out activities are students who study at CV. Hamza, where the number of students has increased in adding students and is known to many people.
Keywords: promotion; technology; social media
Abstrak: CV. Hamzah Tech Development terletak di jalan desa Mekar Sari dusun 2, kecamatan Pulau Rakyat Asahan berawal terbentuknya perusahaan ini merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya sebagian orang yang memiliki kemampuan dan mendalami di bidang IT. Tujuan dari Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah untuk mengembangkan perusahaan dengan cara mempromosikan perusahaanya untuk mencari calon anak didik baru sekaligus mengelola sumber daya yang ada di CV. Hamzah sesuai zamanya. Yang dilakukan CV. Hamzah selama ini masih menggunakan spandu promosi dan kabar dari siswa-siswa yang pernah belajar di CV tersebut. Dengan metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital. Melalui sebuah wawancara dengan bapak Hamza sebagai pemilik CV. Hamza telah mandapatkan informasi dalam membangun sebuah mempromosikan CV tersebut. Kemudian melalui pengamatan ini telah dapat bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa yang belajar di CV. Hamza dapat membantu mempromosikan melalui media sosial dengan baik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang belajar di CV. Hamza, dimana jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam menambah siswa dan dikenal banyak orang.
Kata Kunci: media sosial; promosi; teknologi;