Search Articles & Publications

Showing 10 articles found for "Standardisasi"

Standardisasi Uji Keabsahan Pengakuan Bersalah Oleh Hakim Dalam KUHAP Nasional: Sinkronisasi Pasal 78, Pasal 205, Dan Pasal 234 Untuk Menjamin Kesukarelaan Terdakwa

Aulia Rahman Hakim Hasibuan, Indra Utama Tanjung
Abstract: Berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana memperkenalkan pengakuan bersalah sebagai mekanisme baru yang tersebar dalam Pasal 78, Pasal 205, dan Pasal 234. Ketiga ketentuan… n tersebut sama-sama memberi ruang percepatan pemeriksaan perkara, tetapi membentuk kedalaman pengujian hakim yang berbeda terhadap kesukarelaan pengakuan terdakwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsistensi standar pengawasan hakim dalam tiga jalur pengakuan bersalah serta merumuskan parameter minimum yang menjamin pengakuan diberikan secara bebas, sadar, tanpa paksaan, dan berdasarkan pemahaman penuh. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum utama meliputi UU Nomor 20 Tahun 2025, SEMA Nomor 1 Tahun 2026, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 213/PUU-XXIV/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 205 memuat pengujian paling mendalam karena mewajibkan hakim menelusuri kualitas pemeriksaan pada tahap penyidikan dan penuntutan, sedangkan Pasal 78 menekankan kesukarelaan, pendampingan advokat, pemahaman konsekuensi, dan dukungan dua alat bukti. Pasal 234 menggunakan pengujian yang lebih ringkas. Perbedaan ini dapat menimbulkan disparitas tingkat perlindungan terdakwa. Penelitian menawarkan Model Uji Keabsahan Lima Parameter yang mencakup kelayakan prosedural, pendampingan hukum efektif, pemahaman dan pelepasan hak secara sadar, kebebasan dari tekanan, serta dasar faktual dan dokumentasi pengakuan sebagai standar minimum yang dapat diterapkan lintas ketentuan. The enactment of Law Number 20 of 2025 on the Criminal Procedure Code introduced guilty plea mechanisms through Articles 78, 205, and 234. Although all three provisions facilitate an expedited criminal process, they establish different levels of judicial scrutiny over the voluntariness of a defendant's admission. This study examines the consistency of judicial review standards across the three mechanisms and formulates minimum safeguards to ensure that a guilty plea is made freely, knowingly, without coercion, and with full understanding of its legal consequences. The research employs normative legal methods using statutory, conceptual, and case approaches. The main legal materials are Law Number 20 of 2025, Supreme Court Circular Letter Number 1 of 2026, and Constitutional Court Decision Number 213/PUU-XXIV/2026. The study finds that Article 205 provides the most intensive scrutiny because the judge must review the quality of investigation and prosecution, while Article 78 emphasizes voluntariness, effective legal assistance, informed consequences, and support by two lawful items of evidence. Article 234 adopts a more concise examination. This disparity may produce unequal protection among defendants. The article proposes a Five-Parameter Validity Test covering procedural eligibility, effective legal assistance, informed waiver of rights, freedom from coercion, and factual basis with adequate documentation as a minimum standard across all guilty plea mechanisms.

Analisis Strategi Pengembangan Pasar Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake Di Tana Toraja

Karlina Karrin, Mey Enggane Limbongan, Olivia D.Y. Pompeng
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi… Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan. This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.

PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI INOVASI PRODUK DAN PENGUATAN IDENTITAS PRODUK PANGAN LOKAL DI DESA KETANDAN

Pradana, Azaria Eda, Kamil, Rafli Zulfa, Putra, Hega Bintang Pratama, Fauziyyah, Shellin Ghaisani Nuur, Hidayati, Dwi Isma, Shobriyani, Raihana, Syata, Siti Afifah, Inasari, Damaira, Prasetyo, Dzaki Maulana Putra
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Desa Ketandan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pemanfaatan komoditas lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam inovasi produk, pengemasan, identitas produk,… duk, pemasaran, serta pemahaman mengenai standardisasi dan legalitas pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pelaku UMKM melalui inovasi produk dan penguatan identitas produk pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan melibatkan empat UMKM pangan, yaitu UMKM nastar, kroket, karak, dan roti Kit Kut. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan diskusi, edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pengembangan produk, serta pendampingan kemasan dan identitas produk. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diikuti oleh 30 peserta serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kegiatan menghasilkan pengembangan identitas produk pada UMKM nastar, inovasi isian jagung dan pengemasan vakum pada UMKM kroket, inovasi rasa serta perbaikan kemasan pada UMKM karak, dan pengembangan media pemasaran pada UMKM roti Kit Kut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 23,70%, dari 70,3 pada pre-test menjadi 87,0 pada post-test. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus menghasilkan alternatif pengembangan produk dan pemasaran yang aplikatif untuk mendukung peningkatan daya saing UMKM pangan lokal.

Strategi Pengelolaan Arsip Berbasis Digital Dalam Mendukung Keberlanjutan Tata Kelola Dokumen Dan Pengambilan Keputusan Organisasi Di Lembaga Pemerintah

Srini
Abstract: Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media… a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.

TERAPI ISLAM KOMPLEMENTER UNTUK KARDIOVASKULAR: PENGARUH BEKAM DAN RUQYAH TERHADAP TEKANAN DARAH, DETAK JANTUNG, DAN HRV

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Widada, Wahyudi, Fajariadi, Thry Harry, Arif, Abdul Hamid
Abstract: Artikel ini mengkaji efektivitas terapi bekam (hijamah) dan ruqyah terhadap regulasi tekanan darah dan detak jantung serta peluang sinerginya dalam praktik klinis. Tujuan penelitian adalah menilai bukti fisiologis–psikologis… ologis kedua terapi dan merumuskan rekomendasi aplikatif yang selaras dengan tata laksana medis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terstruktur terhadap literatur ilmiah (kedokteran komplementer, kardiovaskular, psiko-fisiologi) dan sumber-sumber primer pengobatan Islam (Al-Qur’an, hadis) dengan pendekatan interpretatif-komparatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa bekam memberikan efek hemodinamik langsung berupa peningkatan perfusi, penurunan resistensi vaskular perifer, penurunan tekanan darah sistolik–diastolik, serta perbaikan variabilitas denyut jantung (HRV). Ruqyah terutama bekerja melalui reduksi stres dan pergeseran otonom ke arah parasimpatis, yang tercermin pada penurunan kecemasan, detak jantung, dan tekanan darah serta peningkatan HRV. Integrasi ruqyah sebelum bekam secara rasional berpotensi memberi efek aditif pada sumbu neuro–kardio–endokrin, sekaligus menurunkan respons stres prosedural. Simpulan: bekam dan ruqyah layak diposisikan sebagai terapi komplementer yang aman dan terjangkau untuk membantu pengendalian hipertensi dan stabilitas denyut, dengan perhatian pada seleksi pasien, kontraindikasi, asepsis, dan monitoring vital. Saran: perlunya standardisasi protokol (titik, durasi, “dosis” cawan; durasi dan materi ruqyah) serta uji acak terkontrol jangka panjang dengan luaran klinis, metrik HRV, dan biomarker stres untuk memperkuat validitas dan panduan praktik.

COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS

Supriyanto, Eka Evan, Ismawatie, Emma, Maulani, Yulita
Abstract: Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam&#8230; sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.

Diseminasi Pemulihan Pariwisata Dengan Penerapan Chse Di Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro

Husain, Fahrisal, Amirullah, Amirullah, Hakim, Maksud, Anugrah Manippi, Wahyu, Hasbul, Wahyuni, Suryadi, Andi Fitriani
Abstract: Abstract: Monro-Monro Mangrove Tourism Village is an area located in Monro-Monro Village, Binamu District, Jeneponto Regency. This tourist village is expected to be able to increase people's income by utilizing tourist visits.&#8230; isits. Restrictions on community activities during a pandemic resulted in the tourism sector experiencing obstacles. The government finally issued a tourist guide, namely Cleanliness, Healthy, Safety and Environmentally Sustainable, namely ISO 9024: 2021 standardized tourism recovery guidelines. This community service activity is related to public awareness of the importance of a guideline that is carried out by tourism managers in welcoming tourists. The program being carried out is dissemination which seeks to increase public understanding and tourism awareness groups regarding cleanliness, health, safety and environmental sustainability, as tourist rights. This activity was carried out using observation, training, mentoring, evaluation and output methods. The target of counseling is the tourism awareness group (Pokdarwis). It is hoped that increased knowledge and understanding of CHSE will make it easier to realize tourism recovery in terms of increasing tourist visits. The results of the dissemination carried out gained the enthusiasm of tourism-aware residents to increase their understanding of Sapta Pesona in the CHSE guidelines.   Keywords: Dissemination; CHSE Guidelines; Tourism recovery; Pokdarwis     Abstrak: Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro merupakan Lingkungan yang berada di Kelurahan Monro-Monro Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Kampung wisata ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan. Pembatasan kegiatan masyarakat pada saat pandemic mengakibatkan sektor wisata tersebut mengalami hambatan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan panduan wisata yaitu Cleanliness, Healthy, Safety dan Enviroment Sustainable yaitu pedoman pemulihan wisata terstandardisasi ISO 9024:2021. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya suatu pedoman yang dijalankan pengelola wisata dalam menyambut wisatawan. Program yang dijalankan adalah diseminasi yang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan kelompok sadar wisata terkait kebersihan, kesehatan, keamanan serta kelestarian lingkungan, sebagai hak wisatawan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pengamatan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan output. Target penyuluhan mengambil sasaran yaitu kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang CHSE akan mempermudah dalam mewujudkan pemulihan pariwisata dalam hal kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. Hasil dari diseminasi yang dilaksanakan mendapatkan antusiasme warga sadar wisata peningkatan pemahaman sapta pesona dalam pedoman CHSE.   Kata kunci: diseminasi; pedoman chse; pemulihan pariwisata; pokdarwis

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERVICE RECOVERY DALAM JASA PELAYANAN TEKNIK BALAI BESAR STANDARDISASI DAN PELAYANAN JASA INDUSTRI AGRO (BBSPJIA)

Achmad Djuhdi Endawan, Muhammad Husein Maruapey, Rusliandy
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan service recovery dalam jasa pelayanan teknik di BBSPJIA serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala&#8230; konsistensi waktu layanan, kesenjangan komunikasi, dan belum eksplisitnya kebijakan service recovery meskipun capaian kepuasan pelanggan tergolong tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service recovery telah berjalan melalui penanganan keluhan, penjelasan teknis, pengecekan ulang, dan penyesuaian layanan, tetapi masih bersifat prosedural dan belum terlembagakan sebagai kebijakan terstruktur. Hambatan utama meliputi asimetri komunikasi antara proses teknis dan pemahaman pelanggan, keterbatasan waktu akibat peningkatan beban layanan, serta koordinasi antarunit yang belum optimal. Faktor pendukung utama adalah disposisi pelaksana yang responsif dan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service recovery pada pelayanan publik teknis ditentukan oleh interaksi antara kompleksitas teknis, kapasitas organisasi, dan kualitas interaksi manusia. 

KEUANGAN PUBLIK DAN SOSIAL ISLAM DI NDONESIA: ANALISIS HISTORIS, KELEMBAGAAN, DAN PROSPEK PENGELOLAAN ZAKAT DAN WAKAF DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH

Afiqah Pa’sya, Chintya Akana Mulya, Khoirani Fajrina, Handy Kurniawan
Abstract: Keuangan publik dan sosial Islam di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui instrumen seperti zakat dan wakaf. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan historis keuangan&#8230; uangan publik Islam, bentuk kelembagaan pengelolaan zakat dan wakaf, serta prospek pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan sosial Islam di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan, ditandai dengan hadirnya lembaga formal seperti Badan Amil Zakat Nasional dan Badan Wakaf Indonesia. Selain itu, penerapan prinsip seperti Zakat Core Principles dan Wakaf Core Principles menunjukkan adanya upaya standardisasi pengelolaan yang profesional. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam optimalisasi potensi zakat dan wakaf. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, regulasi, serta inovasi pengelolaan untuk mendukung sistem keuangan sosial Islam yang berkelanjutan.

Implementasi Metode CNN Untuk Klasifikasi Status Stunting Pada Balita

Abrori, Syariful, Zaehol Fatah
Abstract: Stunting pada balita merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan penanganan segera melalui deteksi dini yang akurat. CNN (Convolutional Neural Network) merupakan metode yang akurat, efektif dan&#8230; tepat sasaran dalam memberikan hasil yang akurat dan presisi. Implementasi metode CNN dapat mengklasifikasikan status stunting pada balita berdasarkan parameter antropometri dan karakteristik kesehatan. Dataset yang digunakan terdiri dari 6.500 sampel data balita dengan 8 variabel meliputi jenis kelamin, usia, berat lahir, panjang lahir, berat badan, panjang badan, riwayat ASI eksklusif, dan status stunting. Metodologi yang digunakan melibatkan serangkaian tahapan preprocessing data termasuk standardisasi fitur menggunakan StandardScaler, pemisahan data training (80%) dan testing (20%), serta penggunaan arsitektur CNN yang terdiri dari layer konvolusi 1D dengan 32 filter, max pooling, dan dense layer. Model dilatih menggunakan optimizer Adam dengan fungsi loss categorical crossentropy selama 10 epoch dan batch size 32. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan berbagai metrik termasuk accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN yang dikembangkan mencapai performa yang sangat baik dengan akurasi 90%, precision 89%, recall 92%, dan F1-score 91%. Analisis confusion matrix mengkonfirmasi kemampuan model dalam mengklasifikasikan kedua kelas yaitu pada stunting dan non-stunting secara seimbang. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi CNN efektif dalam mengidentifikasi status stunting pada balita dan berpotensi menjadi alat bantu yang berharga dalam screening stunting di fasilitas kesehatan.