Abstract:Penelitian ini menyajikan simulasi komputasi untuk menganalisis kinematika dan dinamika partikel dalam ruang terbatas. Metode Euler digunakan untuk memodelkan gerak partikel, sementara logika kondisional diimplementasikan…
n untuk mendeteksi dan merespons tabrakan dengan batas ruang. Simulasi ini berhasil mereplikasi fenomena Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), menunjukkan bahwa komputer dapat meniru fenomena fisika menggunakan logika matematika sederhana. Peran logika komputasi dititikberatkan sebagai representasi gaya reaksi dari dinding terhadap partikel. Potensi pengembangan lebih lanjut mencakup ekspansi dimensi ruang, integrasi gaya seperti gesekan udara, dan sistem multi-partikel. Aplikasi masa depan dari konsep simulasi ini sangat luas, meliputi pengembangan physics engine dalam aplikasgame dan realitas virtual, otomatisasi robotika dan kendaraan otonom, nanoteknologi untuk simulasi medis, serta efek visual (CGI) dalam industri perfilman.
Abstract:Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media…
a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.
Abstract:Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis…
s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan…
lahan siswa dalam mengerjakan soal Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Nolting. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan. Instrumen penelitian berupa tes uraian berbentuk soal kontekstual sebanyak empat butir serta pedoman wawancara untuk memperkuat data hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan kesalahan siswa ke dalam kategori Careless Errors, Concept Errors, Application Errors, dan Test Taking Errors sesuai Teori Nolting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa adalah Concept Errors, yaitu kesalahan dalam memahami konsep dasar Teorema Pythagoras, terutama dalam mengklasifikasikan jenis segitiga. Selain itu, ditemukan pula Careless Errors berupa kecerobohan dalam penulisan, Application Errors berupa ketidakmampuan menerapkan rumus, serta Test Taking Errors berupa tidak dituliskannya jawaban akhir meskipun proses sudah benar.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kesalahan siswa dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman konsep, rendahnya keterampilan penerapan rumus, serta kurangnya ketelitian. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memperkuat pemahaman konsep, memberikan latihan soal kontekstual yang bervariasi, serta membiasakan siswa melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawabannya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS materi Harmoni dalam Ekosistem kelas V dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbatuan media Wordwall. Penelitian tindakan…
kan kelas ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan whatsaap, google meet, dan Wordwall sebagai media evaluasi. Dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan di awali terlebih dahulu dengan siklus pra Tindakan. Subyek penelitian berjumlah 30 siswa, Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis kuantitatif untuk membandingkan peningkatan hasil belajar peserta didik. Sedangkan kualitatif dilakukan dengan cara membandingkan proses belajar yang dilakukan guru dan peserta didik saat menggunakan model PBL. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui, observasi, angket, dan tes. Berdasarkan ketuntasan hasil belajar pada siklus 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan, pada siklus 1 presentase yang tuntas 90% tidak tuntas 10% sedangkan pada siklus 2 terdapat 100% tuntas 0 % tidak tuntas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan peningkatkan presentase hasil belajar siswa pada pembelajaran sosiologi dengan model pembelajaran Problem Based learning (PBL) berbantuan media Wordwall.
Abstract:Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara signifikan, terutama dengan hadirnya tutor virtual berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik cepat, tepat, dan…
personal. Analisis Real merupakan salah satu mata kuliah yang paling menantang dalam program pendidikan matematika karena sifat abstraknya sering menyebabkan rendahnya self-efficacy mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan AI sebagai tutor virtual terhadap self-efficacy mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Asahan yang menempuh mata kuliah Analisis Real. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest, melibatkan 15 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen angket self-efficacy dikembangkan berdasarkan tiga dimensi Bandura (magnitude, strength, generality), divalidasi melalui expert judgment dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,84. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-efficacy dari 65,67 (pre-test, kategori sedang) menjadi 79,93 (post-test, kategori tinggi), dengan peningkatan sebesar 21,7%. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai Z = −3,408 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang mengkonfirmasi terdapat perbedaan signifikan self-efficacy mahasiswa sebelum dan sesudah intervensi enam minggu menggunakan AI tutor virtual.
The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly transformed higher education, particularly through AI-based virtual tutors capable of providing fast, precise, and personalized feedback. Real Analysis, one of the most challenging mathematics education courses, frequently causes low self-efficacy among students due to its abstract nature and demands for formal proof-writing. This study examines the effect of utilizing AI as a virtual tutor on self-efficacy of mathematics education students at Universitas Asahan. A quantitative quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed with 15 students selected via purposive sampling. The self-efficacy questionnaire was based on Bandura’s three dimensions: magnitude, strength, and generality, validated by expert judgment with Cronbach’s Alpha coefficient of 0.84. Descriptive analysis results showed an increase in mean self-efficacy scores from 65.67 (pre-test, moderate category) to 79.93 (post-test, high category), representing a 21.7% improvement. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded Z = −3.408 with p-value = 0.001 (p < 0.05), confirming a significant difference in student self-efficacy before and after the six-week AI virtual tutor intervention.
Abstract:Pantai Bohay merupakan salah satu destinasi ekowisata yang berada di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kawasan ini memiliki berbagai potensi ekowisata yang didukung oleh keindahan panorama pantai, keberadaan…
radaan terumbu karang, ekosistem mangrove, wisata kuliner berbasis hasil laut, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Di sisi lain, aktivitas ekowisata juga menimbulkan berbagai dampak yang perlu dikaji sebagai dasar pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan dampak ekowisata Pantai Bohay, serta menganalisis strategi pengembangannya menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengelola ekowisata Pantai Bohay, masyarakat lokal, dan wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan strategi pengembangan dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Bohay memiliki potensi ekowisata yang meliputi ekowisata bahari berbasis terumbu karang, panorama pantai dan sunset, ekosistem mangrove, serta wisata kuliner hasil laut. Dampak positif yang ditimbulkan meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi, serta tumbuhnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas tertentu, pengelolaan mangrove yang belum optimal, dan ancaman terhadap ekosistem pesisir. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan diarahkan pada penguatan potensi sumber daya alam dan kelembagaan lokal, peningkatan fasilitas pendukung, pengembangan atraksi ekowisata, serta penguatan upaya konservasi lingkungan.
Bohay Beach is an ecotourism destination located in Binor Village, Paiton District, Probolinggo Regency. The area boasts various ecotourism potentials supported by scenic coastal views, coral reefs, mangrove ecosystems, seafood-based culinary tourism, and local community involvement in its management. However, ecotourism activities also generate impacts that require assessment to inform sustainable area development. This study aims to identify the ecotourism potential and impacts of Bohay Beach and to analyze development strategies using SWOT analysis. This study employs a qualitative approach using a case study design. Research subjects include Bohay Beach ecotourism managers, local community members, and tourists, selected via purposive sampling. Data collection involved observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data analysis utilized the Miles and Huberman model—comprising data reduction, data display, and conclusion drawing—while development strategies were analyzed using SWOT. The results indicate that Bohay Beach possesses ecotourism potential including coral reef-based marine ecotourism, coastal scenery and sunsets, mangrove ecosystems, and seafood culinary tourism. Positive impacts include increased community income, job creation, heightened community participation in conservation activities, and growing environmental awareness. Nevertheless, challenges remain, such as limited facilities, suboptimal mangrove management, and threats to the coastal ecosystem. Based on the SWOT analysis, development strategies focus on strengthening natural resource potential and local institutions, upgrading supporting facilities, developing ecotourism attractions, and reinforcing environmental conservation efforts.
Abstract:Komisi Informasi Provinsi Jambi masih menggunakan proses pendaftaran sengketa informasi publik secara manual sehingga menyebabkan keterlambatan pelayanan, risiko kehilangan berkas, dan kesulitan dalam pengelolaan data. Penelitian…
enelitian ini bertujuan merancang Sistem Informasi Pendaftaran Sengketa Informasi Berbasis Website untuk mempermudah masyarakat dalam mengajukan permohonan sengketa secara daring. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dirancang menggunakan PHP, MySQL, dan pemodelan UML. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mempermudah proses pendaftaran, pengelolaan data, serta pemantauan status permohonan secara lebih efektif dan efisien.
The Information Commission of Jambi Province still uses a manual public information dispute registration process, resulting in service delays, risk of document loss, and difficulties in data management. This study aims to design a web-based information dispute registration system to facilitate online application submissions. The system was developed using the Waterfall method, which includes requirements analysis, design, implementation, and testing stages. The application was designed using PHP, MySQL, and UML modeling. The results show that the system simplifies the registration process, data management, and application status monitoring more effectively and efficiently.
Abstract:Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun prevalensinya terus mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan angka tersebut belum data pencapai target nasional (14,2%). Penggunaan angka nasional…
al secara umum dapat menutupi kelompok penduduk yang masih menanggung beban stunting lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik epidemiologi stunting pada balita di Indonesia. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain case series. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi data sekunder dari laporan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024. Data karakteristik yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin dan faktor sosial ekonomi. Analisis indeks tinggi badan menurut umur mencakup 298.903 balita. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 24–35 bulan sebesar 24,2%. Prevalensi pada balita laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi daripada perempuan sebesar 18,6%. Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, prevalensi tertinggi ditemukan pada keluarga dengan kepala rumah tangga tidak sekolah sebesar 30,9%, keluarga nelayan sebesar 28,3%, penduduk perdesaan sebesar 22,7%, dan kelompok ekonomi terbawah sebesar 29,8%. Prevalensi pada kelompok ekonomi terbawah sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok teratas. Intervensi penurunan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi hingga usia dua tahun, disertai pendampingan yang lebih intensif khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rentan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi tata kelola kualitas pengajar dan administrasi pembelajaran sebagai upaya strategis utama dalam mewujudkan Good University Governance (GUG) di Universitas…
ersitas Sapta Mandiri Balangan. Institusi pendidikan tinggi di daerah menghadapi tekanan berlapis untuk meningkatkan akuntabilitas internal, standar akademik, dan efisiensi birokrasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis deskriptif, data empiris dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan akademik, diskusi kelompok terfokus (FGD), analisis dokumen sistem penjaminan mutu internal (SPMI), serta observasi langsung terhadap alur kerja administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola yang terstruktur dalam pemantauan kualitas mengajar dan digitalisasi administrasi pembelajaran berfungsi sebagai katalis langsung bagi transparansi, responsivitas, dan akuntabilitas institusi. Meskipun demikian, tantangan sistemik masih ditemukan, terutama terkait distribusi sumber daya yang belum merata, kesenjangan literasi digital, dan kontinuitas pelatihan pedagogik. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi platform administrasi otomatis dengan evaluasi dosen yang sistematis dan objektif menciptakan fondasi yang tangguh bagi GUG, yang pada akhirnya meningkatkan kredibilitas institusi, keberlanjutan operasional, serta capaian pendidikan secara holistik di universitas tingkat daerah.