Abstract:The Mamat tradition as a betel nut chewing practice within the Timor Lelogama community faces significant challenges due to the forces of modernization, which have the potential to weaken social cohesion and collective identity.…
dentity. This condition raises critical questions regarding how Mamat functions as an effective cultural instrument to maintain unity, nurture solidarity, and preserve noble intergenerational values. This study aims to analyze the role of the Mamat tradition as a living and dynamic cultural system amid ongoing social transformation. A descriptive qualitative approach was employed through observation, in-depth interviews, and literature review to obtain a comprehensive understanding of the symbolic meanings and social functions embedded in the tradition. The findings reveal that Mamat is not merely a habitual practice of betel nut consumption, but a cultural mechanism that strengthens social integration, serves as a medium for conflict reconciliation, and reinforces kinship relations and social respect. The tradition also functions as a vehicle for transmitting cultural values that shape the collective character of the Timor Lelogama community. The novelty of this research lies in its analysis of Mamat as an integrated cultural system encompassing the dimensions of ideas, activities, and cultural artifacts, thereby enriching perspectives on local cultural studies grounded in social practice. The study concludes that preserving the Mamat tradition constitutes a relevant cultural strategy for strengthening social cohesion and sustaining community identity amid the dynamics of globalization.
Abstract:This study examines the phenomenon of siri’ killing in the Bugis-Makassar community, which has received limited attention in global discussions on honor-based killings. The background of this research is rooted in the strong…
strong value of siri’ as a system of collective honor that not only regulates social behavior but also has the potential to generate violence as a means of restoring dignity. The research problem focuses on how the construction of siri’ shapes collective honor, how patterns of honor-motivated killings occur, and how Indonesian criminal law responds to this phenomenon without legitimizing violence. This study employs a normative legal method with statutory, case, and conceptual approaches to analyze the relationship between legal norms and cultural values. The findings indicate that siri’ is understood as a collective family identity that significantly influences individual behavior, with women becoming the most vulnerable group due to the unequal distribution of moral burden. Patterns of siri’ killing are generally associated with control over sexuality and marriage and are driven by social pressure and collective moral legitimacy. The response of criminal law tends to be ambivalent, as cultural motives are not justified but are often considered as background factors. The conclusion emphasizes that siri’ killing is a complex phenomenon that cannot be understood merely as a criminal act, but rather as the result of interactions among culture, gender, and law. The novelty of this study lies in the integration of cultural, criminal law, and gender perspectives in explaining siri’ killing as a localized form of honor killing with distinctive characteristics in Indonesia.
Abstract:Cymbopogon citratus, biasa disebut serai, adalah tanaman aromatik yang sangat serbaguna yang terkenal dengan sifat terapeutik dan kegunaannya yang luas. Aplikasi ini mencakup minyak pijat, aromaterapi, pengusir serangga,…
penyegar udara, parfum, kosmetik, dan bahkan tujuan pengobatan. Tanaman serai merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mampu mensintesis minyak atsiri. Di Indonesia, pemanfaatan tanaman serai (Cymbopogon citratus) sebagian besar terfokus pada penerapannya sebagai bahan penyedap makanan. Namun, terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk pengembangan minyak atsiri berkualitas tinggi yang berasal dari tanaman ini. Minyak atsiri biasa disebut demikian karena komposisinya yang mencakup esensi dasar dari masing-masing tanaman. Pemanfaatan minyak atsiri lazim dalam produksi sabun bath bomb. Sabun bath bomb telah mengalami lonjakan popularitas yang signifikan karena digabungkan sebagai pelengkap ritual mandi yang menyenangkan, menawarkan pengalaman sensorik multi-segi yang ditandai dengan produksi busa, warna cerah, dan aroma harum yang menyenangkan. Penyuluhan produksi minyak serai dilakukan pada demografi masyarakat di Palangka Raya yang berada pada rentang usia produktif, khususnya pelajar. Sesi pelatihan meliputi pemberian panduan produksi minyak serai melalui metodologi yang lugas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilaksanakan dan mendapat sambutan baik dari kalangan mahasiswa.
Abstract:Abstract: Nowadays, medical mask is difficult to find in several pharmacies in Palembang. This situation could be a promising business opportunity during the Covid-19 epidemic. The target partners in this activity are residents…
sidents of Gang Sei Saling, Siring Agung Sub-district, Ilir Barat 1 District, Palembang. This PkM activity aims to provide cloth mask sewing skills to take advantage of business opportunities during the Covid-19 pandemic. The method used in this activity is the training method. The sewing training activities consist of two types of activities, namely the presentation of sewing theory and practical training on sewing cloth masks. The presentation is going to explain about sewing theory, sewing concepts, tools and equipment needed in sewing, types and selection of fabrics. Meanwhile, training for sewing cloth masks, undoing the practice of operating a sewing machine, making cloth mask patterns, cutting patterns, sewing cloth masks, and finishing. In this PkM activity, participants not only provided skills in sewing cloth masks, but also at the finishing step such as folding and packaging.
Keywords: cloth masks; sewing; training
Abstrak: Dengan adanya kelangkaan masker medis yang mulai sulit ditemukan di apotek Palembang, hal ini menjadi peluang bisnis di masa pendemi Covid – 19. Target mitra dalam kegiatan ini adalah Warga Gang Sei Saling, kelurahan Siring Agung, kecamatan Ilir Barat 1, Palembang. Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan keterampilan menjahit masker kain untuk memanfaatkan peluang bisnis pada saat pandemi Covid – 19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan. Kegiatan pelaksanaan pelatihan menjahit ini terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu pemaparan teori menjahit dan pelatihan praktek menjahit masker kain. Pemaparan teori menjahit terdiri konsep menjahit, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjahit, dan jenis dan pemilihan kain. Sedangkan kegiatan pelatihan praktek menjahit masker kain terdiri dari praktek mengoperasikan mesin jahit,membuat pola masker kain, menggunting pola, menjahit masker kain, dan finishing. Dalam kegiatan PkM ini, peserta tidak hanya diberikan keterampilan menjahit masker kain, tetapi juga hingga tahap finishing seperti melipat dan mengemas masker kain.
Kata kunci: masker kain; menjahit; pelatihan
Abstract:Abstract: Information Technology has been utilized by the Wahana Visi Indonesia Foundation in the process of managing goods data (Provision). Therefore, good and correct IT governance is needed by predetermined standards…
so that the use of IT for the foundation's operations can run well. The purpose of this study is to determine the extent to which management manages the processes of managing and evaluating IT performance, Internal Control, External Requirements, and IT Governance. Capability and maturity level measurements were carried out using the COBIT 2019 framework. The results obtained were that the capability level and maturity level values in the MEA 01 objective domain were 2.17 with a percentage of 41% categorized Partially, the MEA 02 objective domain obtained a value of 1 .97 with a percentage of 36% and entered the Partially category, the objective domain MEA 03 obtained a value of 2.11 with a percentage of 36% and entered the Partially category, the objective domain MEA 04 obtained a value of 1.75 with a percentage of 38% and entered the Partially category. Each process domain that is in it produces a gap level value or GAP value for each of the selected objective domains based on factor design. Domain MEA 01 got a score of 1.83, domain MEA 02 got a score of 2.03, domain MEA 03 got a score of 1.89, and domain MEA 04 got a score of 2.25 out of the expected maximum value of 4.00. Thus it can be concluded that the management and process evaluation of management is lacking and does not match existing targets or standards. Keywords: Capability; COBIT 2019; IT Governance; Maturity Abstrak: Teknologi Informasi sudah dimanfaatkan kegunaannya oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia dalam proses pengelolaan data barang (Provision). Dengan demikian, dibutuhkan tata kelola TI yang baik dan benar sesuai dengan standar yang sudah diten-tukan agar penggunaan TI untuk operasional yayasan dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana manajemen mengelola proses-proses pengelolaan dan evaluasi kinerja TI, Internal Control, External Requirements dan Tata Kelola TI. Pengukuran capability dan maturity level dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 2019. Hasil yang didapatkan berupa bahwa Nilai capability level dan maturity level pada domain obyektif MEA 01 adalah 2,17 dengan presntase 41% dikategorikan Partially, domain obyektif MEA 02 memperoleh nilai 1,97 dengan presentase 36% dan masuk kategori Partially, domain obyektif MEA 03 memperoleh nilai 2,11 dengan presentase 36% dan masuk kategori Partially, domain obyektif MEA 04 memperoleh nilai 1,75 dengan presentase 38% dan masuk kategori Partially. Setiap domain proses yang ada didalamnya menghasilkan nilai tingkat kesenjangan atau nilai GAP masing-masing dari setiap domain obyektif yang terpilih berdasarkan desain faktor. Domain MEA 01 mendapat nilai 1,83, domain MEA 02 mendapat nilai 2,03, domain MEA 03 mendapat nilai 1,89, domain MEA 04 mendapat nilai 2,25 dari nilai maksimal yang diharapkan 4,00. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pengelolaan dan evaluasi proses dari manajemen sangatlah kurang dan tidak sesuai target atau standar yang ada. Kata kunci: Capability; COBIT 2019; Tata Kelola TI, Maturity
Abstract:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh dan menemukan maksim-maksim dalam teori Grice, baik berupa penerapan maupun pelanggaran prinsp kerja sama sama teori Grice pada saat interaksi tawar-menawar antara penjual…
l dan pembeli di Siring, Kota Banjarmasin. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif dalam penelotian ini juga diperkuat dengan menggunakan pendekatan teori Grice. Cara kerja teori Grice menerapkan kerja maksim yang meliputi: maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim cara. Sumber data dalam penelitian ini ialah 4 orang penjual di Siring, Banjarmasin. Pengumpulan data dilakakukan dengan dua teknik, yakni teknik dokumentasi dan teknik catat. Proses penganalisisan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis yang di sesuaikan dengan kajian analisis wacana oleh teori Grice. Dari hasil penelitian ditemukan penerapan dan pelanggaran dari maksim dalam kerja sama Grice. Data tersebut beruapa 10 bentuk penerapan dari maksim Grice dan 3 pelanggaran maksim Grice.
Abstract:Budaya siri’ merupakan konsep fundamental dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar yang mencerminkan nilai-nilai menjaga harga diri, kehormatan, dan martabat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi budaya…
ya siri’ dalam perspektif ajaran Al-Qur’an, khususnya terkait nilai-nilai menjaga harga diri sebagai salah satu prinsip akhlak mulia. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan harga diri dan kehormatan, serta kajian budaya lokal siri’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai siri’ selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan komunitas, menghindari perbuatan tercela, serta menegakkan keadilan dan kebenaran. Selain itu, integrasi budaya siri’ dengan nilai-nilai Islam berpotensi memperkuat identitas masyarakat Bugis Makassar dalam konteks modern, sekaligus melestarikan budaya lokal yang berbasis nilai-nilai agama. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pengembangan studi budaya dan agama, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana praktik perkawinan siri ditinjau dari hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia, serta ditinjau dari fiqih munkahat dan hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia.…
ndonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi Pustaka. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa bahan berupa hukum perimer dan hukum skunder. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa saat ini belum terdapatt definisi yang jelas mengenai perkawinan siri dalam peraturan ketentuan perundang undangan. Fiqih munkahat adalah hukum yang mengatur tata cara perkawinan atau pernikahan dan segala hal yang berkaitan dengannya. Fiqih munkahat harus diikuti dan diamalkan oleh umat muslim sebagai landasan dalam melakukan perkawinan demi mewujudkan pernikahan yang Sakinah, mawadah, warohmah. Perkawinan siri sejatinya tidak bertentangan dengan fikih munkahat namun tidak berlaku dalam hukum di Indonesia. Sehingga tidak mendapat perlindungan hukum negara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah , nikah siri merupakann pernikahan yang tidak asas legalitas. Dalam arti tidak mempunyai kekuatan hukum.
Abstract:masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana efektivitas program Command Center dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program…
rogram Command Center dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat tentang kondisi atau objek yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kota Ambon, yang berada di Lantai 4 Balai Kota Ambon Jl. Sultan Hairun, Uritetu, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Pencapaian tujuan dalam Program Command Center Kota Ambon adalah untuk meningkatkan pelayanan publik dengan menggunakan teknologi yang tersedia namun terdapat hambatan-hambatan dalam menjalankan program ini yaitu masih ada beberapa layanan yang sering mengalami gangguan dan pemerintah masih kekurangan tenaga kerja (programmer). Sehingga pencapaian Program Cerdas Command Center belum berjalan secara maksimal. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kota Ambon lewat Program Command Center ini belum optimal dikarenakan proses sosialisasi yang dilakukan pemerintah tidak rutin dan tidak langsung berhadapan dengan masyarakat ataupun dari pemerintah tidak memasang spanduk-spanduk yang berkaitan dengan Program Cerdas Command Center sehingga masih banyak masyarakat yang belum memahami dan mengetahui adanya program ini.
Abstract:Al-Qur'an Terjemah Bahasa Madura menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Penulis mencatat perkembangan terjemahan ini dari tahun 1999 hingga 2018. Penelitian ini didasarkan pada hasil dari Jamaah Pengajian Surabaya (JPS)…
S) dan Lembaga Pengkajian dan Penerjemahan Al-Qur'an (LP2Q), serta instruksi dari Kementerian Agama Republik Indonesia kepada akademisi IAIN Madura untuk menyusun karya ini. Kementerian Agama mendorong para ahli untuk segera menyusun terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Madura. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: (1) Apa sejarah munculnya Al-Qur’an Terjemah Bahasa Madura? (2) Bagaimana konteks lokal dalam Al-Qur’an dan terjemahannya dalam bahasa Madura. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an terjemah Bahasa Madura terbagi menjadi tiga jenis, yang masing-masing merupakan kesatuan. Pertama, karya dari Jamaah Pengajian Surabaya (JPS), kedua, dari Lembaga Penerjemahan dan Pengkajian Al-Qur'an (LP2Q), dan ketiga, karya Tim Penerjemah IAIN Madura. Model penerjemahan yang diterapkan adalah model dinamis atau komunikatif, yang dalam istilah ulumul Qur'an dikenal sebagai terjemah harfiyyah atau tafsiriyyah. Proses penerjemahan dilakukan dengan menyesuaikan dengan bahasa dan budaya Madura, bukan hanya berdasarkan struktur gramatikal bahasa Arab sebagai sumber. Dialek yang digunakan dalam terjemahan umumnya adalah dialek Pamekasan-Sumenep, meskipun ada bagian yang menggunakan dialek Bangkalan-Sampang. Hirarki bahasa Madura yang diterapkan dalam penerjemahan bervariasi tergantung pada struktur dan ayat yang diterjemahkan, mencakup tingkatan iyâ-enjâ', engghi-enten, tèngghi/alos, serta bhâsa enghhi-bhuntèn. Dalam bahasa Jawa, istilah ini dikenal sebagai ngoko, kromo, dan kromo inggil.