Search Articles & Publications

Showing 3115 articles found for "Analisis"

Pengaruh Literasi Keuangan dan Perencanaan Keuangan Terhadap Tabungan Mahasiswa Akuntansi Semester II dan IV di Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kramat

Riza Fahlapi, Lucky Ana Cesar, Nabila Syafitri, Haryo Aditya, Yolanda Fatika
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan dan perencanaan keuangan terhadap kebiasaan menabung mahasiswa Akuntansi semester II dan IV di Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kramat, baik secara… cara parsial maupun simultan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei terhadap 150 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan mahasiswa dengan t-hitung 6,640 > t-tabel 1,976 dan kontribusi 57%, sedangkan perencanaan keuangan juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan t-hitung 4,957 > t-tabel 1,976 dan kontribusi 53%. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tabungan mahasiswa dengan nilai F-hitung 130,357 > F-tabel 3,060 dan nilai determinasi sebesar 63%, serta diperoleh persamaan regresi Y = 3,330 + 0,435X₁ + 0,251X₂. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik literasi dan perencanaan keuangan yang dimiliki mahasiswa, semakin besar pula kecenderungan mereka dalam membentuk perilaku menabung yang sehat dan terarah.

Diversitas Vegetasi dalam Sistem Agroforestri Tradisional dan Pengaruhnya pada Resiliensi Ekologis-Ekonomis: Perspektif Komunitas Lokal di Sekitar Hutan Pendidikan

Hiola, Abdul Samad
Abstract: Meskipun pengakuan terhadap agroforestri tradisional  sebagai strategi pengelolaan lahan berkelanjutan semakin meningkat, penelitian yang mengintegrasikan analisis keanekaragaman tanaman dengan persepsi lokal untuk memahami… hami ketahanan ekologi-ekonomi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji hubungan antara keanekaragaman tanaman dalam sistem agroforestri dan kontribusinya terhadap stabilitas ekosistem serta ketahanan ekonomi komunitas lokal di Desa Dulamayo Selatan, sekitar Hutan Pendidikan Universitas Gorontalo, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, kami menggabungkan analisis vegetasi kuantitatif melalui 9 plot dinamis (72 sub-plot) dengan survei sosial yang melibatkan 60 rumah tangga dan wawancara mendalam dengan 5 informan kunci, dengan penilaian menggunakan skala Likert (1-5). Analisis Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan dominasi spesies serbaguna, dengan Arenga pinnata (INP=113,72), Lansium parasiticum (INP=68,8), dan Aleurites moluccanus (INP=48,45) menjadi komponen kunci dalam sistem agroforestri lokal. Komunitas lokal menilai tinggi jasa ekosistem dari sistem agroforestri, khususnya penyediaan air bersih (4,4/5) dan mitigasi bencana alam (4,2/5). Analisis regresi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara kesadaran lingkungan dan manfaat ekonomi (R²=0,72), mengindikasikan bahwa kesadaran ekologis dan keuntungan ekonomi dapat bersinergi dalam pengelolaan agroforestri. Preferensi terhadap spesies serbaguna mencerminkan strategi adaptif untuk memaksimalkan manfaat dari sumber daya lahan yang terbatas, sambil menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan kesadaran ekologis ke dalam program pengembangan agroforestri dan menyoroti potensi diversifikasi spesies untuk meningkatkan ketahanan ekologi sekaligus stabilitas ekonomi pada komunitas yang bergantung pada hutan.  

Pertanggung Jawaban Pidana Dalam Kasus Korupsi Pengadaan Buku Adat Oleh Lembaga Adat Di Aceh

Rahma Kuvita Wulandari, Rahayu Sri Utami
Abstract: Pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana korupsi merupakan salah satu aspek penting dalam upaya penegakan hukum yang adil dan efektif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus dugaan korupsi dalam pengadaan buku adat… dat oleh lembaga adat di Aceh, yang menimbulkan persoalan hukum mengenai status lembaga adat sebagai subjek hukum pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap lembaga adat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, serta menelaah bagaimana hukum diterapkan terhadap pelaku yang berasal dari struktur kelembagaan non-pemerintah. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus, yaitu dengan mengkaji secara langsung kasus yang sedang diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lembaga adat bukan subjek hukum pidana konvensional seperti individu atau korporasi, namun dapat dipersamakan dengan korporasi berdasarkan Pasal 20 UU Tipikor karena memiliki struktur organisasi, menerima dana publik, dan menjalankan fungsi publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lembaga adat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana melalui pengurusnya yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, dengan tetap mempertimbangkan asas legalitas dan prinsip keadilan restoratif.

Innovation And Regulation: Legal Challenges In Indonesia In Responding To The Development Of Generative Artificial Intelligences

Hendri Khuan, Darmawati Darmawati, Meyer Tendean, Dadin Solihin
Abstract: Penelitian ini menganalisis tantangan hukum dalam menyeimbangkan inovasi Generative AI (GenAI) dan kebutuhan regulasi di Indonesia, mengidentifikasi celah regulasi, dampak sektoral, serta merumuskan rekomendasi kebijakan… berbasis prinsip keadilan dan keberlanjutan. Metode: Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis.  Studi mengidentifikasi tiga tantangan utama: (1) Regulasi yang tidak adaptif, di mana UU ITE, PDP, dan Hak Cipta gagal mengatur aspek krusial GenAI seperti status hukum output AI, bias algoritma, dan penggunaan data pelatihan; (2) Ambang akuntabilitas yang ambigu, menyulitkan penentuan pihak bertanggung jawab atas konten ilegal atau disinformasi berbasis AI; serta (3) Dampak sektoral tidak terantisipasi, termasuk risiko hallucination di sektor keuangan, plagiarisme pendidikan, dan disrupsi tenaga kerja kreatif. Solusi yang diusulkan mencakup regulasi berbasis risiko, amandemen UU Hak Cipta untuk ciptaan AI, kolaborasi multistakeholder, dan regulatory sandbox untuk inovasi terkendali.

Pengaruh Kinerja dan Biaya Lingkungan terhadap Tingkat Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023

Wa Ode Umi Kalsum Nurhalimah, Mulyati Akib
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh kinerja lingkungan dan biaya lingkungan terhadap profitabilitas. Sampel yang digunakan adalah 52 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode… iode 2022-2023, dengan metode purposive sampling. Variabel kinerja lingkungan diukur menggunakan data PROPER, sementara biaya lingkungan dihitung berdasarkan biaya CSR yang dibagi dengan laba bersih, dan profitabilitas diukur melalui rasio ROA. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan teknik analisis berupa regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada rentang waktu 2022-2023. Selain itu, biaya lingkungan juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas selama periode tersebut.

Respon Pertumbuhan dan Hasil Varietas Jagung Terhadap Pemberian Pupuk Organik Di Lahan Kering Masam

Roslina Ridwan Karim, Sofyan Abdullah, Bachtiar Ismail
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan dan hasil jagung terhadap pemberian pupuk organik di lahan kering masam Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Tujuan spesifiknya adalah: (1) menentukan dosis pupuk… uk organik optimal, (2) mengidentifikasi varietas jagung terbaik, dan (3) menemukan kombinasi optimal antara dosis pupuk dan varietas. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan faktorial dua faktor menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), melibatkan tiga varietas jagung (Jakarin, NK 212, Pulut Uri 1) dan tiga dosis pupuk organik (O1=0 g/tanaman; O2=200 g/tanaman; O3=300 g/tanaman). Analisis data dilakukan melalui sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik O2 memberikan respons terbaik pada tinggi tanaman (201,51 cm), jumlah daun (10,07 helai), diameter batang (18,42 mm), panjang tongkol (17,89 cm), bobot 100 butir (38,13 g), dan produksi per hektar (13,68 ton/ha). Varietas NK 212 dan Jakarin unggul dalam parameter agronomi dibandingkan Pulut Uri 1, dengan NK 212 mencatatkan hasil tertinggi pada kombinasi dengan O2. Interaksi antara varietas dan dosis pupuk tidak selalu signifikan, tetapi pemilihan varietas tetap menjadi faktor kritis untuk adaptasi di lahan masam. Pupuk organik dosis O2 efektif meningkatkan pH tanah, mengurangi toksisitas Al³⁺, serta meningkatkan ketersediaan hara N, P, dan K. Rekomendasi utama adalah penggunaan varietas NK 212 bersama pupuk organik O2 sebagai strategi optimal untuk produktivitas jagung di lahan kering masam. Penelitian ini memberikan basis teknologi budidaya jagung ramah lingkungan yang dapat diterapkan di wilayah dengan kondisi serupa.

Implikasi Hukum Jual Beli Wakaf Oleh Ahli Waris Wakif Studi Kasus Di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sumatera Tengah

Mohamad Abil Faroj Al Jawawi, Eka Wahyu Setiawan, Rahayu Sri Utami
Abstract: Wakaf  merupakan sebuah kegiatan yang telah ada sejak berpuluh–puluh tahun oleh masyarakat indonesia yang beragama islam, akan tetapi masih banyak problematik terkait wakaf karna kurangnya pemahaman di masyarakat dan perlindungan… perlindungan hukum yang memadai. salah satu problematika yang terjadi khususnya tentang wakaf salah satunya terjadi dikota pekanbaru yang mana ahli waris wakif menjual tanah yang diwakafkan orangtuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hukum Islam, khususnya yang berkaitan dengan hukum positif, terhadap isu ini. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, meliputi kajian tentang hukum Islam serta undang-undang yang relevan. Kesimpulan. Terdapat implikasi hukum dan masih perlunya kesadaran hukum dimasyarakat, serta harmonisasi dan perlindungan hukum terkait wakaf. khususnya yang terjadi di kota pekanbaru.

Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Adopsi Sistem Agroforestri Di Provinsi Gorontalo

Adam, Verra, Sofyan Abdullah, Iswan Dunggio
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap adopsi sistem agroforestri di Provinsi Gorontalo. Agroforestri dipandang sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan seperti… ti banjir dan longsor melalui integrasi komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi logistik, melibatkan 164 responden dari enam desa yang dipilih secara proporsional. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa luas lahan (X5), penyuluhan (X8), dan keanggotaan kelompok tani hutan (KTH) (X7) menjadi faktor dominan yang memengaruhi adopsi. Petani dengan lahan ≥2 Ha memiliki peluang 201% lebih tinggi untuk mengadopsi agroforestri, sementara penyuluhan dan keanggotaan KTH meningkatkan peluang sebesar 2,75 kali dan 2,5 kali. Sebaliknya, usia (X1) dan pendidikan (X3) tidak berpengaruh signifikan, meskipun tren menunjukkan petani muda lebih terbuka pada inovasi. Analisis threshold (ambang batas skor 50 vs 60) mengungkap variasi adopsi antardesa, dengan Desa Tangga Barito memiliki tingkat adopsi tertinggi (87,5%) dan Bondawuna terendah (10,34%). Temuan ini selaras dengan literatur global yang menekankan pentingnya kapasitas teknis, jejaring sosial, dan kebijakan kontekstual. Rekomendasi strategis mencakup penyuluhan spesifik lokasi, model agroforestri yang ramah lahan sempit dan curam, serta insentif finansial bagi petani kecil. Penelitian juga menyarankan pendekatan berbasis data untuk merancang kebijakan adaptif, seperti penguatan kelompok tani dan konsolidasi lahan. Kontribusi teoretis melibatkan kerangka analisis threshold untuk memahami dinamika adopsi secara kontekstual, sedangkan implikasi praktis berfokus pada integrasi agroforestri dalam program pengentasan kemiskinan dan adaptasi iklim. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di Indonesia, terutama di wilayah dengan tantangan biofisik dan struktural seperti Gorontalo. Dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah daerah, NGO, dan kelompok petani, agroforestri dapat menjadi pilar utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang harmonis antara ekologi, ekonomi, dan sosial.  

Harmonisasi Hukum Nasional dan Hukum Adat Dalam Penanganan Delik Adat Asusila di Bali

Nur Azizah, Rahayu Sri Utami
Abstract: Indonesia adalah bangsa dengan masyarakat yang beragam banyak suku,bangsa,ras,agama serta adat istiadat yang tersebar di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Hukum dan masyarakat merupakan dua entitas yang saling berkaitan… erat dan tidak dapat dipisahkan. Prinsip Ubi Societas Ibi Ius menegaskan bahwa keberadaan hukum senantiasa mengikuti keberadaan masyarakat. Awig-awig merupakan sebuah aturan tersendiri yang dibentuk oleh desa adat dalam menjalankan pemerintahannya. Tindakan-tindakan yang melanggar hukum adat kerap disebut sebagai 'delik adat' atau 'tindak pidana adat'. Tindak pidana adat mencakup segala bentuk perbuatan atau peristiwa yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kerukunan, ketertiban, keamanan, rasa keadilan, serta kesadaran hukum masyarakat adat, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok, maupun oleh aparat atau pengurus adat itu sendiri.. Aturan hukum ada yang tertulis dan tidak tertulis. Hukum adat Bali adalah seperangkat aturan yang memuat ketentuan mengenai perintah dan larangan guna mengatur perilaku masyarakatnya mayarakat itu sendiri. Dalam hukum adat di Bali banyak terdapat tindak pidana adat yang menyangkut kesusilaan salah satunya yaitu Drati Krama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif  yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis konsep-konsep hukum yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk delik adat asusila yang diakui dan ditangani oleh hukum adat di Bali

Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura

Titi Iswanti Afelya, Fitriani Fitriani
Abstract: Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati… opati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.