Abstract:Berdasarkan arus informasi yang terus berkembang, literasi penting untuk memahami informasi. Budaya membaca buku yang rendah di Indonesia menjadi permasalahan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Indonesia berada…
da di peringkat 62 dari 70 negara, menempatkannya sebagai salah satu dari 10 negara dengan tingkat literasi yang rendah. UNESCO juga mengungkapkan minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Indonesia ditempatkan di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Indonesia menempati urutan ke 40 dari 80 negara yang disurvei dalam hal kualitas hidup. Berdasarkan perbandingan internasional, Indonesia memiliki nilai rendah yaitu 1,8 dari skala 10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup siswa SMKN 9 Kota Tangerang. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Health Literacy Survey (HLS-EU-SQ-10 IDN) dan World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL-BREF) yang telah diadaptasi dan dibagikan ke 212 siswa, dengan metode statistik Chi Square. Hasil analisis hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup diperoleh bahwa ada sebanyak 4 siswa (2,7%) yang bermasalah dengan literasi kesehatan tetapi kualitas hidupnya baik. Sedangkan siswa yang memiliki literasi kesehatan baik, sebanyak 143 siswa (97,2%), kualitas hidupnya juga baik. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai p = 0,014.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi tradisi donasi dalam perayaan pernikahan, peran dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan timbal balik…
ik dalam tradisi yang berkontribusi pada masyarakat etnis Jawa di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi donasi adalah praktik timbal balik berdasarkan kewajiban memberi, menerima, dan membalas. Donasi diberikan dalam bentuk uang, barang, atau tenaga sebagai dukungan kepada penyelenggara perayaan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperkuat jaringan sosial antar warga. Mekanisme respons yang tertunda membuat hubungan timbal balik berlangsung secara berkelanjutan. Keberlanjutan tradisi donasi dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun, hubungan kekerabatan, serta kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun mengalami penyesuaian akibat perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Abstract:This study aims to determine the perceptions and reasons or factors underlying community preferences in choosing fracture treatment in Laucimba Village, Kabanjahe District. The study was conducted in Laucimba Village using…
ng a qualitative descriptive method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that traditional medicine has a more dominant positive perception compared to modern medicine, traditional medicine is considered more affordable in terms of cost, comfort, and a relatively faster healing process. Meanwhile, modern medicine is perceived as a more certain and safe treatment because it is supported by medical examinations and professional health workers, but some people consider this treatment expensive and high risk because it requires surgery. Community preferences are generally influenced by factors such as cost, distance and accessibility, personal experience, and the influence of family and social environment. Community decision-making in choosing fracture treatment is a rational action that is adjusted to conditions, needs, and beliefs
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah…
aerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Abstract:Penggunaan kosmetik telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya di kalangan remaja wanita. Salah satu produk yang paling diminati adalah lip tint, karena memberikan tampilan natural, tahan lama, dan praktis digunakan…
gunakan dalam berbagai aktivitas. Namun, banyaknya merek yang menawarkan keunggulan masing-masing sering kali membuat konsumen remaja kesulitan menentukan pilihan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan menerapkan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) dalam menentukan produk lip tint terbaik berdasarkan persepsi remaja wanita. Metode MFEP digunakan karena mampu mengevaluasi beberapa alternatif berdasarkan sejumlah kriteria penting yang telah ditentukan, yaitu harga, daya tahan warna, aroma, kelengkapan shade, dan tekstur produk. Setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, dan penilaian dilakukan terhadap sepuluh merek lip tint populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek BNB memperoleh skor tertinggi sebesar 4,70, menjadikannya sebagai rekomendasi utama. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan evaluasi multikriteria dapat membantu konsumen muda mengambil keputusan yang lebih rasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan remaja masa kini
Abstract:Penggunaan sunscreen kini menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi dan sering terpapar sinar matahari. Namun, banyaknya pilihan produk sunscreen di pasaran…
asaran seringkali membuat mahasiswa kesulitan menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memilih sunscreen terbaik dengan menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT). Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria utama, yaitu harga, tekstur, kandungan SPF, dan daya tahan produk. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Royal yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan peringkat produk. Dari sepuluh merek yang dianalisis, Skintific menempati posisi teratas dengan nilai 0,6570 sebagai produk paling direkomendasikan, sedangkan Emina mendapat skor terendah dengan nilai 0,3750
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan…
gumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk peran aktif pemerintah Desa Titian Resak antara lain penyusunan kebijakan dan regulasi desa yang mendukung UMKM, seperti peraturan desa (perdes) tentang perlindungan dan pemberdayaan UMKM, Penyediaan bantuan modal atau dana bergulir dari dana desa bagi pelaku UMKM, pembangunan infrastruktur pendukung. Peran partisipatif menunjukkan bahwa pemerintah desa terlibat sebagai mitra atau fasilitator yang bekerja sama dengan masyarakat, pelaku UMKM, lembaga swadaya, atau pihak luar dalam mengembangkan UMKM. Bentuk peran pasif pemerintah desa yaitu baru merespons ketika ada permintaan atau keluhan dari pelaku usaha, dan belum secara konsisten melakukan pendampingan, pelatihan, atau monitoring yang berkelanjutan. Faktor penghambat utama dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri yaitu (a) Kurangnya Akses Permodalan yang Mudah dan Berkelanjutan; (b) Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan Manajerial; (c) Rendahnya Inovasi dan Teknologi; (d) Kurangnya Pendampingan dan Program Berkelanjutan dari Pemerintah Desa; (e) Kendala Infrastruktur dan Aksesibilitas; (f) Minimnya Jaringan dan Kerja Sama Usaha.
Abstract:Pesantren memainkan peran penting dalam meningkatkan autonomi dan keberlangsungan institusi pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren menghadapi tantangan untuk berfungsi sebagai pusat pendidikan agama dan penggerak ekonomi…
mi masyarakat di dunia yang berkembang cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perencanaan ekonomi di pondok pesantren dapat dilakukan dengan fokus pada sumber daya yang mungkin berkembang, seperti usaha mikro, pengolahan lahan, dan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan melakukan wawancara dan observasi langsung di beberapa pondok pesantren. Penelitian ini mengeksplorasi potensi dan tantangan perencanaan ekonomi di pesantren melalui wawancara dengan pengelola pesantren, santri, dan masyarakat sekitar serta melihat kegiatan ekonomi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pondok pesantren dapat ditingkatkan dan mereka dapat lebih mandiri secara keuangan. Dalam perencanaan ekonomi, penerapan prinsip manajemen yang baik mendorong kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa perencanaan ekonomi pondok pesantren yang dilakukan secara sistematis dan terencana berkontribusi pada kelangsungan organisasi, pertumbuhan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
Abstract:Pertanian merupakan salah satu bidang yang dapat dimanfaatkan dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan pengelolaan lahan. Pertanian pintar atau smart farming adalah konsep pengelolaan pertanian…
ian yang menggunakan teknologi maju untuk melacak, memantau, mengotomatisasi, dan menganalisis pembudidayaan tanaman cabai rawit. Internet of Things (IoT) menjadi bagian penting dalam Smart Farming. Cabai rawit dinilai mempunyai ekonomi yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Permintaan yang tinggi memberikan peluang yang baik bagi petani untuk membudidayakannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membantu petani dalam memonitoring kelembaban tanah secara real-time tanpa harus berada dilokasi. Sensor YL-69 akan mendeteksi kelembaban tanah sehingga ketika terdeteksi tanah kering pompa secara otomatis akan melakukan penyiraman sesuai dengan umur tanaman cabai, kemudian sensor Ultrasonik mengukur ketinggian air pada tangki apakah air kosong atau air penuh, dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, hasil monitoring ditampilkan langsung pada aplikasi Blynk. Dua Button pada Blynk berfungsi untuk melakukan penyiraman pupuk, agar petani dapat menghemat waktu dan tenaga.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi pada periode 2019-2024. Inflasi dan pengangguran sering kali dianggap sebagai faktor utama…
yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kemiskinan serta menjadi isu ekonomi yang hangat dibahas pada tahun ini. Dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menerapkan metode Analisis Data Sekunder guna mengevaluasi hubungan antara inflasi, pengangguran, dan tingkat kemiskinan di Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan pengangguran memang memiliki pengaruh terhadap kemiskinan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan. Kenaikan inflasi cenderung menurunkan daya beli masyarakat miskin, sehingga memperburuk kondisi ekonomi mereka. Di sisi lain, tingkat pengangguran yang rendah berpotensi menekan angka kemiskinan karena lebih banyak masyarakat yang memperoleh pendapatan. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi yang tepat diperlukan untuk mengendalikan inflasi dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan guna menekan tingkat kemiskinan di Banyuwangi.