Abstract:Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource…
ource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.
Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model
Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas.
Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi
Abstract:Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are business entities or individuals that have productive activities and fulfill the criteria for micro-enterprises. The development of the economic sector in Indonesia…
ia is also influenced by MSME businesses. Beni Scroll Art is an MSME engaged in the sale of handicrafts such as making miniature amperes, trophies made of wood, bird statues made of wood and so on. This research is a development of research that previously discussed the use of website-based information technology which was developed into android-based information technology. Android-based sales applica-tion development is more effectively used for the community in the buying and selling process because it is more familiar in the community. Therefore, the system development carried out by researchers is an Android-based application in the sales process and to in-crease sales. The method used in developing this android application is a prototype with several stages of Communication, Quick Plan, Modeling and Quick Design, Quick Design, Construction of Prototype, and Deployment Delivery and Feedback. The purpose of this research is to simplify sales, increase sales, and make the sales process more effective and efficient.
Keywords: applications; android; sales; SMEs
Abstrak: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan badan usaha atau perseorangan yang mempunyai kegiatan produktif serta memenuhi kreteria dalam usaha mikro. Perkembangan bidang ekonomi di Indonesia juga diperngaruhi oleh usaha UMKM. Beni Scroll Art merupakan UMKM yang bergerak dibidang penjualan keterampilan tangan seperti pembuatan miniature ampere, piala dengan bahan dasar kayu, patung burung dengan bahan dasar kayu dan sebagainya. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang sebelumnya membahas pemanfaatan teknologi informatika berbasis website dikembangkan menjadi teknologi informasi berbasis android. Pengembangan aplikasi penjualan berbasis android lebih efesien digunakan untuk masyarakat dalam melakukan proses jual-beli karena lebih familiar dimasyarakat. Maka dari itu pengem-bangan sistem yang dilakukan peneliti adalah aplikasi berbasis android dalam proses penjualan serta untuk meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan dalam pengambangan aplikasi android ini adalah prototype dengan beberapa tahapan komunikasi, rencana cepat, pemodelan dan desain cepat, desain cepat, konstruksi prototipe, dan pengiriman dan umpan balik penyebaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mempermudah penjualan, meningkatkan penjualan, serta agar proses penjualan lebih efektif, dan efesien.
Kata kunci: aplikasi; android; penjualan; UMKM
Abstract:Abstract: Pekanbaru still using conventional traffic light control system. Pekanbaru as the capital of Riau Province is predicted udergo the increased of urban population by 54.5% in 2025. It is important for Pekanbaru…
ru to immediately implement smart and efficient traffic management system, so that traffic congestion can be resolved quickly. This research paper provides a design solution for smart traffic light management (Smart Traffic Control System), based on object detection technology that uses deep learning to detect the number and type of vehicles. The number of vehicle is the basis for determining the green light timer automatically. The Smart Traffic Control System (STCS) is integrated with a web based geographic information system (smart map) that can display the current condition (picture, the number of vehicle, congestion level) of each STCS location. This integrated system has been tested on a traffic light prototype, using a mini computer and a miniature vehicle. This integrated system is able to detect 9 out of 12 vehicles, and able to send data regularly to the smart map.
Keywords: deep learning; smart mobility; smart traffic control system
Abstrak: Pengaturan lampu lalu lintas di Kota Pekanbaru masih dilakukan secara konvensional. Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau diprediksikan akan mengalami peningkatan jumlah penduduk perkotaan sebesar 54,5% pada tahun 2025. Dengan melihat predikisi ini, penting bagi kota Pekanbaru untuk segera memiliki tata kelola lalu lintas yang cerdas dan efisien agar kemacetan dapat ditanggulangi dengan cepat. Penelitian ini memberikan rancangan solusi untuk tata kelola lampu lalu lintas cerdas (Smart Traffic Control System), berbasis teknologi object detection yang menggunakan deep learning untuk mendeteksi jumlah dan jenis kendaraan. Jumlah kendaraan menjadi dasar penentuan timer lampu hijau secara otomatis. Smart Traffic Control System (STCS) terintegrasi dengan sistem informasi geografis berbasis web (smart map) yang secara kontinu menerima informasi kepadatan (gambar terkini, jumlah kendaraan, level kepadatan), kemudian menampilkannya diatas peta Kota Pekanbaru. Solusi sistem terintegrasi ini telah diujikan pada sebuah prototipe lampu lalu lintas, menggunakan komputer mini dan miniatur kendaraan. Sistem terintegrasi ini mampu mendeteksi 9 dari 12 kendaraan, dan mampu mengirimkan data secara berkala kepada smart map.
Kata kunci: deep learning; smart mobility; smart traffic control system
Abstract:The rapid advancement of digital technology and artificial intelligence (AI) in the twenty-first century has fundamentally transformed the structure of modern constitutional governance. Digitalization has reshaped the interactions…
teractions between governments and citizens, altered the patterns of political participation, and presented major challenges to constitutional principles. This study aims to analyze the implications of technological development for constitutional law and propose the concept of a digital constitution as an adaptive framework in the AI era. This study employs a normative legal method, using both conceptual and statutory approaches. Legal materials consist of primary, secondary, and tertiary sources, which are analyzed qualitatively and descriptively. The findings reveal that, while digital transformation enhances governmental efficiency and public transparency, it also generates serious risks, including data misuse, digital surveillance, and political disinformation. These dynamics demand a reinterpretation of constitutional norms to protect citizens' digital rights in cyberspace. The concept of a digital constitution is proposed as a normative response that integrates digital rights into constitutional rights and reaffirms the principle of the rule of law within technological governance. To achieve a democratic and just constitutional order, it is crucial to strengthen regulatory frameworks, ensure algorithmic accountability, and foster collaboration among state institutions, civil society, and the private sector. Ultimately, constitutional law must evolve into an adaptive, transparent, and fair system that can address the profound challenges of the digital and AI-driven era.
Abstract:Fakta menunjukan setiap tempat pasti ada perbuatan melawan hukum. Khususnya para pejabat daerah yang melanggar asas transparasi dan akuntabilitas. Serta melanggar etika dan hukum, berpotensi merugikan masyarakat dan menciptakan…
iptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instunsi pemerintah. Penegakan hukum harus tegas menangani tindak gratifikasi. Perbuatan melawan hukumnya yaitu gratifikasi masalah yang sering terjadi berupa memberikan hadiah untuk niat yang tidak baik. Penerima gratifikasi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan UU Tipikor serta menuntut pengembalian kerugian yang dialami negara. Pertanggungjawaban hukum bagi pejabat daerah yang menerima gratifikasi dalam pelayanan publik sanagt penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban pejabat daerah yang terlibat gratifikasi serta peran penegak hukum dalam meminimalisir adanya gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Actual Approve). Hasil penelitian menunjukkan gratifikasi sudah dianggap sebagai bentuk suap. Lemahnya pengawasan secara internal juga menjadi faktor utama gratifikasi terjadi. Pelanggaran seperti ini mengakibatkan prinsip good governance menjadi tercoreng. Dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa peraturan yang sudah ada terkait gratifikasi masih terdapat kelemahan atau celah yang dimanfaatkan pelaku. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran menjadi kunci untuk mencipatakan penegakan hukum yang lebih adil dan efektif. Dalam penelitian ini untuk mengatasi gratifikasi dalam pelayanan publik dengan memperkuat sitem pengawasan di setiap instansi pemerintah serta meningkatkan pelatihan bagi pejabat daerah mengenai hukum antikorupsi.
Abstract:Artikel ini membahas kewajiban menuntut ilmu dalam Islam dengan fokus pada perspektif Tafsir At-Thabari terhadap Surat At-Taubah ayat 122. Menurut tafsir ini, pendidikan dan pengetahuan merupakan pilar fundamental dalam…
kehidupan seorang Muslim, di mana ayat tersebut menekankan pentingnya pembagian peran di antara umat Islam dalam konteks jihad dan pendidikan. Kewajiban menuntut ilmu tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif, di mana masyarakat harus memiliki sekelompok orang yang berdedikasi untuk belajar dan menyebarkan ilmu. Selain itu, artikel ini menggarisbawahi bahwa ilmu yang dicari harus bermanfaat dan digunakan untuk kebaikan, serta pentingnya niat yang tulus dalam proses pembelajaran. Melalui analisis sejarah, artikel ini menunjukkan kontribusi signifikan para ulama dan cendekiawan Muslim dalam berbagai disiplin ilmu yang telah memberikan dampak positif bagi peradaban manusia. Dengan menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas dan kritis, artikel ini juga mengajak umat Islam untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan penyebaran pengetahuan. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa kewajiban menuntut ilmu merupakan tanggung jawab sosial yang harus dijalankan oleh setiap individu, demi mencapai ridha Allah SWT dan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan.
Abstract:Diarrhea is an infection of the digestive tract that poses a global health challenge, including in Indonesia. It is characterized by defecation occurring three or more times in children, or more than four times in neonates…
es within 24 hours, with stools that are soft or liquid, and sometimes contain blood. The incidence of diarrhea at the Kebun Kopi Health Center is particularly high. This study aims to analyze the factors related to the incidence of diarrhea in the working area of the Kebun Kopi Community Health Center, Jambi City. The research utilized a cross-sectional study design, with a population of 843 people, from which 71 samples were selected through accidental sampling. Data were collected through observation and questionnaires, and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results indicate a significant relationship between latrine ownership (p-value 0.000), hand washing behavior (p-value 0.000), and knowledge (p-value 0.000) with the incidence of diarrhea. The variables associated with the incidence of diarrhea at the Kebun Kopi Health Center in Jambi City include latrine ownership, hand washing behavior, and knowledge. The high incidence of diarrhea is closely linked to inadequate sanitation, poor hand washing practices, and low levels of health knowledge. To significantly reduce the incidence of diarrhea, it is essential to improve access to proper sanitation, promote effective hand washing practices, and enhance public knowledge about essential health practices.
Abstract:Penelitian ini membahas peran manajemen risiko dalam meningkatkan proses pemasaran roti Aoka di PT. Indonesia Bakery Family cabang Medan. Manajemen risiko sangat penting dalam menghadapi risiko reputasi, kualitas, dan kompetisi…
mpetisi yang terkait dengan pemasaran roti Aoka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena atau masalah melalui analisis mendalam dan deskriptif atas data non-angka dan melakukan observasi dan wawancara dengan 13 sales, 30 mitra, dan 55 konsumen untuk memahami bagaimana manajemen risiko dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepercayaan konsumen terhadap merek roti Aoka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko dapat membantu meningkatkan aksesibilitas terhadap produk dan layanan yang baik, serta meningkatkan penjualan roti Aoka.
Abstract:Pada masa pandemi, pembelajaran berlangsung secara online. Banyak pembelajaran online yang di gunakan oleh guru untuk mempermudah proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi siswa terhadap…
dap pembelajaran online yang digunakan guru dilihat dari aspek kegunaan, kemudahan penggunaan, dan niat penggunaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel 78 siswa dari 368 siswa MTs. Muhammadiyah. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket yang disebarkan melalui waka kurikulum menggunakan format google form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan teknik presentase. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut : Dari aspek kegunaan 75% siswa setuju dengan pembelajaran online yang digunakan oleh guru selama proses pembelajaran. Dari aspek kemudahan penggunaan 70% siswa menyatakan pembelajaran online mempermudah siswa dalam pembelajaran. Dari aspek niat penggunaan 72% siswa antusias terhadap penggunaan pembelajaran online selama proses pembelajaran.
Abstract:Tulisan ini menjelaskan perspektif syariah terhadap pertukaran hadiah dengan undian. Pembahasan ini penting untuk diketahui berhubung banyaknya bersinggungan terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat khususnya dalam memeriahkan…
emeriahkan suatu acara. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi sumber yang digunakan untuk pertimbangan terhadap pelaksanaan pertukaran hadiah dengan undian. Dalam tulisan ini berisi penjelasan tentang uraian kejadian, status hukum dan dalilnya. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah dengan metode penelitian perpustakaan serta pendekatan induktif dan analitis dengan menjelaskan uraian kejadian, kemudian menganalisa, dan setelah itu menyimpulkanya berdasarkan kajian literatur. Tulisan ini meyimpulkan bahwa: Pertama, Pemberian hadiah disertai dengan niat agar ada terjadinya timbal balik suatu saat merupakan suatu kebolehan. Kedua Bertukar hadiah dengan undian diperbolehkan dengan syarat hadiahnya jelas dan sudah ditetapkan harganya. Ketiga, Bertukar hadiah dengan cara mengundi siapa yang mendapat hadiah terbaik dan siapa yang mendapat hadiah terburuk termasuk dalam kategori perjudian apabila disertai dengan adanya kewajiban membayar bagi peserta.