Abstract:This study aims to determine the role of mothers as agents of masculinity enculturation for Nias ethnic boys. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach, data collected through participatory observation,…
vation, in-depth interviews, and documentation of Nias ethnic mothers and boys. The results show that the role of mothers as agents of masculinity enculturation in Nias ethnic boys in Tegal Sari Mandala II Village emphasizes the instilling of masculine values through daily care that is appropriate to the context of urban life. Mothers instill the value of courage by accustoming children to dare to speak, appear, and defend the truth, while building strength through emotional control and assertiveness to be able to face pressure, develop resilience through independence, discipline, and adaptability, and teach leadership through responsibility, decision-making, and the application of traditional leadership values such as si'ulu and si'ila. The main challenges faced by mothers include the stubbornness of children, the limited role without a husband figure for single parents, and the negative influence of social media and diverse urban environments. Mothers make various efforts to overcome these obstacles by implementing a firm but loving parenting style, providing motivation when children experience failure, and involving other male family members such as uncles or church members to provide advice. The implementation of traditional Nias ethnic masculinity values is still attempted through oral narratives, the use of digital technology to demonstrate the Fahombo (Stone Jumping) tradition, and the involvement of boys to attend and witness various Nias ethnic traditions in urban areas to maintain their ethnic identity amidst modernity
Abstract:Web design dan development adalah dua bidang yang saling berkaitan dalam proses pembuatan website. Web design mengacu pada penampilan dan penggunaan website, sedangkan web development mengacu pada fungsi dan kinerja website.…
ite. Web designer menggunakan aplikasi desain untuk membuat layout dan elemen visual, sedangkan web developer menggunakan bahasa program untuk membuat kode dan skrip yang menjalankan website. Ada tiga jenis web developer, yaitu front-end developer, back-end developer, dan full-stack developer. Front-end developer bertanggung jawab untuk membuat antarmuka website yang interaktif dan responsif. Back-end developer bertanggung jawab untuk membuat logika dan database website yang menyimpan dan memproses data. Full-stack developer adalah web developer yang menguasai baik front-end maupun back-end. Proses web development meliputi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, perancangan, implementasi, pengujian, penyebaran, dan pemeliharaan. Web development adalah pondasi utama untuk menghasilkan website yang berkualitas, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Web development juga berhubungan dengan SEO, keamanan, dan mobile-friendly. Web development adalah bidang yang terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan internet. Web development adalah ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Abstract:This study aims to describe the group dynamics within the school environment, focusing on teacher collaboration and the implementation of group work among students at UPT SPNF Kota Medan. This descriptive research provides…
es an overview of how collaborative relationships among teachers develop and how group work is applied during the learning process. Data were collected through observations and questionnaires to obtain information related to interaction patterns, levels of participation, and the effectiveness of cooperation within the school setting. The findings indicate that teacher collaboration is in a good category and contributes significantly to creating a more conducive learning atmosphere. Additionally, the implementation of group work among students enhances their communication skills, responsibility, and social interaction. These results highlight that effective group dynamics play a crucial role in improving the quality of learning processes and outcomes in the school environmen
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi tradisi donasi dalam perayaan pernikahan, peran dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan timbal balik…
ik dalam tradisi yang berkontribusi pada masyarakat etnis Jawa di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi donasi adalah praktik timbal balik berdasarkan kewajiban memberi, menerima, dan membalas. Donasi diberikan dalam bentuk uang, barang, atau tenaga sebagai dukungan kepada penyelenggara perayaan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperkuat jaringan sosial antar warga. Mekanisme respons yang tertunda membuat hubungan timbal balik berlangsung secara berkelanjutan. Keberlanjutan tradisi donasi dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun, hubungan kekerabatan, serta kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun mengalami penyesuaian akibat perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana dalam teks berita berjudul “Telkomsel Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Korban Banjir Aceh Utara” yang dimuat di media daring detiknews menggunakan pendekatan…
katan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa baca, simak, dan catat. Analisis difokuskan pada tiga dimensi struktur teks, yaitu makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat makrostruktur, berita menonjolkan tema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kepedulian Telkomsel terhadap korban bencana. Pada superstruktur, susunan teks disajikan secara sistematis mulai dari pembukaan hingga penutup untuk membangun citra positif perusahaan. Sementara itu, pada mikrostruktur, pemilihan diksi, bentuk kalimat aktif, serta strategi retoris digunakan untuk menegaskan peran Telkomsel sebagai aktor sosial yang responsif dan empatik. Dengan demikian, teks berita tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampai informasi, tetapi juga sebagai media pencitraan korporasi melalui wacana kemanusiaan.
Abstract:This study aims to review the Frugal Living Lifestyle of Millennial Couples in Aceh Tamiang. It can be concluded that making collective spending decisions is crucial for family financial stability and achieving long-term…
goals. By involving all family members in planning, budget allocation, and regular evaluation, each expenditure can be more focused, priorities become clear, and financial responsibility becomes more evenly distributed. In addition to financial benefits, this habit also instills the values of cooperation, communication, and discipline in all family members, including children, thus establishing a healthy financial culture and strengthening family relationships.
Abstract:This study aims to assess the performance of lecturers in the Computer Science Study Program at HKBP Nommensen University Pematangsiantar from the perspective of students and identify areas that need improvement to enhance…
ce the academic quality of the study program. The study uses a quantitative approach through a survey. The researchers collected data using a five-point Likert scale questionnaire distributed to 103 students of the Computer Science Study Program who had attended lectures. The researchers analyzed five aspects: teaching readiness, teaching materials, teaching discipline, teaching evaluation, and lecturer personality. We analyzed the data using descriptive statistics, calculating the percentage of student responses for each aspect of the assessment. The results of the study show that the performance of lecturers in the Computer Science Study Program at HKBP Nommensen University Pematangsiantar is generally in the good to very good category. The aspects of teaching readiness, teaching materials, teaching discipline, and teaching evaluation received very good ratings. The aspect of lecturer personality was in the good category. However, we must improve lecturer performance in the aspect of research. We must improve productivity, continuity of research activities, and scientific publications. The results of this study are expected to be used as evaluation material and a basis for policy-making for institutions in their efforts to improve the quality of lecturers and higher education in a sustainable manner.
Abstract:This classroom action research aims to improve students’ understanding of norms and rules in everyday life through the use of picture-based learning media in Grade II UPT SD Negeri 74 Bontorita II during the 2025/2026 academic…
academic year. The study was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 22 students who were involved in learning activities using instructional pictures and number-pocket media to strengthen conceptual understanding. Data were collected through observation sheets, learning outcomes tests, and teacher reflections. The findings indicate a significant improvement in students’ learning outcomes and participation. Initial observations showed low understanding of norms and rules, reflected in students’ low discipline, responsibility, and adherence to class regulations. After the implementation of picture media in Cycle I, students’ average score increased from the pre-cycle score of 46.2% to 71.1%. In Cycle II, after using more varied and engaging visual media, students’ average score further improved to 79,36%, surpassing the minimum completeness criteria. The use of picture media was effective because it facilitated concrete understanding, increased motivation, and encouraged active engagement. The study concludes that picture-based media enhances students’ cognitive, affective, and behavioral competencies in learning. It is recommended that teachers integrate more innovative visual media to create meaningful, interactive, and enjoyable learning experiences in civics education and other subjects
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah…
aerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Abstract:Perawatan wajah kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi remaja dan dewasa yang memiliki jenis kulit berbeda. Banyaknya produk face wash di pasaran sering kali membingungkan konsumen dalam menentukan pilihan terbaik.…
. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sepuluh merek face wash menggunakan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), dengan mempertimbangkan preferensi dua segmen konsumen, yaitu remaja dan dewasa. Sebanyak 25 responden dilibatkan dalam survei dengan empat kriteria utama: harga, kemasan, kenyamanan, dan kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas merupakan faktor paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, diikuti oleh harga. Metode COPRAS terbukti efektif memberikan peringkat objektif terhadap produk yang dievaluasi. Dari hasil evaluasi, lima merek dengan skor utilitas tertinggi adalah Pond’s Men, Garnier, Biore, Nivea, dan Cosrx. Pond’s Men memperoleh skor 4,1025, sementara Garnier dan Biore sama-sama mendapatkan skor 4,1124. Merek lokal seperti Wardah juga menunjukkan performa yang kompetitif, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek internasional. Temuan ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk perawatan wajah sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih responsif terhadap keinginan pasar. Secara keseluruhan, COPRAS terbukti sebagai alat bantu pengambilan keputusan multikriteria yang andal dalam industri kosmetik.