Search Articles & Publications

Showing 1718 articles found for "Indo"

Implementasi Dan Relevansi Hukum Islam Dalam Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka Di Sman 3 Banjarmasin

Ruhansyah
Abstract: penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai Implementasi dan Relevansi Hukum Islam dalam bahan ajar Pendidikan Agama Islam pada Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Banjarmasin. Kurikulum Merdeka dalam mata… ta pelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar matang secara spiritual, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar agama Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ruang lingkup Negara Republik Indonesia, terutama dalam bidang muamalah. Namun, meskipun bahan ajar tersebut mencakup 30 materi yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah, tidak semua materi dibahas secara komprehensif. Pembahasan hukum Islam dalam materi yang diajarkan hanya mencakup beberapa topik seperti asuransi, bank, koperasi, pernikahan, hukum khamar, narkoba, al-kulliyah al-khamsah, dan waris. Selain itu, terdapat pengulangan materi antara jenjang kelas X dan XI, yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam keberagaman dan kedalaman pembahasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan merupakan penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk menggali data secara langsung dari objek penelitian, yaitu guru pengajar Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana implementasi dan relevansi hukum Islam dalam bahan ajar tersebut, serta memberikan wawasan tentang pengembangan bahan ajar yang lebih komprehensif di masa depan.

Public-Private Collaboration in Sustainable Tourism Destination Management: Case Study of MaxOne Resort and Hotel Makassar

M. Yusuf Sandy, M. Yusuf Sandy
Abstract: Public-private collaboration is a vital strategy in managing sustainable tourism destinations, integrating diverse stakeholders to balance economic growth, environmental sustainability, and social equity. Despite the hospitality… pitality sector’s key role in tourism governance, research on its collaboration with public institutions, particularly in Makassar, Indonesia, remains limited. This study examines MaxOne Resort and Hotel Makassar to explore the mechanisms, challenges, and outcomes of public-private partnerships (PPPs) in sustainable tourism destination management (STDM). Using a qualitative case study approach, the research employs in-depth interviews, participatory observation, and policy analysis to investigate how MaxOne Resort collaborates with local government and communities to implement sustainability initiatives. The findings reveal that structured mechanisms such as formal agreements, joint projects, and stakeholder committees facilitate sustainable governance. MaxOne Resort actively engages in environmental conservation, community empowerment, and responsible tourism practices, positioning itself as a sustainability model within the hospitality sector. However, regulatory misalignments, funding constraints, and inconsistent stakeholder engagement present significant challenges. The study underscores the relevance of the Penta-Helix framework, highlighting how collaboration among government, private sector, academia, community, and media enhances the legitimacy and effectiveness of sustainability initiatives. This research contributes to the literature by providing a localized analysis of PPPs in Makassar, bridging the gap between theoretical models and practical applications. The findings offer policy recommendations to strengthen stakeholder collaboration, optimize governance structures, and support sustainable tourism development in emerging destinations.

Examining The Feasibility Of The Housing Provision Policies For Low-Income Communities In Indonesia: A Case Study Of The Tapera Program

Dhiraj Kelly Sawlani
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Program Tapera dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode… studi kasus untuk menganalisis dampak program dan implementasinya sebagai kebijakan publik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen dan hasil program.Studi ini menggunakan purposive sampling dengan teknik bola salju untuk memilih informan, termasuk administrator program, pembuat kebijakan, penerima manfaat berpenghasilan rendah, pejabat pemerintah daerah, dan lembaga keuangan. Analisis data mengikuti model interaktif, yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data, dengan triangulasi yang digunakan untuk memastikan validitas dan reliabilitas.  Temuan-temuan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun Program Tapera telah membuat langkah signifikan dalam mendorong pemerataan dan keberlanjutan perumahan, masih ada tantangan dalam hal keterjangkauan, kesenjangan antar wilayah, dan transparansi. Isu-isu ini menyoroti perlunya reformasi strategis, seperti mekanisme keuangan yang lebih baik, perluasan jangkauan, dan peningkatan tata kelola.Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Tapera memiliki potensi untuk secara signifikan mengurangi ketimpangan perumahan dan mendorong kesetaraan sosial, asalkan tantangan-tantangan utama dapat diatasi melalui inovasi dan kolaborasi.Penelitian ini berkontribusi pada wacana evaluasi kebijakan publik, dengan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan aksesibilitas perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Analisis Keanekaragaman Hayati: Peluang Agroforestri dalam Mengatasi Perubahan Iklim di Dulamayo, Gorontalo, Indonesia

Hiola, Abdul Samad, Sandalayuk, Daud, Ruruh, Alexander
Abstract: The challenges posed by climate change and the decline of biodiversity to the sustainability of global agricultural systems are serious.Agroforestry has emerged as a strategy with the potential to enhance the resilience… of agricultural systems while conserving biodiversity amidst the threats of climate change.This study aims to evaluate the potential of agroforestry to enhance biodiversity and the resilience of agricultural systems to climate change in Dulamayo, Gorontalo. The research methodology is based on vegetation analysis and the calculation of biodiversity indices, with data collection encompassing measurements of tree characteristics and species identification.The results indicate the presence of 17 tree species with a total of 154 individuals, where Candlenut (Aleurites molucana) and Sugar Palm (Arenga pinnata) dominate with proportions of 22.73% and 20.13%, respectively. The Shannon-Wiener diversity index yielded a moderate value (H' = 2.311) with a high evenness level (E = 0.816), indicating a high ecosystem stability.The findings suggest that the agroforestry system in Dulamayo plays a crucial role in supporting biodiversity and the resilience of ecosystems to climate change through its complex and diverse vegetation structure.

The Physical Spatial Development of Tiakur City, Moa Island, Maluku Province, Indonesia

Rakuasa, Heinrich, Reinhard Nolly Limba, Stewart Pertuack, Arda Fadhli Romadhon, Raihan Rabbani
Abstract: Tiakur City, the capital of Southwest Maluku Regency, has undergone significant physical development between 2015 and 2025, driven by population growth and economic activities. This study employs a quantitative approach… using remote sensing technology with PlanetScope satellite imagery to analyze land cover changes. The analysis reveals an increase in built-up land area from 171.29 hectares (7.31%) in 2015 to 395.66 hectares (16.89%) in 2025, while non-built-up land experienced a decline. These findings indicate a rapid development rate and highlight the importance of sustainable spatial planning. In conclusion, understanding the patterns and intensity of land cover changes in Tiakur City is crucial for evaluating spatial planning policies and improving infrastructure development planning for the future.

Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Tindakan Doxing Dalam Perbuatan Penipuan Dalam Pelunasan Sistem Jasa Titip Online

Nanda Fitri Dian Permatasari, Ahmad Heru Romadhon
Abstract: Tindakan mempublikasi informasi pribadi seseorang tanpa seizin pemilik data pribadi (Doxing) yang marak terjadi dalam interaksi digital termasuk dalam kegiatan jual beli melalui sistem jasa titip online (Jastip). Tujuan… dari penelitian ini adalah guna menganalisis pertanggungjawaban hukum atas tindakan doxing yang diperbuat oleh pemilik layanan jasa titip online sebagai bentuk penghakiman atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelanggan. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali permasalahan ini, yang berfokus pada pemahaman dan analisis aturan dan doktrin-doktrin hukum di Indonesia yang sudah ada dengan berpusat pada peraturan perundang-undangan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan doxing dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan Pasal 27A dan Pasal 27B UU ITE yang mengatur tentang pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang melanggar hukum. Selain itu, pada kasus penipuan yang terjadi dalam sistem jasa titip online, Pasal 28 ayat (1) UU ITE dapat menjadi landasan hukum yang lebih relevan menggantikan ketentuan umum dalam Pasal 378 KUHP. Penyedia layanan jasa titip online disarankan untuk menetapkan peraturan yang jelas mengenai kewajiban dan sanksi, serta kebijakan pembatalan sepihak atau tindakan hukum jika pelanggan gagal melunasi. Bentuk penyelesaian masalah yang dipertimbangkan secara matang tidak hanya mengakhiri masalah secara menyeluruh, tetapi juga mencegah munculnya permasalahan baru.

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR Disclosure) Terhadap Nilai Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 - 2023

La Ode Risman, Mulyati Akib
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan Sektor Energi yang terdaftar… rdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2023. Indeks Corporate Social Responsibility mengikuti pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI)-G4. Tobin’s Q digunakan sebagai proksi untuk nilai perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regrsi data panel dengan jumlah sampel sebanyak 11 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen  Periode Tahun 2017-2021

Wa Ode Fadilla Wahid, Mulyati Akib
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen. Profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Assets (ROA), leverage… age diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER), likuiditas dihitung melalui Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan berdasarkan skala total aset. Dalam penelitian ini, kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder, seperti laporan tahunan perusahaan dan dokumen sekuritas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menghasilkan 110 data sampel yang diperoleh dari 22 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2021. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) dan leverage (DER) berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuiditas (CR) dan ukuran perusahaan (Size) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.

Strategi Bisnis Dan Inovasi Dalam Pengelolaan Sate Taichan Di Kabupaten Karawang

Neneng Fadilah, Suci Rosalia Dewi, Stevani May Gultom, Hany Farhania
Abstract: Sate Taichan adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang berasal dari hidangan sate tradisional Indonesia, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis sate lainnya. Hidangan ini menggunakan daging ayam… yang dipanggang tanpa tambahan bumbu kacang, kecap manis, atau rempah-rempah yang berat seperti pada sate tradisional. Sebagai alternatif, Sate Taichan disajikan dengan sambal pedas, perasan jeruk nipis, dan taburan garam, yang menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan segar yang khas. Proses pembuatannya melibatkan marinasi yang minimal pada daging, umumnya hanya dengan garam dan merica, untuk mempertahankan rasa asli dan menciptakan tekstur yang empuk. Salah satu ciri khas dari Sate Taichan adalah warna dagingnya yang putih bersih, yang dihasilkan dari proses pemanggangan tanpa menggunakan kecap atau rempah yang pekat. Sate Taichan pertama kali menjadi populer di Jakarta dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia, menjadi fenomena kuliner yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Daya tarik Sate Taichan tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaan bahan, penyajiannya yang modern, serta kesesuaian dengan tren makanan yang lebih ringan dan sehat. Popularitasnya juga didukung oleh kemudahan dalam penyajian dan fleksibilitas untuk berinovasi, seperti penambahan variasi rasa, pelengkap, dan teknik memasak. Dalam konteks hubungan antara manusia dan budaya, Sate Taichan mencerminkan perubahan preferensi masyarakat Indonesia terhadap makanan yang lebih praktis, estetis, dan memiliki cita rasa global, sambil tetap mempertahankan unsur lokal. Kehadirannya membuka peluang baru dalam bisnis kuliner, baik dalam skala restoran, gerai kaki lima, maupun usaha rumahan. Dengan kombinasi rasa pedas, segar, dan penampilan yang menarik, Sate Taichan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kreativitas dan adaptasi kuliner Indonesia di era modern.

Implementasi Ikat Celup Pada Produk Tshirt

Pattiwael, Fragranthia Jennifer, Bulu, Rutnanda Inne, Lieandani, Vera, Wen, Karen Christl, Amelga, Cindi
Abstract: Batik ikat celup adalah salah satu teknik pembuatan batik yang memiliki ciri khas tersendiri, dimana proses pengikatan kain diikuti dengan pencelupan warna untuk menciptakan motif yang unik dan penuh ekspresi. Meskipun teknik… eknik ini tidak se-populer batik tulis atau cap, batik ikat celup memiliki nilai estetika yang tinggi dan menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Teknik ini melibatkan pengikatan kain pada bagian-bagian tertentu yang ingin dipertahankan warnanya, diikuti dengan pencelupan dalam pewarna alami atau sintetis untuk menciptakan pola-pola yang bervariasi. Proses pengikatan ini memungkinkan terciptanya motif dengan gradasi warna yang indah, yang sering kali memiliki makna filosofis dan simbolis dalam budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang batik ikat celup, baik dari segi teknik pembuatan, karakteristik motif, serta relevansinya dalam konteks budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui studi literatur, wawancara dengan pengrajin batik, dan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik ikat celup, penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana teknik ini berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pengrajin batik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi kontribusi batik ikat celup terhadap industri tekstil dan pasar global, mengingat semakin meningkatnya permintaan akan produk-produk tekstil yang bernilai seni dan budaya tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa batik ikat celup memiliki kekayaan simbolik yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam, kehidupan sosial, dan spiritualitas. Meskipun teknik ini menghadapi tantangan dari perkembangan teknologi dan perubahan pasar, batik ikat celup masih tetap memiliki tempat penting dalam budaya dan industri kreatif Indonesia. Pelestarian teknik ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya, baik melalui pendidikan, promosi, maupun dukungan terhadap pengrajin lokal. Dengan demikian, batik ikat celup tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.