Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi dan kemudahan transaksi terhadap keputusan penggunaan dompet digital Dana di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena…
mena meningkatnya penggunaan dompet digital di Indonesia, namun Dana masih memiliki jumlah pengguna yang relatif lebih rendah dibandingkan dompet digital lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 100 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Kemudahan transaksi juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan dompet digital Dana. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu promosi dan kemudahan transaksi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan penggunaan. Pengujian data yang dilakukan adalah uji validasi, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji kolerasi, uji analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Temuan ini menunjukan bahwa strategi promosi yang tepat dan kemudahan penggunaan aplikasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan keputusan masyarakat untuk menggunakan Dana sebagai dompet digital.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat…
dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Desa Adat Suwat dalam mengembangkan objek wisata Suwat Waterfall di Kabupaten Gianyar, Bali. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi yang telah diterapkan serta merumuskan…
an rekomendasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Adat Suwat menerapkan strategi peningkatan infrastruktur, promosi berbasis media sosial, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan dana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama terletak pada keunikan alam dan aksesibilitas, kelemahan pada keterbatasan SDM, peluang pada perkembangan teknologi dan lokasi strategis, serta ancaman pada persaingan destinasi lain. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, kolaborasi dengan pemerintah dan swasta, promosi digital yang lebih masif, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Suwat Waterfall berpotensi menjadi destinasi wisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Abstract:Instagram sudah berkembang menjadi salah satu media sosial yang paling sering digunakan untuk kegiatan pemasaran. Perusahaan global memanfaatkan platform ini bukan hanya untuk promosi produk, tetapi juga untuk membangun…
hubungan dengan konsumen. Starbucks menjadi salah satu contoh brand internasional yang berhasil menggunakan Instagram untuk mendukung strategi bisnisnya di berbagai negara. Dengan jumlah pengikut yang sangat besar, Starbucks menghadirkan konten visual yang konsisten, kreatif, dan disesuaikan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Starbucks memanfaatkan Instagram dalam memperluas pasar internasional, apa saja kelebihan serta tantangannya, dan bagaimana efektivitasnya dibandingkan media pemasaran lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan data dari jurnal, artikel, serta laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan besar dalam membangun brand image Starbucks, meningkatkan interaksi konsumen, dan memperkuat posisinya sebagai merek gaya hidup global.
Abstract:Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat penting dalam strategi pemasaran modern. Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Apple, semakin mengandalkan platform…
media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam proses segmentasi pasar dan pemahaman demografi konsumen, dengan mengambil Apple sebagai objek studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data yang diperoleh mencakup konten promosi, respons audiens, serta pola interaksi pengguna. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan Apple untuk mengidentifikasi segmen pasar secara lebih akurat dan menjangkau audiens yang relevan. Selain itu, analisis demografi konsumen melalui media sosial membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih personalisasi dan efektif. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari media sosial, Apple dapat menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran sesuai dengan karakteristik demografis dan perilaku konsumen. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan data digital dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan global dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemasaran di era digital, serta peran media sosial dalam segmentasi pasar dan analisis demografi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Abstract:The purpose of this study is to determine and analyze the indicators of motivational deterioration in marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta related to their preferences in ship type placement (2000 pax, 1000 pax,…
and 500 pax), identify the main indicators that cause the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta, and analyze the relationship between indicators of motivational deterioration with marine officers' preferences for different types of ships. In this study, researchers used a qualitative method with a descriptive form and emphasized the use of motivation theory and the concept of motivational deterioration to analyze indicators of motivational deterioration of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement. From the results of the study it is known that there is a salary gap that has not been adjusted to the applicable career pattern for the promotion path, which is one of the main factors triggering the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement, as well as other factors that contribute to motivational deterioration, namely the absence of a clear career pattern system and a promotion path that is not running optimally, this condition affects the preferences and performance of marine officers in assignments on various types of ships. The data was obtained from books, scientific journals, official company and government websites, company directors' decrees, and valid online media articles.
Abstract:This study aims to examine the integration of aesthetic and ethical elements in Islamic children's stories as part of children's literature that promotes Islamic religious values. Islamic children's stories serve not only…
y as a medium of entertainment but also as a means of instilling character and spirituality from an early age. This study uses a qualitative descriptive approach with content analysis of selected stories texts, namely 9 out of 30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim (Bedtime Stories for Muslim Children) by Kidh Hidayat and MB. Rahimsyah. The analysis focuses on aesthetic aspects such as narrative structure and style of language as well as Islamic ethical aspects such as moral values of honesty, empathy, and responsibility. The results of the study indicate that the stories present an aesthetically pleasing narrative with communicative language, effectively capturing children's attention while facilitating understanding of the moral messages. Islamic ethical values are implicitly embedded in the plot and characters, making them an effective medium for character education. This study recommends the utilization of Islamic stories as religious literacy materials to support values-based learning in elementary schools.
Abstract:The development of Rempang Island through the Rempang Eco-City project has become one of Indonesia’s strategic initiatives to promote investment, industrialization, and regional economic growth in coastal areas. While the…
the project is expected to strengthen economic competitiveness and attract large-scale investment, its implementation has generated significant social, environmental, and governance challenges. Existing studies on Rempang have primarily focused on land disputes, relocation issues, and agrarian conflicts, with limited attention given to disaster risk governance and socio-ecological vulnerability perspectives. This study aims to analyze the development of Rempang Island through the lens of Disaster Risk Governance (DRG) and socio-ecological vulnerability to understand how development policies, environmental change, and governance arrangements interact in shaping risks within coastal regions. This study employs a qualitative approach using literature review and policy analysis. Data were collected from government regulations, official reports, public policy documents, human rights reports, academic publications, and other credible secondary sources. The analytical framework integrates disaster risk governance, socio-ecological vulnerability, and public policy theories. The findings indicate that the Rempang conflict should not be understood solely as an agrarian dispute or community resistance to relocation. Instead, it reflects broader governance challenges associated with integrating disaster risk considerations into coastal development policies. The project has the potential to generate socio-ecological vulnerabilities related to land tenure uncertainty, livelihood transformation, cultural identity concerns, environmental pressures, and limited stakeholder participation. The study argues that sustainable coastal development depends not only on economic investment but also on the capacity of governance systems to manage emerging risks through collaborative, adaptive, and inclusive approaches. The article contributes to the literature by positioning the Rempang case as a governance-of-risk issue and highlighting the need to integrate economic development, environmental sustainability, and disaster risk reduction within coastal governance frameworks.
Abstract:The development of a glass manufacturing plant within the Rempang Eco City project on Rempang Island, Riau Islands Province, represents the Indonesian government's strategy to promote investment and accelerate economic growth…
rowth through the National Strategic Project (PSN) framework. Despite its potential to increase investment, create employment opportunities, and strengthen industrial competitiveness, the project has generated social conflict and environmental concerns. This study aims to analyze the policy rationale underlying the Rempang–Galang glass factory development, examine its implications for social and environmental justice, and evaluate the policy using William N. Dunn’s policy evaluation model. This research employs a qualitative case study approach. Data were collected through a systematic literature review of policy documents, reports from government institutions and civil society organizations, and relevant academic publications. The data were analyzed using content analysis based on the theoretical frameworks of social justice, environmental justice, and public policy evaluation. The findings reveal that the Rempang–Galang development policy is primarily driven by economic growth and investment-oriented objectives. Its implementation has led to an unequal distribution of development benefits and burdens, reflected in the risks of community relocation, loss of living space, pressure on coastal ecosystems, and the emergence of agrarian conflicts. Evaluation based on Dunn’s criteria indicates persistent challenges related to equity, responsiveness, adequacy, and appropriateness. The study concludes that a more participatory, equitable, and sustainable development approach is required through stronger protection of local community rights, inclusive environmental governance, and a fairer distribution of development benefits.
Abstract:This service responds to the challenges of traditional dodol entrepreneurs in Melaka, Malaysia: weak branding strategies, lack of product innovation, and low competitiveness in the midst of the modern food industry. Using…
g a participatory service learning approach based on qualitative methods (in-depth interviews, field observations, FGDs), students are actively involved in business assistance including packaging design, flavor variant development, improvement of hygiene standards, and the use of digital media for promotion. This program aims to strengthen the Melaka dodol brand identity, encourage product innovation, and increase the capacity of MSME actors. Its contribution lies in the university-community collaboration model that strengthens the local economy while preserving culinary heritage through the documentation of cultural values. The results show an improvement in branding quality, more attractive packaging, the emergence of variant innovations, and an increase in the digital marketing capabilities of business actors. This activity also strengthens student-community social relations and opens up opportunities for community innovation hubs for sustainable collaboration. The findings affirm the effectiveness of service learning as an empowerment strategy that integrates cultural preservation with the strengthening of the local economy, as well as making a theoretical-practical contribution to community-based entrepreneurship.