Search Articles & Publications

Showing 2019 articles found for "Tara"

Kontaminasi Mikrobiologis Dan Parasitologis Pada Air Bersih Di Indonesia: Tinjauan Literatur 2020-2025

Azzahra, Nabila, Vitratul Ilahi, Muhamad Sholichin
Abstract: Air bersih yang aman dari kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat, namun capaian akses air minum aman di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan akses air minum layak… ak secara umum. Penelitian ini bertujuan memetakan tren tahun publikasi, sebaran jenis sumber air, sebaran wilayah, dan peluang riset kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis pada sumber air bersih di Indonesia melalui analisis literatur. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar menggunakan Harzing's Publish or Perish dengan kata kunci kontaminasi mikrobiologis dan cemaran bakteri air bersih Indonesia, dibatasi pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Setelah skrining judul, pemeriksaan duplikasi, dan pengecekan kelengkapan metadata mengikuti alur seleksi bergaya PRISMA, diperoleh 115 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat tajam pada 2024 dan 2025, menyumbang lebih dari separuh total artikel. Air minum umum dan depot air minum isi ulang mendominasi objek penelitian dengan proporsi 73,9%, sementara Coliform dan Escherichia coli menjadi parameter yang paling banyak diuji sebesar 66,1%, umumnya menggunakan metode Most Probable Number. Wilayah penelitian masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan tidak satu pun artikel yang secara eksplisit meneliti kontaminasi parasitologis ditemukan sepanjang periode tersebut. Temuan ini menunjukkan penelitian kontaminasi air bersih di Indonesia masih terkonsentrasi secara tematik, objek, dan wilayah, sehingga membuka peluang riset yang luas pada aspek parasitologis, sumber air non-komersial, serta wilayah di luar Pulau Jawa.

Gambaran Kesiapan Berhenti Merokok pada Perokok di Desa Puuwonggia, Kabupaten Konawe Utara Tahun 2026

Handayani, Listy, Paridah
Abstract: Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena menimbulkan ketergantungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menyebabkan paparan asap rokok pada anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan… an kesiapan berhenti merokok pada perokok di Desa Puuwonggia, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2026 di Desa Puuwonggia, Konawe Utara. Populasi dan sampel terdiri atas 47 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga perokok dan dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,4% perokok pernah mencoba berhenti dalam 12 bulan terakhir, sedangkan 57,4% belum pernah mencoba. Sebanyak 51,1% perokok belum mau berubah dan 48,9% baru bersedia mengurangi jumlah rokok, sementara tidak ada perokok yang menyatakan siap berhenti sepenuhnya. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok adalah ketagihan atau rasa gelisah dan pengaruh lingkungan teman atau tempat kerja, masing-masing sebesar 33,3%. Dukungan yang paling banyak dibutuhkan adalah komitmen keluarga dan pembatasan tempat merokok, masing-masing sebesar 31,15%. Kesiapan berhenti merokok masih rendah sehingga diperlukan konseling motivasional, dukungan keluarga, pelayanan berhenti merokok di puskesmas, dan penerapan rumah bebas asap rokok

Implementasi Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Kulit

Yusuf, Muhamad, Pratama, Yogi, Yanto, Adri, Zulfaqar
Abstract: Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi, reaksi alergi, maupun pengaruh lingkungan. Terbatasnya akses terhadap tenaga kesehatan serta rendahnya… pemahaman masyarakat mengenai gejala penyakit kulit sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Forward Chaining pada sistem pakar untuk membantu proses diagnosis awal berdasarkan gejala yang dipilih pengguna. Metode ini bekerja menggunakan penalaran berbasis aturan dengan mencocokkan gejala yang dimasukkan pengguna terhadap basis pengetahuan yang disusun dari konsultasi dengan pakar dan referensi medis. Sistem dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi jenis penyakit kulit sesuai aturan yang telah ditetapkan serta memberikan hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan awal. Pengujian membuktikan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik, sementara metode Forward Chaining memberikan hasil diagnosis yang efektif sehingga sistem dapat dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi awal yang cepat, mudah, dan efisien sebelum pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis

Analisis Komputasi Kinematika/Dinamika Partikel dalam Ruang Terbatas Menggunakan Metode Euler dan Logika Kondisional

Herman Jufri Andi, Rozanatun Ashfiya, Atiqatul Mufarrohah, Halimatus Zahroh, Abd Kholik
Abstract: Penelitian ini menyajikan simulasi komputasi untuk menganalisis kinematika dan dinamika partikel dalam ruang terbatas. Metode Euler digunakan untuk memodelkan gerak partikel, sementara logika kondisional diimplementasikan… n untuk mendeteksi dan merespons tabrakan dengan batas ruang. Simulasi ini berhasil mereplikasi fenomena Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), menunjukkan bahwa komputer dapat meniru fenomena fisika menggunakan logika matematika sederhana. Peran logika komputasi dititikberatkan sebagai representasi gaya reaksi dari dinding terhadap partikel. Potensi pengembangan lebih lanjut mencakup ekspansi dimensi ruang, integrasi gaya seperti gesekan udara, dan sistem multi-partikel. Aplikasi masa depan dari konsep simulasi ini sangat luas, meliputi pengembangan physics engine dalam aplikasgame dan realitas virtual, otomatisasi robotika dan kendaraan otonom, nanoteknologi untuk simulasi medis, serta efek visual (CGI) dalam industri perfilman.

Gambaran Jenis Bahan Tambahan Pangan Pada Jajanan Ultra-Processed Food Siswa Sekolah Dasar

Paridah, Irma Yunawati, Nurhijrianti Akib, Akifah
Abstract: Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis… s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.

The Influence Of Work Environment, Organizational Culture, And Involvement On Performance With Lean Manufacturing As A Mediating Variable In Tjiwi Kimia Tbk Paper Mill Employees.

Antara, Radittya Mahasputra, Winarno, Agung, Sopiah
Abstract: This study aims to analyze the influence of the work environment, organizational culture, and employee engagement on employee performance with Lean Manufacturing  as a mediating variable. The research population amounted… d to 255 employees consisting of various levels of positions, with a sample of 154 respondents selected using proportional sampling techniques in 4 sections/divisions. Data collection was carried out through a questionnaire with a Likert scale and analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) method. The results of the study show that the work environment, organizational culture and employee involvement have a positive and significant effect on the implementation of Lean Manufacturing. Lean Manufacturing, work environment, and organizational culture have a positive and significant effect on employee performance, employee involvement does not have a significant effect directly on employee performance. Meanwhile, the indirect influence of the work environment, organizational culture, and employee involvement has a positive and significant effect on employee performance through the mediation of Lean Manufacturing implementation. An important finding of this study is that Lean Manufacturing  acts as a full mediator between employee engagement and employee performance. This research provides a theoretical contribution in integrating Socio-Technical Systems Theory (STS) and Social Exchange Theory (SET) in the context of the manufacturing industry in Indonesia, as well as providing practical implications for companies to integrate human factor management with Lean systems synergistically to improve organizational performance in a sustainable manner.

Government and Private Cooperation in Infrastructure Development Case Study in Makassar City Toll Road Development

Nurcitra, Paddu, Abd Hamid, Razak, Abd Rahman
Abstract: The purpose of this study is to investigate how the public-private partnership model based on the construction-operation-transfer model in the case of infrastructure development in Makassar City is utilized in the construction… uction of the Makassar City Toll Road. After satisfying the requirements set in each case, a public-private partnership contract is concluded. The construction of toll roads is basically done by the government, the Ministry of Public Affairs and a corporate body (in this case PT Bosova Margautama Nusantara) using a build-operate-transfer model (generally a model involving two parties). is constructed by public service users, governments, and service providers are involved in building and operating the infrastructure. After granting the right of use for 35 years as the organizer, it will be handed over to the government after the concession period.

The Role Of Marketing Audit In Yotta Beverage Business In Makassar, Pettarani Branch

Sangkala, Masnawaty
Abstract: This study aims to find out information related to the implementation of Marketing Audit in the Yotta beverage business in Makassar. In a marketing audit examination it can be said as a mechanism with the aim of being able… le to carry out the process of collecting information and being able to analyze data related to the external and internal environment, which is inseparable from several indicators including economic conditions, the level of market competition and the level of business operations. The application of marketing audits is a type of functional marketing audit in the Yotta beverage business with components including marketing environment audits, marketing strategy audits, marketing organization audits, marketing system audits, marketing productivity audits, marketing function audits. The method used in this research uses quantitative research methods with the data used obtained using questionnaires and library data. The results of this study indicate that the marketing audit components of Yotta's beverage business consist of marketing environment audits, marketing strategy audits, marketing organization audits, marketing system audits, marketing productivity audits, marketing function audits play a very important role.

The Influence of Work Motivation and Discipline on The Performance of Employees in Garanangkeke Sub-District, Bantaeng District

Putri Audina, Siti Hasbiah, Zainal Ruma, Agung Widhi Kurniawan, Uhud Darmawan Natsir
Abstract: This study aims to (1) determine the effect of work motivation on employee performance, (2) determine the effect of work discipline on employee performance, (3) determine the influence of motivation and work discipline jointly&#8230; ointly on employee performance in the Gantarangkeke sub-district office, Gantarangkeke district, Bantaeng regency. The type of data used in this study is quantitative data obtained from questionnaires that are distributed and related to the problem under study with a sample size of 41 people. Data were analyzed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS 23 data processing to prove the hypothesis. The results showed that the work motivation variable obtained t-count 2.552 > t-table 1.685 and a significant value of 0.015 <0.05, then H1 is accepted, which means that the work motivation variable has a positive and partially significant effect on the performance variable. While the work discipline variable obtained t-count 7.189 > t-table 1.685 and a significant value of 0.000 <0.05, then H2 is accepted which means the work discipline variable has a positive and partially significant effect on performance variables. Based on the research results it is known that the performance variable, obtained f-count 35.267, where the value is greater than f-table 3.24. And a significant value of 0.000 indicates that the variables of motivation and work discipline have a positive and significant effect on performance variables together. t-table 1.685 and a significant value of 0.000 <0.05, then H2 is accepted, which means that the work discipline variable has a positive and partially significant effect on performance variables. Based on the research results it is known that the performance variable, obtained f-count 35.267, where the value is greater than f-table 3.24. And a significant value of 0.000 indicates that the variables of motivation and work discipline have a positive and significant effect on performance variables together. t-table 1.685 and a significant value of 0.000 <0.05, then H2 is accepted, which means that the work discipline variable has a positive and partially significant effect on performance variables. Based on the research results it is known that the performance variable, obtained f-count 35.267, where the value is greater than f-table 3.24. And a significant value of 0.000 indicates that the variables of motivation and work discipline have a positive and significant effect on performance variables together.

The Effect of Marketing Mix on Sales Volume of Suzuki Ertiga Cars at PT. Megahputra Sejahtera Pettarani Makassar Branch

Putri Abadi Handayani, Muhammad Ichwan Musa
Abstract: This study aims to determine the effect of marketing mix on sales volume at PT. Megahputra Prosperous Pettarani Makassar Branch. The population in this study are consumers at PT. Megahputra Sejahtera Pettarani Makassar Branch&#8230; ranch who purchased Suzuki Ertiga car products in 2018-2022. Data collection was carried out using documentation and questionnaire methods. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Multiple linear regression equations produce equations Y ̂= 0.308+ 0.248X_1+ 0.009X_2+ 0.027X_( 3)+ 0.094X_4 + ( -0.151 ) X_5+ 0.403X_6 + 0.137X_7. This the results of this study found that simultaneously the Marketing Mix variable (X1, X2, X3, X4, X6, and X7) has a positive effect on Sales Volume while X5 has a negative effect on Sales Volume. The results of the determination correlation analysis (R Square) were 0.343 which indicated that 34.3% of the independent variables namely X1, X2, X3, X4, X5, X6, and X7 had an effect or were able to explain the characteristics of the dependent variable (Y). While the remaining 65.7% is influenced or explained by other variables not included in this research model. The results of the F test explain that the seven Marketing Mix variables have a significant effect on the Sales Volume variable with a calculated F value (6.157) > F table (2.16) with a significance level of 0.000 <0.05 and the t test results explain that the Product variable (X1) with value 0.017 <0.05 and Process (X6) with a value of 0.001 <0.05 has a significant effect on Sales Volume variable