Abstract:Salah satu penyebab terjadinya stunting pada balita adalah kurangnya pendidikan dan dukungan dari orang tua dan kerabat sehingga menurunkan motivasi ibu dalam melakukan tindakan peningkatan kesehatan khususnya dalam pencegahan…
egahan stunting. Studi pendahuluan mengatakan orang tua tidak mengetahui tentang stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting di Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenis peneliitian ini yaitu kuantitatiif denqan pendekatan crooss sectional menggunakan desain analitik. Populasi dalaam peneliitian ini yakni seluruh orang tua baliita sebayak 33 orang denqan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan orang tua berhubungan dengan stunting pada anak dimana tinggkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukungan orang tua berhubunqan denqan stunting pada anak dimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukunqan keluarqa berhubunqan denqan stunting pada anak diimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulan-nya yaitu ada hubunqan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting. Saran bagi Puskesmas Tinangkung Utara agar meningkatkan edukasi mengenai stunting agar meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga dalam pencegahan stunting.
Abstract:Kesehatan reproduksi perempuan sudah menjadi persoalan kesehatan yang harus diperhatikan terutama yang terjadi pada usia remaja. Berbagai masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi pada usia remaja, salah satunya disebabkan…
kan karena kurangnya perhatian juga pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi. Permasalahan yang sering terjadi pada remaja putri adalah keputihan. Keputihan adalah secret atau cairan yang keluar selain darah yang berlebihan dari lubang vagina. Keputihan dapat disebabkan karena ketidak seimbangan kadar pH atau derajat keasaman pada vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perawatan perineal pada remaja putri di SMKN 5 Tangerang. Penelitian ini mengguankan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang merupakan metode pengumpulan atau pengukuran data dari variabel independen dan variabel dependen yang dilakukan dalam satu waktu. tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah tehnik untuk sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representative, sampel sebanyak 110 responden. berdasarkan uji chi-square bahwa hasil p-value <0.05. Ada hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perawatan perineal remaja putri di SMKN 5 kab. Tangerang yaitu dengan nilai p-value = 0.000 < 0,05.
Abstract:Remaja sebagai golongan wanita subur sering mengalami premenstrual syndrome. Di Indonesia angka prevalensinya mencapai 85%, sekitar 60-70% dari premenstrual syndrome, yaitu remaja. Sebanyak 20-40% wanita usia subur mengalami…
lami beberapa gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang cukup parah sangat mengganggu kehidupan mereka. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, informasi tentang wanita muda premenstrual syndrome dapat memperburuk gejala yang menimbulkan rasa takut atau kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 179 siswi kelas X SMKN 9 Kota Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan terhadap kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,003, dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,000. Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya, semakin rendah tingkat kecemasan semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya. Pihak sekolah diharapkan melakukan peinyuluhan deingan beikeirja sama pada pihak keiseihatan seipeirti puskeismas untuk meiningkatkan peingeitahuan reimaja putri dalam meingatasi keiceimasan preimeinstrual syndroimei.
Abstract:Game online adalah sebuah situs game/bermain di dunia maya yang terhubung melalui internet. Remaja yang bermain game online menghabiskan waktu lebih dari 4 jam/hari dan mengalami kecanduan sehingga dapat mempengaruhi atau…
u menghambat aktivitas lainya. Salah satu dampak negatif dari bermain game online terlalu lama adalah dapat mempengaruhi kurangnya kualitas tidur. Untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 127 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Didapatkan hasil uji chi square nilai p-value (0,004) < (0,05), artinya terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Sebagian besar responden mengalami kecanduan game online berat dan kualitas buruk. Remaja disarankan untuk mengatur waktu agar dapat mengurangi intensitas bermain game online, dan lebih banyak melakukan aktifitas diluar dan disarankan agar lebih bersosial sehingga tidak terlalu bergantung pada game online terlalu lama, dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan menjadikan sumber informasi dasar bagi peneliti selanjutnya.
Abstract:Masa remaja wanita dikenal sebagai periode tertentu yang ditandai dengan datangnya menarche (menstruasi pertama). Pengetahuan yang kurang menyebabkan Remaja putri sering mengaitkan menstruasi dengan rasa nyeri, yang dapat…
t menimbulkan kecemasan saat mempersiapkan menarche. Untuk menganalisis adanya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan siswi kelas IV dan V dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SD Negeri Sukatani 2 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dan analisis kuantitatif, desain pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 60 responden dengan teknik total sampling. Hasil Penelitian: Dari hasil uji chi square diperoleh nilai uji P -value tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menarche p= 0,000 dan nilai uji P -value tingkat kecemasn dengan kesiapan menghadapi menarche p= 0,000. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan anak dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas IV dan V di SDN Sukatani 2 Kabupaten Tangerang.
Abstract:Remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke keadaan nyatanya, pada masa inilah pondasi kehidupan sehari-hari dibangun. Obesitas disebut sebagai asupan makanan yang tidak normal atau berlebihan yang dapat memicu penumpukan…
numpukan lemak serta dapat membahayakan kesehatan tubuh. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2016. Di Indonesia 13,5% usia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 28,7% mengalami obesitas dengan IMT 25 dan 15,4% dengan IMT 27. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, serta paparan informasi dapat menambah angka kejadian obesitas yang sudah ada. penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas pada siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang. penegambilan sampel ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 129 siswa kelas X SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas dimana nilai p = 0,000. Dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah pula angka kejadian obesitas.
Abstract:Pendahuluan: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan tanda peningkatan kesehatan masyarakat menuju kemandirian higiene dan sanitasi yang maksimal. Pelaksanaan program STBM terdiri dari lima pilar, yaitu: hentikan…
tikan buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), bersihkan air dan makanan rumah tangga (PAM RT), pembuangan limbah cair rumah tangga yang benar dan aman. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Desa Rajeg Mulya Tahun 2023. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 42 responden. Analisis data: Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Rajeg Mulya, bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memiliki p-value sebesar (0.000). Pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di desa Rajeg Mulya masih kurang.
Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Abstract:Gorengan merupakan makanan yang digoreng menggunakan minyak. Lokasi pedagang gorengan di sepanjang Jalan Tlogosari Raya Semarang yang berada di pinggir jalan dan kurangnya perhatian pedagang terhadap kebersihan dapat menimbulkan…
imbulkan kontaminasi kuman terhadap gorengan. Salah satu bakteri yang potensial mencemari makanan adalah Escherichia coli. E coli merupakan flora normal berbentuk batang gram negatif di dalam saluran pencernaan hewan dan manusia. Bakteri E coli dapat berasifat patogen jika jumlah bakteri dalam saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan kriteria penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian yang didapat Dari 7 sampel yang diperiksa, sebanyak 1 sampel (14,29%) tercemar bakteri Escherichia coli, dan 6 sampel (75%) lainnya tidak tecemar bakteri Escherichia coli. Satu sampel tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1096/Menkes/Per/VI/2011 karena mengandung bakteri Escherichia coli > 0/gram sampel makanan. Dari hasil observasi didapatkan sebanyak 1 sampel (14,29%) pedagang gorengan yang mempunyai kriteria tingkan hygiene dan sanitasi yang baik. Sedangkan 6 sampel (85,71%) lainnya memiliki kriteria tingkat hygiene dan sanitasi yang sedang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran Tos (Teaching with Ordered Sequence of Pictures) Gambar (picture and picture) terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen…
en siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan. Latar belakang penelitian ini adaah rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan kurangnya inovasi guru daam menerapkan model pembelajaran, sehingga masih dominan menggunakan metode ceramah. Jenis penelitian ini adaah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasiona. Popuasi penelitian adaah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Uuan yang berjumlah 31 orang, sekaigus dijadikan sampel dengan teknik tota sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dengan skaa Likert. Variabel bebas (X) adaah implementasi model pembelajaran Tos Gambar, sedangkan variabel terikat (Y) adaah minat belajar siswa. Anaisis data menggunakan uji vaiditas, reliabilitas, uji normaitas, koefisien korelasi, uji signifikansi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Tos Gambar berada pada kategori sangat berpengaruh, demikian pua minat belajar siswa juga berada pada kategori sangat berpengaruh. Uji korelasi diperoleh nilai r = 0,43 dengan koefisien determinasi sebesar 18,5%, yang berarti implementasi model pembelajaran Tos Gambar memberikan pengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian dapat disimpukan bahwa penerapan model pembelajaran Tos Gambar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah…
aerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.