Abstract:Latar Belakang: Sibling rivalry merupakan perasaan cemburu, dan benci yang biasanya dialami oleh orang terhadap kelahiran atau kehadiran saudara kandungnya. Kejadian sibling rivalry biasa terjadi pada masa kanak-kanak ketika…
tika selisih usia antara saudara kandung terlalu dekat dengan rentang usia yaitu 3-5 tahun (prasekolah) dan akan muncul kembali ketika usia 8-12 tahun (usia sekolah). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak balita di RW 07 Jagakarsa. Metode: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 70 respondendengan metode total sampling.data analisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Didapatkan sebagian besar balita mengalami kejadian sibling rivalry, dari hasil uji Chi-Square dengan nilai p value 0,005 dengan taraf signifikansi : 0,05, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry. Simpulan: Semakin baik sikap dan pola asuh yang diterapkan orang tua maka tingkat kejadian sibling rivalry berkurang.
Abstract:This study aims to analyze the effectiveness of using daily vlogs in the marketing strategy of the film "Agak Laen" and understand how this approach influences audience enthusiasm. In the digital era that focuses on visual…
al and interactive content, the success of a film depends not only on its production quality but also on the effectiveness of its marketing strategies. The urgency of this research lies in the need to understand the ever-changing dynamics of digital marketing and assess the potential of daily vlogs as an innovative marketing tool in the film industry. Utilizing a qualitative methodology with a field study approach, this research collects data through interviews, observations, and content analysis from the Official Agak Laen social media, as well as secondary sources such as reports and relevant literature. The study's findings reveal: First, the "Social Media Marketing Model of the Film Agak Laen" demonstrates that the integration of daily vlogs into the marketing strategy allows for deeper and more personal interactions with the audience, enhancing engagement and supporting the viral spread of content. Second, "Critique of Marketing Communication for Daily Vlog Film 'Agak Laen'" discusses the challenges faced, including the risk of over-saturation and audience skepticism towards aggressively promoted content. The study identifies that although daily vlogs are an effective tool for increasing visibility and engagement, this approach requires high authenticity and strategic management to avoid potential negative effects such as content fatigue among the audience. The recommendations include enhancing content personalization, utilizing audience analytics for better targeting, and balancing between promotion and providing added value to viewers.
Abstract:This study aims to see whether Job Satisfaction affects performance and loyalty as a supporting variable positively or negatively and has no effect at all using a saturated sample technique. The total population of 118 will…
ill be used entirely as research samples using associative quantitative methods and collecting data using a questionnaire. and surveys, as well as using the Smart PLS 3.3 research tool. as a calculation medium and this research model uses Path analysis. The results of this study are Job Satisfaction has a negative effect on performance. It can be proven by this study with the results of Job Satisfaction having a negative and significant effect on performance as evidenced by the original sample value of -0.185 and p values of 0.002 <0.05. Job Satisfaction has a negative effect on Job Loyalty, which can be proven by this study. Job Loyalty has a positive and significant effect on performance. It can be proven by this research. Job Loyalty can be an intervening variable on Job Satisfaction and Performance negatively and significantly Job loyalty can be an intervening variable but negatively with the original sample results of -0.350 and p values of 0.000.
Abstract:The purpose of this research is to find out the influence of work motivation on employee performance with organizational support as an intervening variable. Associative quantitative research type. The population is 98 employees,…
ployees, and the sample uses a saturated sample because it counts the entire population as a sample. Data collection is carried out by distributing questionnaires and primary data is the source. The research model used is path analysis and the measuring tool is sem PLS 3.3. The results of the research show that organizational support has a positive and significant effect on employee performance. Work Motivation has a positive and significant effect on Organizational Support. Work Motivation has a positive and significant effect on Employee Performance. Work Motivation has a positive and significant effect on Employee Performance through Organizational Support.
Abstract:Penelitian ini menganalisis penerapan sanksi disiplin kerja terhadap pelanggaran karyawan di PT. Pouchen Indonesia serta kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Metode yang digunakan…
an adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-empiris melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran yang paling sering terjadi meliputi keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan, ketidakpatuhan terhadap SOP dan penggunaan APD, serta pelanggaran ringan lain yang bersifat berulang. Penyebabnya antara lain jarak tempat tinggal, kurangnya pemahaman aturan, rendahnya kesadaran disiplin, dan pengawasan yang belum merata. Perusahaan menerapkan sanksi secara bertahap, mulai teguran lisan, Surat Peringatan I, II, III, hingga Pemutusan Hubungan Kerja sebagai langkah terakhir, yang selalu didahului pencatatan, klarifikasi, dan kesempatan membela diri. Penerapan sanksi tersebut telah sesuai dengan Pasal 108, Pasal 111, Pasal 151 ayat (1), dan Pasal 161 UU Nomor 13 Tahun 2003, sehingga tidak ditemukan pemotongan upah tanpa dasar maupun sanksi sewenang-wenang. Dengan demikian, sistem sanksi disiplin di PT. Pouchen Indonesia telah mencerminkan asas kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak pekerja.
This study analyzes the application of work discipline sanctions for employee violations at PT. Pouchen Indonesia and their conformity with Law No. 13 of 2003 concerning Manpower. It employs empirical legal research with a juridical-empirical approach through observation, interviews, and library research. The findings show that the most frequent violations include tardiness, unexcused absence, non-compliance with SOP and PPE use, and other minor repeated violations. The causes include distance from residence, lack of understanding of regulations, low disciplinary awareness, and uneven supervision. The company applies sanctions progressively, from verbal warning, Warning Letters I, II, III, to Termination of Employment as the final step, always preceded by recording, clarification, and the right of defense. The application conforms to Articles 108, 111, 151 paragraph (1), and 161 of Law No. 13 of 2003, with no unlawful wage deductions or arbitrary sanctions found. Thus, the disciplinary sanction system at PT. Pouchen Indonesia reflects the principles of legal certainty, justice, and protection of workers' rights.
Abstract:Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku…
u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.
Abstract:Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan…
Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Abstract:Upah merupakan hak dasar pekerja yang wajib dilindungi, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ijarah bi al-’amal dalam hukum Islam sebagai landasan filosofis perlindungan…
erlindungan upah pekerja, serta membandingkannya dengan pengaturan pengupahan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan atas Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih muamalah, peraturan perundang-undangan, serta jurnal hukum mutakhir, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ijarah bi al-’amal menempatkan upah sebagai hak yang harus dipenuhi secara adil, proporsional, dan tepat waktu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Talaq ayat 6, Surah Al-Qashash ayat 26-27, dan hadis riwayat Ibnu Majah. Prinsip tersebut memiliki keselarasan nilai dengan semangat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, meskipun keduanya berbeda pada aspek sumber otoritas, mekanisme penetapan upah minimum, dan bentuk sanksi. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai ijarah bi al-’amal, khususnya prinsip maqashid syariah, diintegrasikan sebagai basis etik dalam pembaruan kebijakan pengupahan nasional, terutama untuk melindungi pekerja pada sektor informal dan ekonomi gig yang belum sepenuhnya terjangkau oleh regulasi ketenagakerjaan formal.
Wages are a fundamental right of workers that must be protected, both from the perspective of positive law and Islamic law. This study aims to examine the concept of ijarah bi al-’amal in Islamic law as a philosophical foundation for wage protection, and to compare it with wage regulations under Indonesia’s Manpower Law. The results show that ijarah bi al-’amal positions wages as a right that must be fulfilled fairly, proportionally, and in a timely manner, as affirmed in the Quran Surah At-Talaq verse 6, Surah Al-Qashash verses 26-27, and the hadith narrated by Ibn Majah. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches, examining legal materials from the Quran, hadith, classical fiqh literature, statutory regulations, and recent legal journals. The findings reveal that the principles of ijarah bi al-’amal align with the spirit of Law Number 13 of 2003 on Manpower as amended by Law Number 6 of 2023 on Job Creation and Government Regulation Number 36 of 2021 on Wages, although they differ in terms of the source of authority, minimum wage determination mechanisms, and forms of sanctions. This study recommends integrating the values of ijarah bi al-’amal, particularly maqashid syariah principles, as an ethical basis for reforming national wage policy, especially to protect informal and gig-economy workers not yet fully covered by formal labor regulations.
Abstract:Evolusi industri 4.0 saat ini dapat dilihat secara jelas seperti apa perkembangan teknologi berkembang masif dan tidak dapat dibendung serta terjadinya persaingan dalam berinovasi untuk memenangkan industri yang semakin…
ketat. Transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital tidak saja menciptakan pola dan cara kerja baru dalam pasar industri namun juga berpengaruh pada pemegang kebijakan dan pemegang kekuasaan yang dapat berubah sejalan perkembangan aset dan modal yang bergerak dengan cepat dalam masyarakat digit. Adanya relasi kerja masyarakat industrial dan digital bertujuan untuk membangun hubungan yang sinergis di dalam persoalan permasalahan ketenagakerjaan serta agar dapat mengembangkan bisnis dan inovasi agar setara bahkan melebihi secara global di era industri 4.0. Transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital inipun telah membawa banyak perubahan seiring semakin canggihnya kemajuan teknologi, dengan adanya berbagai jenis platform digital di Indonesia memberikan banyak manfaat dalam mencapai efisiensi waktu dan cara kerja, efektifitas biaya produksi, produktivitas kinerja, inovasi produk dan layanan, kolaborasi dengan stakeholder, walaupun diaspek lain tidak dapat dipungkiri ada berbagai permasalahan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital ini harus dijadikan sebagai solusi strategis dalam pertumbuhan teknologi dan tenaga kerja, ekonomi baru serta pelaku usaha dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih mapan dan layak bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif adalah suatu metode penelitian yang bertujuan memberikan gambaran rinci dan mendalam tentang fenomena atau kejadian.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan. Informan dalam penelitian ini pengobat yang telah…
ah menjadi pelaku terapi alternatif pengobatan katandu, yang ditentukan dengan cara purposive sampling dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini telah memberikan gambaran tentang pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) yakni 1) Pengetahuan dalam memilih bambu sebagai tabung penyedot darah kotor didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu: a) Jenis bambu, b) Umur bambu, c) Ketebalan bambu, d) Ukuran Bambu dengan panjang 7-8 cm dan diameter kisaran 0,5 cm. 2) Pengetahuan dalam melakukan penyedotan darah kotor, bambu yang telah disiapkan akan dipanaskan terlebih dahulu secara cukup kemudian bambu akan ditempelkan pada titik yang telah ditentukan, sehingga udara panas terperangkap dalam ruang volume bambu tetapi posisi permukaan kulit tidak langsung tersedot oleh bambu tersebut, namun harus dibantu dengan membasahi air pada ujung bambu sehingga secara spontan permukaan kulit akan tersedot. Proses penyedotan darah selama 2-3 menit. Pada saat proses penyedotan darah, tidak diperbolehkan untuk menanggalkan bambu yang telah ditempelkan pada kulit sebab dapat menyebabkan darah yang disedot tidak keluar dengan maksimal. 3) Pengetahuan dalam menjaga kesterilan alat yakni tabung bambu dilakukan proses pemanasan pada bara yang ada pada tungku tradisional yang telah disiapkan. Pemanasan tersebut secara langsung dapat menghilangkan dan membunuh setiap bakteri dan virus yang melekat pada bambu tersebut, 4) Pengetahuan dalam menentukan titik permukaan kulit sebagai obyek pengobatan katandu merujuk pada pengetahuan yang disampaikan dari turun temurun yakni tergantung pada keluhan yang disampaikan oleh pasien. kondisi pasien dalam melakukan katandu terbagi atas pasien dalam kondisi sakit dan pasien dalam kondisi yang hanya akan melakukan terapi dan pemeliharaan kesehatan. Titik yang biasa ditempatkan untuk melakukan katandu adalah pada bagian betis, punggung kaki, betis, punggung dan dibagian samping mata kiri-kanan. Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam yang digunakan sebagai alat katandu, 5) Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam (pisau) yang digunakan sebagai alat katandu. Ujung pisau yang digunakan dalam terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) dibuat agak lonjong agar pada saat dilakukan penyayatan pada permukaan kulit tidak akan menimbulkan luka yang dalam. Obyek titik katandu tidak boleh dilakukan lebih dari satu sayatan bahkan tidak dapat dilakukan pengulangan sayatan pada luka yang sama sehingga penting untuk dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan pengetahuan dan tindakan professional.