Abstract:This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Malaysia, with a focus on the approach, implementation and effectiveness in shaping students' moral values and character.…
haracter. The aim is to identify similarities and differences between the two education systems, as well as provide recommendations for improving the quality of character education in Indonesia. The research method used is a literature study with a qualitative approach. The research results show that Malaysia integrates character education through special subjects such as Islamic and Moral Education, while Indonesia emphasizes the integration of character values in all subjects through the 2013 Curriculum. However, both countries face challenges in implementation, such as a lack of teacher training and gaps between theory and practice. The research results also reveal that Malaysia places more emphasis on religious values and multiculturalism in character education, while Indonesia focuses on the values of nationalism and diversity. Nevertheless, both countries agree that character education plays an important role in forming a generation with noble and responsible morals. Recommendations from this research are the need to increase teacher training, strengthen collaboration between schools, families and communities, as well as develop a more contextual and applicable curriculum. By adopting best practices from Malaysia and adapting them to the local context, Indonesia can increase the effectiveness of character education in forming students who are not only academically intelligent but also have strong character.
Abstract:This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Finland. The focus of the research is to identify differences and similarities in the approach, implementation and effectiveness…
ectiveness of character education in the two education systems. The research method used is a literature study with a qualitative approach. Data was collected through reviewing curriculum documents, education policies, and scientific articles related to character education in Indonesia and Finland. The research results show that Finland integrates character education holistically in all aspects of learning, while Indonesia still tends to separate character education as a separate subject. Apart from that, Finland emphasizes the formation of values of independence, responsibility and collaboration through a student-centered approach, while Indonesia places more emphasis on religious values and nationalism. The implication of this research is the need to reorient the character education curriculum in Indonesia to better integrate character values in the entire learning process, as well as adopting best practices from Finland which have been proven effective in shaping students' character.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, strategi, dan tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah…
h metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur, laporan industri, serta regulasi yang terkait dengan implementasi AI dalam perbankan syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional perbankan syariah, terutama melalui otomatisasi layanan keuangan, penggunaan chatbot dalam layanan nasabah, serta analisis risiko berbasis big data yang dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam penguatan kepatuhan syariah melalui analisis kontrak berbasis machine learning dan deteksi transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Namun, implementasi AI dalam perbankan syariah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kepatuhan terhadap prinsip syariah, keamanan data dan privasi, serta kesiapan teknologi dan infrastruktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang mencakup kolaborasi dengan fintech berbasis syariah, penguatan regulasi AI oleh otoritas keuangan syariah, serta investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Kesimpulannya, perbankan syariah dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi, namun penerapannya harus dilakukan dengan tetap mempertahankan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan memperhatikan aspek etika serta keamanan data. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, hambatan dan upaya yang dilakukan Inspektorat dalam penerapan Standar Audit Intern Pemerintah (SAIP) pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan dalam…
am penelitian ini adalah data kualitatif yang tidak dapat diukur dengan skala numerik atau data yang disajikan dalam bentuk deskriptif atau berbentuk deskripsi. Pendekatan kualitatif lebih menekankan pada proses dan makna (perspektif subjek) dalam memahami suatu fenomena yang diteliti. Topik yang diangkat memerlukan analisis berdasarkan keadaan/fakta/fenomena alam dan tidak dapat diukur dengan angka. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa penerapan standar audit internal pemerintah pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara yang belum sesuai dengan Peraturan Nomor: PER-01/AAIPI/DPN/2021 tentang Standar Audit Internal Pemerintah Indonesia.
Abstract:Alternatif sumber pendapatan negara dengan fokus pada kritik terhadap gagasan Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Indonesia. Tapera, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan…
Rakyat, dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan melalui mekanisme tabungan wajib yang dikelola oleh lembaga khusus. Meskipun Tapera bertujuan untuk menjadi solusi dalam pembiayaan perumahan, terdapat berbagai kritik terkait efektivitas dan implementasinya. Penelitian ini mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari Tapera sebagai sumber pendapatan negara, membandingkannya dengan alternatif lain seperti pajak, retribusi, dan pembiayaan berbasis investasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang menggabungkan tinjauan literatur, analisis kebijakan, dan wawancara dengan ahli ekonomi serta praktisi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Tapera memiliki potensi untuk meningkatkan tabungan masyarakat dan memperbaiki akses perumahan, ada tantangan signifikan terkait dengan pelaksanaannya yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan keberhasilannya sebagai alternatif sumber pendapatan negara.
Abstract:This study aims to analyze the differences in social support received by pregnant women who participate in the Family Planning (FP) program compared to pregnant women who do not participate in the program. The method used…
d is a systematic literature review, which includes data collection and analysis from various studies related to social support for pregnant women. the results of the study indicate that pregnant women involved in the family planning program receive stronger social support from family, friends, and health workers. this support includes better emotional, informational, and instrumental aspects, which have a positive impact on their mental and physical health. in contrast, non-family planning pregnant women tend to experience social isolation and have limited access to health resources and information. the discussion in this study emphasizes the importance of social support in improving the welfare of pregnant women and the role of the family planning program as a platform to strengthen social support networks. the conclusion of this study shows that better social support in pregnant women who participate in the family planning program contributes to better mental health, lower stress levels, and increase their self-confidence during pregnancy. therefore, it is important to improve the integration of social support in the family planning program to create a more supportive environment for pregnant women, so that they can go through their pregnancy more healthily and optimally.
Abstract:Public-private collaboration is a vital strategy in managing sustainable tourism destinations, integrating diverse stakeholders to balance economic growth, environmental sustainability, and social equity. Despite the hospitality…
pitality sector’s key role in tourism governance, research on its collaboration with public institutions, particularly in Makassar, Indonesia, remains limited. This study examines MaxOne Resort and Hotel Makassar to explore the mechanisms, challenges, and outcomes of public-private partnerships (PPPs) in sustainable tourism destination management (STDM). Using a qualitative case study approach, the research employs in-depth interviews, participatory observation, and policy analysis to investigate how MaxOne Resort collaborates with local government and communities to implement sustainability initiatives. The findings reveal that structured mechanisms such as formal agreements, joint projects, and stakeholder committees facilitate sustainable governance. MaxOne Resort actively engages in environmental conservation, community empowerment, and responsible tourism practices, positioning itself as a sustainability model within the hospitality sector. However, regulatory misalignments, funding constraints, and inconsistent stakeholder engagement present significant challenges. The study underscores the relevance of the Penta-Helix framework, highlighting how collaboration among government, private sector, academia, community, and media enhances the legitimacy and effectiveness of sustainability initiatives. This research contributes to the literature by providing a localized analysis of PPPs in Makassar, bridging the gap between theoretical models and practical applications. The findings offer policy recommendations to strengthen stakeholder collaboration, optimize governance structures, and support sustainable tourism development in emerging destinations.
Abstract:Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi…
sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi (TI) telah membawa dampak yang signifikan terhadap tata kelola pemerintahan, terutama dalam mendukung pembangunan kapasitas di tingkat kota. Kota Bekasi, sebagai salah satu kota besar di…
Jawa Barat, terus berupaya mengimplementasikan berbagai inisiatif berbasis TI untuk meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas pelayanan publik, transparansi, serta keterlibatan komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola TI dalam mendukung pembangunan kapasitas di Kota Bekasi dengan menyoroti aspek kebijakan, infrastruktur, literasi digital masyarakat, keterlibatan perangkat lokal seperti RT/RW, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara, survei kebutuhan, dan observasi terhadap program TI, termasuk analisis peran smart city dalam mendukung tata kelola berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bekasi telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, seperti implementasi aplikasi e-government dan peningkatan partisipasi perangkat RT/RW dalam pelayanan publik. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, dan kurangnya kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur TI, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi aparat pemerintahan dan perangkat RT/RW, serta perluasan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital dan pembangunan kapasitas secara berkelanjutan.
Abstract:Fakta menunjukan setiap tempat pasti ada perbuatan melawan hukum. Khususnya para pejabat daerah yang melanggar asas transparasi dan akuntabilitas. Serta melanggar etika dan hukum, berpotensi merugikan masyarakat dan menciptakan…
iptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instunsi pemerintah. Penegakan hukum harus tegas menangani tindak gratifikasi. Perbuatan melawan hukumnya yaitu gratifikasi masalah yang sering terjadi berupa memberikan hadiah untuk niat yang tidak baik. Penerima gratifikasi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan UU Tipikor serta menuntut pengembalian kerugian yang dialami negara. Pertanggungjawaban hukum bagi pejabat daerah yang menerima gratifikasi dalam pelayanan publik sanagt penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban pejabat daerah yang terlibat gratifikasi serta peran penegak hukum dalam meminimalisir adanya gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Actual Approve). Hasil penelitian menunjukkan gratifikasi sudah dianggap sebagai bentuk suap. Lemahnya pengawasan secara internal juga menjadi faktor utama gratifikasi terjadi. Pelanggaran seperti ini mengakibatkan prinsip good governance menjadi tercoreng. Dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa peraturan yang sudah ada terkait gratifikasi masih terdapat kelemahan atau celah yang dimanfaatkan pelaku. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran menjadi kunci untuk mencipatakan penegakan hukum yang lebih adil dan efektif. Dalam penelitian ini untuk mengatasi gratifikasi dalam pelayanan publik dengan memperkuat sitem pengawasan di setiap instansi pemerintah serta meningkatkan pelatihan bagi pejabat daerah mengenai hukum antikorupsi.